Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 246


__ADS_3

adinda duduk sendirian di taman bunga, yang ada di belakang villa milik ramma, dia ingin sekali menikmati udara sore di daerah pegunungan.


"dinda... " ucap vita yang datang mendekati adinda


"mami.... kenapa mi... " jawab adinda pada vita


"tidak sayang... mami cuma bingung aja. dimana putri mami yang cantik ini kok tidak ikut kumpul di ruang tengah" ucap vita


"adinda masih suka di sini mi... jadi adinda ingin menghabiskan waktu di alam terbukaseperti ini" jawab adinda


"adinda masih merasakan sakit itu sayang, apa adinda ingin periksa lagi... kalau adinda mau, mami akan dengan senang hati mengantar adinda buat periksa ke dokter" ucap vita


"tidak mami sayang.... adinda sudah merasa tubuh adinda sehat srkali kok, adinda juga tidak merasakan sakit itu lagi, mungkin kemarin adinda sempat sakit, tapi adinda rasa itu karena adinda kelelahan aja kok, tidak ada yang lain" jawab adinda


"Alhamdulillah kalau begitu.... tapi adinda harus bisa jaga diri adinda sendiri yah... jangan terlalu kelelahan, tubuh adinda itu berbeda dengan tubuh anak anak lain yang sehat. jadi jangan terlalu diforsir yah... banyakin istirahat " ucap vita


"iya bun... bunda tenang aja yah... jangan khawatir, untuk urusan adinda biar reno yang menjaga. karena adinda kini sudah menjadi bagian dari diri reno sendiri, kalau sampai adinda sakit, reno pasti juga akan sakit" ucap reno yang tiba tiba ikut dalam obrolan adinda dengan vita


"reno... sini sayang.... " ucap vita sambil menggandeng tangan reno,


vita menyatukan tangan reno dengan tangan adinda, dia memegang tangan keduanya dan memberika kata kata agar reno bisa menjaga adinda.


"reno... bunda percaya sama kamu, kalau kamu bisa menjaga adinda..... kamu putra bunda dan kamu dinda putri mami, mami ingin sekali kalau kalian bisa bersatu dan ikut kalian hidup dengan ikatan suami istri " ucap vita pada reni dan adinda

__ADS_1


"bunda tenang aja yah... reno akan mewujudkan semua keinginan bunda, reno akan menikah dengan adinda di saat adinda sudah siap untuk menikah" jawab reno


"adinda sudah siap kok menjadi istri kak reno, dan adinda juga siap untuk menikah kapan pun itu, tapi... adinda takut kalau semua teman teman kampus adinda tidak bisa menerima itu, soalnyakan kak reno itu dosen dengan jumblah fans fanatik terbanyak di kampus" ucap adinda


"yah kalau begitu gampang sayang, kalian sembunyikan saja status pernikahan kaliam, jadi hanya orang terdekat saja yang kalian undang, tapi mereka suruh tutup mulut soal pernikahan kalian. mami akan bilang sama papi dan kakak kamu dinda, untuk meminta pendapat mereka semua" ucap vita yang sangat bahagia


"mami yakin dengan itu semua, apa itu tidak terlalu cepat buat memutuskan pernikahan. lagian kak rendy juga belum menikah, adinda ingin menikah setelah kak rendy menikah aja mi" jawab adinda


"kamu bilang sama kakak mu, bileh tidak kamu menikah duluan, kalau kakak mu mengijinkan yah berarti tidak apa apa, cuman nanti kamu tanya sama rendy, dia mau di kasih hadiah apa sebagai ganti karena kamu melompati dia untuk menikah" ucap vita


"tapi adinda masih merasa tidak enak sama kakak mi... kakak sudah baik banget sama dinda, masa iya dinda masih harus minta kerelaan kakak buat kasih ijin adinda menikah dulu" jawab adinda


