
Alin kali ini sudah sampai di kantor terlebih dahulu, alin memang sengaja datang pagi hari untuk membereskan dan merapikan ruangan satria, dia menatah semua berkas dan memasukan kembali semua buku yang berserakan di meja.
Ini memang bentuk ucapan terimakasih alin untuk satria yang kemarin sudah baik banget mau membelanjakan dirinya bahkan mentraktir makan, karena memang satria tidak terbiasa untuk makan di bayari perempuan jadi alin pasrah saja menerima semuanya.
Setelah selesai membereskan ruangan satria, alin langsung pergi ke pantry untuk membuatkan kopi buat satria, karena memang kopi harus sudah tersedia di atas mejah sebelum satria datang.
Setelah selesai semua, kini waktunya alin buat ngecek semua berkas yang akan di bawa besok. Bahkan rencananya alin dan ayu adalah ikut pulang bersama satria dan bram untuk menyiapkan koper yang akan di bawa besok, karena alin dan ayu tidak mau di salahkan kalau sampai ada barang yang tertinggal, bahkan alin dan ayu sendiri sudah menyiapkan koper mereka agar besok tinggal bawa saja.
*****
“selamat pagi pak satria” sapa resepsionis yang hanya di balas anggukan sama satria
“selamat pagi pak satria” sapa pegawai A
“selamat pagi pak satria” sapa nita dengan memberikan senyuman centilnya tapi sayangnya tidak di tanggapi sama satria
(ihhh susah banget sih, buat ngedeketin pak satria. Tapi kenapa sih alin bisa cepat akrap sama pak satria. Awas aja yah loe lin, gw akan beri loe pelajaran) ucap nita dalam hati, saat melihat punggung satria yang berjalan ke arah lift
“selamat pagi pak satria” sapa alin sambil tersenyum dan menundukan pandangannya tapi tetap sama satria tidak menjawab hanya melirik saja dengan sedikit senyuman
“sabar lin... berfikiran positif saja, mungkin tuh sih om lagi sakit gigi atau sedang sariawan jadi dia malas untuk membuka mulutnya” ucap Alin untuk menenangkan hatinya.
Satria yang masuk ke ruangannya cukup terkejut karena tidak seperti biasanya, kini ruangannya terlihat rapi dan bersih bahkan sudah ada secangkir kopi yang siap untuk di minum, bahkan udara di ruangnnya kini terasa segar karena ventilasi udara sudah di buka sejak alin datang ke kantor.
(enak juga yah punya asisten, jadi semuanya tinggal pakai dan menikmati saja. Dan kopi ini suhunya juga sangat pas untuk langsung di minum, tidak terlalu panas dan tidak dingin juga. Pinter juga sih alin, jam berapa yah kira-kira dia datang tadi) suara hati satria yang sedang meminum kopi dengan melihat pemandangan dari jendela ruangannya
Tokk...Tokk..Tokk.. (pintu ruangan satria di ketuk) dan alin langsung masuk tanpa menunggu perintah dari satria
“permisi pak, saya mau membacakan jadwal bapak hari ini” ucap alin yang sedang berdiri di belakang satria
“hemmm” jawab satria sambil memposisikan dirinya duduk di kursi kebesarannya
__ADS_1
(hemm beneran kan nie orang lagi sariawan, semoga lekas sembuh deh pak) suara hati alin
“hari ini bapak tidak ada meeting di manapun, Cuma memang harus menyelesaikan berkas yang akan di bawa besok. Setelah tuan ramma dan pak bram datang nanti kita akan selesaikan bersama-sama di ruang meeting, sudah pak itu saja. Saya akan kembali ke ruangan saya, dan saya akan kasih tahu bapak kalau tuan ramma dan pak bram sudah datang” ucap alin dengan nada yang sangat sopan dan dia tidak pernah lupa dengan senyumannya
“hemmm iya terimakasih” ucap satria
“ohh sudah sembuh toh sariawannya, gw kira hanya bisa jawab dengan hemm hemm dan hemm” gerutu alin yang samar-samar terdengar oleh satria
“kamu bilang apa tadi vita? Kalau ngomong yang jelas dan pastikan pakai bahasa manusia jangan bahasa alien kaya tadi” ucap satria dengan mata menyelidik
“ohh tidak pak, saya tadi hanya memuji bapak, karena hari ini bapak terlihat sangat tampan” ucap alin dan langsung pamit untuk kembali ke ruangannya
Tak lama vita dan ramma mulai memasuki kantor secara bersama-sama, banyak juga karyawan yang menyapa ramma tapi ramma lebih bersikap dingin dan tidak mengindahkan sapaan mereka, sedangkan vita yang selalu melempar senyuman kepada semua karyawan kantor hingga dia memasuki lift bersama ramma.
