Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 98


__ADS_3

setelah beberapa nenit mobil bram sudah maduk ke dalam parkiran mall besar, setelah mobil berhenti mereka langsung turun, dan rendy sudah sangat kesenengan karena dia bisa jalan jalan malam lagi. karena selama ini rendy selalu di larang ramma untuk keluar malam, ramma tidak ingin rendy jadi kecapekan saat sekolah besok


rendy berjalan dengan menggandeng tangan maira dan bram, jiki orang lain yang tidak tau, pastoli mereka mengira kalau maira, bram dan rendy adalah keluarga kecil yang bahagia.


"tante kita ke toko itu aja yah... lendy mau beli di sana" ucap rendy sambil menunjuk toko mainan


"iya sayang, terserah kamu mau ke toko manapun, hari ini harinya rendy, jadi tante maira dan om bram akan mengikuti kemanapun rendy pergi" jawab maira


"hole.... makasih tante mela dan om blam" ucap rendy


"sama sama sayang" ucap maira dab bram bersamaan


rendy, bram, dan maira masuk ke dalam toko mainan itu, dan rendy lari kesana kesini, ambil mainan di kembalikan lagi trus ambil lagi dan di kembalikan lagi. sampai petugas yang mengikuti rendy nyerah karena rendy tidak juga menemukan mainan yang dia suka.


"rendy mau beli mainan apa sayang, kenapa di kembalikan lagi mainan nya" tanya maira pada rendy


"lendy sudah punya tante, mangkanya lendy bingung mau beli mainan yang mana, hampil semua mainan di sini lendy sudah punya, jadi lendy tidak mau beli lagi. " jawab lendy


"ehhhmmm mas, apa ada mainan keluaran terbaru gitu, kami mau lihat, kalau cocok nanti kita beli" ucap bram pada pegawai toko mainan


"ada pak, mainannya baru kami pajang di sebelah sana. silahkan saya antar ke sana" jawab pegawai toko


"rendy ayo kita ikutin mas nya iti, siapa tau rendy belum punya mainan seperti yang di maksud sama mas nya" ucap bram sambil menggandeng tangan rendy


"iya om" jawab rendy dan mereka langsung pergi melihat mainan yang di maksud itu


"ini tuan mainan yang saya maksudkan " ucap pegawai toko


"om tante, lendy belum punya mainan itu, lendy mau beli itu saja, boleh yah" ucap rendy sambil menunjuk mainan yang di maksud


"yah sudah mas, saya mau mainan ini. langsung di bungkus yah" ucap bram pada pegawai toko

__ADS_1


"kak ini mainan mahal banget loh... lebih baik maira saja yang beli, maira masih ada kok tabungan buat beli mainan itu, jangan kakak yang beli. maira jadi tidak enak sama kakak" ucap maira


"Ra... tidak apa apa harga segini itu tidak mahal bagi aku, yang penting rendy seneng itu sudah membuat aku bahagia, masalah uang bisa di cari lagi. setelah ini kamu mau beli apa? tas, baju, sepatu atau apa terserah. mumpung masih di sini" jawab bram


"tidak kak. maira tidak mau merepotkan kakak lagi, maira tidak mau kalau hal ini akan jadi kebiasaan dan maira jadi manja lagi sama kakak, maira tidak mau itu. maira takut" ucap maira


"Ra... kamu takut apa sih... kamu itu adik kakak, kalau kamu manja sama kakak itu tidak apa apa, kamu boleh manja sama kakak seperti kamu manja ke ramma, bahkan kalau kamu mau minta uang sama kakak untuk belanja ini itu juga tidak apa apa, apa sih yang enggak bisa kasih untuk adik kakak ini" jawab bram


(maira hanya minta satu aja kak, maira hanya mau minta kakak bisa cintai maira, jangan anggap maira adik kakak lagi... maira tidak mau itu semua kak, maira hanya mau kakak cinta ke maira, itu saja) suara hati maira


"Ra.... kamu itu sering banget sih ngelamun, kamu mikirin apa.... kalau ada masalah cerita sama kakak, jangan di pendem sendiri saja... itu tidak baik Ra, nanti kamu sakit" ucap bram sambil meniup wajah maira


"ehhhh enggak kak, maira hanya mau mikitin mau beli apa aja kok. tidak lebih" jawab maira


"yah sudah kakak ke kasir dulu yah, mau bayar mainan rendy dulu" ucap bram sabil berjalan ke depan kasir


(kamu kak yang buat maira sakit, tapi maira mulai bisa menikmati rasa sakit itu. terlalu sering hati ini meresakan sakit yang luar biasa, tapi kenayataannya maira bisa melewati rasa sakit itu sendiri kak. yang penting kamu bisa tersenyum lagi itu sudah sangat cukup bagi aku kak) suara hati maira


"tante, ayo.... lendy sudah dapat mainan itu, ayo kita pelgi dali toko inj... lendy lapal, ayo kita makan dulu" ucap rendy


mereka memutuskan untuk makan di restoran yang ada di luar mall tersebut, karena merema terlalu bosan makan makanan yang ada di dalam mall, jadi mereka mencari tempat baru yang bisa di jadikan tempat nongkrong.


setelah beberapa menit, mereka menemukan lestoran yang sangat bagus dan terlihat sangat mewah, jadi mereka memutuskan untuk makan di sana saja.


"tante lendy mau makan ayam yah... " ucap rendy


"mbak" ucap maira sambil mengangkat tangannya, dan tak lama ada pelayanan yang menghampiri mereka


"iya mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut


"saya mau ayam nya 2 yah mbak, kak bram mau makan apa? " ucap maira

__ADS_1


"kakak samakan aja Ra, " jawab bram


"yah sudah ayam nya 3 yah mbak, trus minunnya tea putih aja yah mbak semuanya" ucap maira


"baik, saya ulangi lagi yah, ayam tiga porsi dan tea putih juga tiga" ucap pelayan itu


"iya mbak" jawab maira, dan pelayan tersebut kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan mereka.


setelah beberapa menit pesanan sudah siap, dan mereka langsung memakan makanan itu. tapi bram diam diam memfoto maira yang sedang minum.



"ihhhh kakak kol fotoin aku diam diam sih.... tidak mau, pasti itu jelek banget. fotokan lagi kak" ucap maira


"enggak, siapa yang foto kamu jangan ke GRan yah.... kakak cuma main hp aja, tidak foto kamu" jawab bram


"pokoknya fotokan aku sekarang, mumpung belakang aku background nya bagus banget, " ucap maira


"iya iya kakak fotokan kamu sekarang" jawab bram


1 2 3



"lagi lagi.... " ucap maira lagi


1 2 3



" ihhhh om tante, diam dong.... lendy kan mau makan, jangan belisik bisa tidak sih. kalau belisik nanti makanannya di ambil cetan loh... mau tidak makan kalian makanannya di ambil cetan tlus kalian tidak makan tlus kalian mati" ucap rendy sambil sewot

__ADS_1


"iya iya.... maaf, tidak lagi lagi deh... yah sudah kita makan tanpa bicara deh kalau begitu" ucap maira sambil menahan malu


"BAGUS" jawab rendy


__ADS_2