Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 103


__ADS_3

ramma menunggu maira di depan pintu toilet, setelah beberapa menit maimra keluar dari toilet dengan wajah yang lain bih fres, walaupun masih terlihat sembab tapi masih lebih mending dari pada tadi.


"ayo kita ke atas" ucap ramma sambil menggandeng tangan maira


"ehhh tunggu bang, jangan gandeng tangan aku, bisa curiga semua anak ini nanti" jawab maira sambil melirik kesegala arah takut ada anak yang melihat


"memang kenapa dek... yah biarin dong, biar mereka tahu semua kalau kamu itu adik abang, yahh jadi biar tidak ada yang macam macam sama kamu" ucap ramma yang bingung


"enggak ahh... biarkan saja mereka tidak tau siapa maira yang sebenarnya bang, maira di sini itu tidak mau mencari popularitas cuma gara gara mereka rau kalau maira adik pemilik kampus. biarkan mereka hanya tahu maira itu anak orang biasa yang yang sedang mencari ilmu di kampus ini, jadi biarkan saja itu terjadi" jawab maira sambil menurunkan nada bicaranya


"yah sudah terserah kamu, sekarang kamu ikutin abang yah ke atas yah.. jangan lari lari lagi, capek tahu nyari in kamu tadi" jawab bram dan maira langsung berjalan di belakang ramma


******


"haduhhhh kenapa gue tadi bisa ngomong kaya gitu yah ke maira, kenapa sih ini mulit tidak bisa di jaga" ucap bram yang frustrasi


"iya kak, aku juga kaget tadi sampai maira semarah itu ke kak bram" ucap vita


"lagian itu siapa sih reno yang kamu maksud itu, kenapa tiba tiba kamu sebut nama dia tadi" tanya satria pada bram


"reno iti salah satu mahasiswa di kampus ini, dia kayaknya suka sama maira, trus dia ngaku ngaku jadi pangeran nya maira" jawab bram


"yahh bagus dong, berarti di sini maira bisa menemukan kekasih, lagian loe tidak cinta kan sama maira, tapi kenapa loe yang kaya orang cemburu" ucap satria


(entahlah... gue bingung mau bersikap kaya bagaimana, hati gue tidak senang saat ada laki laki lain yang dekat dengan maira, tidak mungkin kalau gue cemburu. ahhhh bramm seharusnya loe lebih bisa mengontrol diri loe sendiri) suara hati bram


"yahh ini semoga kak ramma bisa menemukan maira dan menghibur dia kembali" ucap alin yang juga merasa gelisah


"iya semoga saja" jawab vita


*******

__ADS_1


"assalamualaikum" ucap ramma dan maira


"waalaikum salam" jawab semua orang yang ada di ruangan itu


"MAIRA" ucap bram dan spontan langsung memeluk tubuh maira dengan sangat erat, tapi sedangkan maira hanya diam dan tidak merespon apa apa


semua mata terkejut dengan tingkah aneh bram yabg main peluk maira saja, bahkan kini mereka sudah seperti kekasih yang sudah lama terpisah lalu di pertemukan lagi.


ramma melihat adiknya dengan senyuman, ramma tau apa yang maira rasakan sekarang. sehingga ramma memilih untuk memecah keadaan tegang itu.


"woyyy... main peluk peluk aja loe, adek gue bukan boneka yang bisa loe peluk dan mainin sesuka hati loe, inget brother laki laki sejati tidak akan pernah mau memainkan boneka" ucap ramma sambil me merangkul maira


"hemmm.... Ra... maafin kak bram yah, kak bram benar benar tidak bermaksud membuat kamu nangis kaya tadi, kamu mau kan maafin kakak" ucap bram sambil memegang tangan maira


"iya kak, maira maafin." jawab maira


"kamu mau minta apa ke kak bram Ra, kakak akan turutin semuanya, tapi kakak mohon jangan diam seperti ini ke kakak, kakak tidak akan membuat kamu menangis lagi, kakak janji" ucap bram sambil menatap sendu ke arah maira


mereka sudah mulai tertawa kembali, mereka memutuskan untuk pergi makan di resto yang dekat dengan kampus. mereka semua berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobil mereka.


"ra kamu sama kakak yah" ucap bran sambil menahan tangan maira


"iya kak, aku sama kakak aja, aku juga tidak mau jadi obat nyamuk di antara mereka he he he he " jawab maira


"yah sudah ayo masuk ke mobil" ucap bram


"bang maira sama kak bram yah, kakak duluan aja kita ngikutin dari belakang yah... " ucap maira ke ramma


"iya sayang, bram... titip maira yah... jangan di buat nangis lagi, dia anak baik jangan buat dia menderita" ucap ramma ke bram


"tenang aja bram, gue bakalan jagain maira dengan jiwa raga gue. gue tidak akan buat air matanya tumpah lagi, tadi itu tidak tau kenapa gue sampai bisa ngebuat dia nangis, tapi gue janji hal itu tidak akan terulang kembali" jawab bram

__ADS_1


"gue pegang omongan loe bram" ucap ramma sambil menepuk pundak bram


(bang ramma kenapa bilang seperti itu sih. aneh banget apa bang ramma ikut sakit hati yah, atau bang ramma ingin sedikit demi sedikit ngebuat kak bram jadi peka yah) suara hati maira


"Ra kenapa kamu jadi melamun sih, apa yang lagi kamu fikirkan" tanya bram saat melihat maira sedang melamun


"ehhh enggak kak, aku tidak apa apa, hanya lapar saja dan aku lagi mikir nanti mau makan apa" jawab maira


"yah sudah kita berangkat sekarang yah....... nanti di sana kamu bebas mau makan apa aja boleh" jawab bram


" iya kak terimakasih yahh" jawab maira


setelah bebebrapa menit mobil mereka semua sudah sampai di depan resto yang di maksud, dan mereka semua turun untuk mencari tempat duduk.


setelah mendapatkan tenpat duduk yang pas, mereka langsung memesan makanan dan setelah selesai makan mereka langsung pulang ke rumah masing masing, kali ini maira bersama ramma dan vita agar bram bisa langsung pulang.


*****


setelah beberapa menit mobil ramma sudah memasuki halaman rumahnya, mereka langsung masuk ke dalam rumah.


"Bik dimana semuanya" tanya ramma sama bi sumi


"nyonya ratih dan semuanya ada di halaman tuan" jawab bi sumi


ramma, vita dan maira langsung pergi ke halaman belakang untuk menyapa semua keluarga, setelah itu mereka langsung pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih dan juga istirahat sebentar.


masih tidak bisa di pungkiri kalau maira masih terus memikirkan kejadian tadi, sebenarnya maira ingin menyerah untuk berharap cinta bram, tapi hatinya masih tidak bisa melupakan bram begitu saja.


"apa aku harus lebih dekat dengan laki laki lain aja yah, dan berusaha untuk bisa membuka hati, agar aku bisa sedikit demi sedikit lupa dengan kak bram." ucap maira pada dirinya sendiri


"iya, aku harus berusaha bisa melupakan perasaan ini dengan cara dekat dengan laki laki lain" ucap maira

__ADS_1


__ADS_2