
matahari pagi sudah menunjukan sinarnya, vita ramma dan rendy masih belum juga bangun dari tidurnya, karena habis sholat subuh mereka memutuskan untuk tidur lagi karena badan mereka terasa sangat lelah.
ratih dan willy juga masih belum bangun dari tidurnya, hingga jam menunjukan waktu pukul 8 pagi, vita mulai membuka matanya yang massih terasa berat.
vita memilih mandi dan berendam agar tubuhnya bisa kembali segar dan juga hilang senua rasa lelah nya. setelah mandi vita membangunkan ramma dan juga rendy, setelah itu vita membangunkan ratih dan willy di kamar lantai satu.
setelah srmuanya bangun dan bersih bersih, mereka berkumpul untuk sarapan pagi bersama. setelah makan ramma bilang kalau dia akan mengajak semuanya untuk pergi ke rumah bram yang sedang sakit, sekalian dia ingin menjemput maira yang dari kemarin ada di rumah bram.
tapi ratih dan willy juga mau pergi ke rumah orang tua alin, untuk menyampaikan maksud satria untuk meminang putrinya yang bernama Alin. satria memang sudah tidak memiliki orang tua, jadi dia sudah menganggap ratih dan willy itu pengganti orang tua nya.
alin juga tau tentang rencana ini, bahkan alin juga sudah bicara sama mamanya kalau satria dan keluarga nya akan datang bertamu di rumahnya.
mereka semuanya langsung siap siap untuk pergi, ramma bersama vita dan rendy, akan pergi ke rumah bram, sedangkan satria bersama ratih dan willy pergi ke rumah alin untuk bertemu dengan mamanya alin.
*******
maira masih tidur di kamar yang sudah di siapkan bram untuk dia, sedangkan bram walaupun habis sakit dia tidak bisa meninggalkan olahraga pagi dia.
setelah kurang lebih satu jam mobil ramma sudah memasuki halaman rumahnya bram, dan mereka semua sudah turuh dari mobil dan langsung mengetuk pintu rumah bram
tokkk.... tokk... tokk... (pintu rumah bram di ketuk)
pembantu rumah bram langsung membuka pintu terdebut dan mempersilakan ramma dan semuanya untuk masuk.
"bik bram dan maira mana, kok belum kelihatan" tanya ramma sambil duduk
__ADS_1
"beng maira masih tidur mas, sedangkan mas bram mungkin sedabg mandi karena dia baru pulang lari pagi" jawab bibik
"mereka tidak tidur satu kamar kan bik? " tanya vita, karrna dia agak khawatir maira terbawa hawah nafsu nya
"tidak neng, neng maira tidur di kamar yang berbeda kok, itu silahkan naik ke atas, kamar beng maira di sebelah kiri kamar mas bram" jawab bibik
"ohhh syukur deh bik, yah sudah kita ke kamar maira dulu yah bik. ayo ren ikut ke tante maira yuk, " jawab ramma
"bibik... lendy minta tolong buatin jus jeluk pakai susu dan sedikit es batu yah bik, " ucap rendy
"iya aden... bibik buatin yahh"
"telima kasih bibik"
ramma vita dan rendy langsung naik ke atas untuk masuk ke kamar vita. setelah membuka kamar tersebut mereka melihat maira masih meringkuk dengan selimut yang menutup tubuhnya.
"ihhhh kak bram, maira masih ngantuk tau... biarkan maira tidur dulu" ucap maira sambil menutupi kepala nya dengan selimut
"ihhhh tante maira, jangan tidul teluss bangun dong, lendy saja sudah bangun dari tadi masa tante masih tidul" ucap rendy sambil menarik selimut maira
maira yang mendengar suara rendy, dia langsung terbangun dan merubah posisinya menjadi duduk
"hahhhh rendy... bang ramma, mbak vita. ngapain sih kalian ke sini pagi pagi, gangguin aku tidur saja" ucap maira sambil melihat ke arah ramma dan vita
"kenapa? kamu tidak suka kalau abang datang kesini, lagiankan abang juga ingin menjenguk sahabat abang yabg sedang sakit"
__ADS_1
"yahhh kalau bang ramma ingin menjenguk kak bram, silahkan kalian semua ke kamar sebelah. ohh iya jangan lupa yahh tutup kembali pintu itu, ohh satu lagi mbak vita, tolong tutup kembali gorden itu yah... maira masih ingin teidur lagi"
ramma dan vita hanya bisa geleng geleng kepala mendengar ucapan maira itu, memang dari dulu maira paling suka tidur bahkan salah satu hobi dia adalah tidur, dia bisa tidur dari matahari terbenam hingga terbenam kembali.
ramma langsung menggendong tubuh maira, dia langsung membawa maira ke kamar mandi dan dia memandikan maira di sana dengan menyiram air dingin dari ujung kepalanya.
"abangg..... ihhhhh maira tidak mau mandi.... ihhh dingin tau... ahhh kak bram... tolongin maira, kak bram tolingin maira" teriak maira saat di mandikan ramma dengan cara di semprot hingga basah kuyup
bram yang ada di kamarnya langsung berlari ke kamar maira saat mendengar suara maira yang berteriak minta tolong. saat bram sampai di kamar maira, bram sangat terkejut karena sudah ada vita, rendy dan ramma yang berada di kamar ith.
bram, vita dan rendy hanya tertawa melihat maira di mandikan ramma, sedangkan maira makin kesal karena dia kini malah di tertawa kan.
"sayang sayang.... sudah, kasihan maira... dia pasti sudah lebih segar sekarang, dan rasa ngantuk nya sudah hilang sekarang ha ha ha ha ha" ucap vita sambil ketawa
"ihhh sumpah yah... kalian.., pada gak ada akhlak. bukannya selamatkan aku dari bang ramma, malah ngetawain aku kaya gitu.... dingin tau... " ucap maira yang sedang menggigil kedinginan
"he he he he he iya iya ayo sini, ini pakai handuknya. loe juga ram, main mandi in anak orang aja, kan kasian maira sampai kedinginan kaya gitu. sampai terjadi apa apa sama pacar gue ini, gue tidak segan segan nuntut loe" ucap bram sambil memberi maira handuk
"hahhh pacar? " ucap vita dan ramma secara bersamaan
"iya pacar, maira pacar gue sekarang, gue juga di waktu dekat ini mau mengajak mama gue ke rumah loe. buat ngelamar maira sebelun KKN" jawab bram
"hahhh gue tidak salah dengar kan, sejak kapan loe suka sama adik gue, bukannya selama ini loe hanya anggap dia adik" ucap ramma dengan penasaran
"iya kak bram, sejak kapan kakak suka sama maira, bukannya kemarin kalian masih berantem yah... ini baru sehari maira nginep di sini, kalian sudah pacaran. bagaimana kalau maira nginap 1 minggu, aku yakin kalian pasti sudah menikah" ucap vita
__ADS_1
"he he he he bisa aja kamu vit, aku sendiri juga tidak tahu sejak kapan suka sama maira, bahkan aku sendiri juga tidak sadar kalau perasaan ini sudah berubah menjadi perasaan cinta untuk maira" jawab bram
"ihhh sudah sudah... kalian semua keluar dulu dari sana, aku mau ganti baju... tidak lihat apa aku sudah kedinginan kaya begini, cepat cepat keluar...... " ucap maira dengan menarik tangan bram dan ramma agar mereka keluar dari dalam kamar