Setelah pintu lift terbuka ramma dan vita langsung keluar dan berjalan menuju ruangannya, di perjalannan vita dan ramma bertemu dengan alin yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“pagi tuan ramma” sapa alin ke ramma
“iya pagi, oh iya kamu segera bilang ke satria yah, saya tunggu di ruangan meeting karena bram dan ayu juga mau sampai” ucap ramma ke alin
Tokkk...tokk... tok... (suara pintu di ketuk) dan alin langsung masuk ke ruangan satria
Tapi ternyata satria tidak ada di tempat duduk kerjanya, jadi alin langsung memberanikan diri untuk lebih masuk ke ruang pribadi milik satria karena memang kemarin satria juga sudah ngasih ijin ke alin untuk bisa memasuki ruang pribadinya tersebut
Tokkk...tokk..tok... (suara pintu di ketuk)
“maaf... apa bapak ada di dalam, alin masuk yah pak” ucap alin sambil membuka ruangan tersebut, dan betapa terkejutnya alin saat melihat ruangan itu seperti kamar pribadi yang sangat bagus apalagi didominasi warna hitam, abu-abu dan putih segingga terkesan sangat mewah
“ada apa lin, kamu mencari saya” ucap satria yang baru keluar dari kamar mandi
“ehhmm tidak pak, itu tadi bapak di suruh tuan ramma untuk datang ke ruang meeting, karena pak bram dan ayu juga sudah mau sampai” ucap alin pada satria
__ADS_1
“oke nanti kamu bawakan berkas-berkasnya” jawab satria
“iya pak siap” jawab alin dan langsung keluar untuk mencari berkas-berkas yang diperlukan
******
Bram dan Ayu baru saja tiba di kantor, bram dengan naik mobil pribadinya sedangkan ayu menggunakan ojol, ayu memang sengaja tidak menggunakan mobil karena dia hari ini terlambat bangun jadi lebih memilih menggunakan ojol biar cepat sampai ke kantor.
“pagi pak” sapa ayu yang melihat bram jalan menghampirinya
“kamu kenapa tidak bawa mobil sendiri yu?” tanya bram ke ayu
“iya pak, tadi ayu bangunnya telat, jadi ayu tidak mau telat juga datang ke kantor karena harus naik mobil. Kalau naik ojol kan bisa nyelip-nyelip biar cepat sampai he he he he” jawab ayu
“yah sudah ayo masuk, semua orang sudah menunggu kita di dalam” ucap bram
Kini mereka berjalan bersama memasuki kantor, dan yang pasti akan menjadi pusat perhatian dari semua orang yang ada di kantor. Termasuk dina CS, yang selalu tidak suka dengan apa pun yang dilakukan sama ayu, vita, dan alin.
“g*la kenapa pak bram bisa deket sama sih ayu sih, sebenarnya ini ada apa sih.. kenapa semua idola kita dekat dengan anak-anak itu” ucap ana yang memandang tidak suka melihat ayu dekat dengan bram
“pak bram tunggu” teriak ana, sedangkan dina dan nita mengikuti ana
“dina, ana, nita. Ada apa kalian memanggil saya” ucap bram
“tidak pak, saya Cuma kangen saja melihat bapak, sudah satu minggu kami kan tidak ke kampus” ucap ana, sedangkan ayu hanya memasang wajah tidak suka dengan kecentilan mereka
“bapak kok sama sih ayu sih pak, tumben banget bapak bisa dekat dengan mahasiswa kaya dia” ucap ana sambil memandang syirik ke arah ayu
“ayu, vita, dan alin magang di perusahaan ini, dan dia di jadikan asisten saya sama tuan ramma, sedangkan alin menjadi asisten pak satria dan vita menjadi asisten tuan ramma sendiri” ucap bram pada anak-anak itu
“hahhh kok bisa sih pak .....” jawab ana, tapi sebelum ana menyelesaikan ucapannya sudah di potong sama ayu
__ADS_1
“pak, ini kita sudah di tunggu loh di atas” ucap ayu, dan bram sendiri langsung melangkahkan kaki menuju lift
Sedangkan ana, dina, dan nita benar-benar tidak suka dengan apa yang mereka dengar, sehingga mereka kini mulai menyusun rencana untuk menghancurkan vita dan teman-temannya.