"tidak apa apa sayang.... kalau dinda ingin menikah terlebih dahulu juga tidak apa apa, kakak akan menikah tahun depan aja kalau begitu. lagian kakak masih harus mencari keberadaan paman dan bibi nya indah, dan itu madih harus memakan waktu" jawab rendy yang datang bersama indah


"iya din... tidak apa apa kalau kamu mau menikah dulu, lagian tahun depan juga cuma tinggal tunggu beberapa bulan lagi, itu tidak lama kok... mbak indah seneng banget kalau kamu banyak yang jaga, apa lagi reno sangat sayang sama kamu" ucap indah sambil memegang tangan adinda


"iya pak ramma... berarti sebentar lagi kita akan menjadi jeluarga beneran pak ramma, saya senang sekali karena, reno akan mendapatkan menikah debgan putri yang cantik dan baik seperti adinda" ucap dokter Bimmo


"dokter bimmo bisa aja, " ucap adinda yang malu


"jangan panggil dokter kalau begitu, panggil aja papa seperti reno memanggil saya, kamu akan menjadi putri saya" jawab dokter bimmo pada adinda


"kalau begitu, reno... kamu panggil saya papi yah mulai dari sekarang jangan panggil om lagi" ucap ramma

__ADS_1


"wahh ini tinggal arjuna dan ariel yang belum mendapatkan jodohnya, jun... riel... apa kalian mau tunggu papa mencarikan jodoh sama kalian hah... " ucap satria pada arjuna dan ariel


"papa apaan sih... arjuna itu ingin sukses terus seperti kak rendy dan kak reno, kalau arjuna sudah seperti kalian, pasti nanti perempuan akan datang sendiri. iyakan riel" ucap arjuna


"yo'i... itu pasti, kalau kak rendy dan kak reno mau menikah yah tidak apa apa, kan mereka sudah sukses, tapi kalian harus siap siap untuk ke salip sama kita, karena kita akan lebih sukses di banding kalian yang menikah duluan ha ha ha ha" ucap Ariel


"aamiin... " ucap semua keluarga yang sedang kumpul di halaman belakang


setelah mereka berkumpul bersama dan saling cerita cerita, kini mereka tinggal bersiap siap, untuk pulang besok. tapi mereka sepakat untuk pulang nanti malam setelah sholat isya'.


setelah sholat maghrib, mereka ingin pergi ke perkebunan buat berpamitan sama para karyawan, dan ramma juga memberikan sedikit bonus buat semua karyawan, karena belum tentu ramma akan ke desa itu lagi.


"assalamualaikum semuanya, saya di sini ingin berpamitan dengan kalian semua, karena saya dan keluarga tidak bisa tinggal lama lama jadi hari ini saya dan krluarga akan pulang kembali ke jakarta " ucap ramma


"iya pak ramma dan keluarga, kami juga minta maaf kalau ada penyambutan yang kurang berkenan, kami juga berharap kalau pak ramma dan keluarga bisa sering sering berkunjung ke desa ini lagi" ucap pak kades


"mbak adinda... hati hati yah di jalan, saya doakan mbak adinda dan keluarga bisa terus sukses dan hidupnya di limpahkan dengan kebahagiaan" ucap dini pada adinda


"iya dini... terima kasih yah... kamu harus ingat yah... saya tunggu kamu di jakarta, dan di kampus saya" jawab adinda


"hemmm lebay banget sih... pulang mah tinggal pulang aja, lagian kamu kenapa sih din, cari muka banget" ucap anak pak RT


"lasmi... jaga omongan kamu, jangan seperti itu." ucap orang tua lasmi yang menjabat sebagai ketua RT di desa

__ADS_1


adinda memberikan kode pada semua keluarga nya agar tidak memperpanjang masalah tersebut, mereka lebih memilih untuk diam dan tidak menanggapi omongan lasmi itu.


setelah acara perpisahan dengan semua warga desa, mereka mengambil barang bawaan mereka dan setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan pulang kembali ke jakarta, agar besok mereka tidak telat untuk ke kampus dan ke kantor.


__ADS_2