Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 167


__ADS_3

adinda menunggu sendirian di halte itu, tidak ada orang lain yang bisa dia jumpai di halte itu, memang belum waktunya jam pulang kantor jadi kondisi jalan masih sepi.


"haduhhh aku harus bagaimana yah... kok jadi takut sendirian di sini" ucap adinda pada dirinya sendiri


"itu orang siapa yah... kenapa dia lihatin aku begitu banget, serem lagi wajahnya"


"sudah aku telpon kak rendy aja deh, aku takut"


tuttt... tutt... tut... suara nada sambung telpon adinda


rendy : iya sayang kenapa


adinda : kak, tolongin adinda, adinda takut


rendy : tolongin apa, kamu di mana sekarang


adinda : adinda ada di halte yang dekat dengan mall milik papi, ada orang yang lihatin adinda rerus kak... adinda sendiri di sini, adinda takut


rendy : kamu tenang dulu din, kakak akan segera kesana


adinda : kak... cepetan... orangnya berjalan mendekat kak... adinda takut


rendy : kamu jangan matikan telpon ini yah, terus ngomong sama kakak. kamu lari cari tempat ramai, atau kalau perlu masuk ke dalam mall lagi


adinda : iya kak... adinda lari sekarang, tapi orangnya kejar adinda kak.... kak cepetan, adinda takut hiks.. hiks...


rendy : kakak jalan sekarang, kakak bersama arjuna dan ariel, kakak sudah masuk mobil


adinda : cepetan....


arjuna : din... kamu cari tempat yang rame sekarang, kamu terus lari


adinda : cepetan... tolongin aku, orang itu terus kejar aku.... aku tidak bisa kembali ke mall, karena harus naik jembatan layang dulu, di jembatan itu juga tidak ada orang


arjuna : kamu tenang din... jangan panik, terus lari din. kita akan cari kamu lewat GPS ponsel kamu jadi usahakan ponsel tidak mati ataupun jatuh


adinda : ahhhhh..... mau apa kalian, jangan dekat dekat.... aku bisa teriak yah....


"ADINDA" teriak arjuna, aril dan rendy

__ADS_1


"kak... buruan kak.... adinda dalam bahaya" ucap ariel


arjuna : din... kamu kenapa, kita sudah dekat sama tempat kamu... din... jawab..


adinda : kalian mau bawa aku kemana, lepasin.... (sudahlah cantik... jangan galak galak... kita hanya mau nemenin kamu saja kok)


"berengsek, tidak akan gue biarin tangan mereka menyentuh adik gue" ucap rendy dengan nada marahnya


adinda : kak.... kalian di mana.... kak kaki adinda sakit, adinda lagi lari sekarang, adinda berhasil tendang ************ mereka, tapi mereka masih kejar adinda


arjuna : kamu tahan din, terus aja lari. kalau perlu sembunyi


adinda : aku tidak tahu ini di mana, semuanya hanya kebun... sepertinya aku terlalu jauh berlari


adinda bersembunyi di balik semak semak, dengan nafas yang tersengal sengal adinda meringkuk ketakutan.


"cantik... kamu di mana, jangan bermain petak umpat yah" ucap preman itu sambil memukulkan sebatang kayu ke semak semak


"cantik.... cepat keluar, kita janji akan bermain dengan kelembutan " ucap preman itu


adinda hanya bisa menangis sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan agar dia tidak bersuara. matanya kini memerah karena ketakutan dan badannya pun mulai gemetar.


"ha ha ha ha sudah kita bilang, kamu tidak akan bisa sembunyi dari Kita " ucap preman


adinda langsung menginjak kaki preman itu dengan sekuat tenaga, dan dia langsung memukul preman itu dengan kayu yang ada di sekitar dia.


setelah itu adinda berlari menjauh dari preman itu, tapi sayang preman itu melempar kayu panjang hingga terkena kaki adinda.


"ahhhh... kaki ku... hahh kaki ku sakit banget" teriak adinda


"ayo din lari din... jangan menyerah, ayo lari din... " ucap adinda untuk dirinya sendiri


*****


"kak... itu adinda" teriak ariel sambil menunjuk perempuan yang sedang di kejar dua preman


mobil rendy langsung menghadang preman itu, dan mereka bertiga langsung turun dari dalam mobil dan langsung menghajar preman itu


rendy, ariel, dan arjuna menghajar preman itu dengan membabi buta, sampai kedua preman itu terkapar.

__ADS_1


"riel, telpon polisi sekarang, jangan biarkan mereka bisa lolos dengan begitu mudah " teriak rendy pada ariel


adinda melihat saudaranya berantem menghajar preman preman itu, hanya bisa nangis karena takut dan juga karena rasa sakit di kakinya.


rendy yang melihat adinda langsung berlari memeluk adiknya itu sembari menenangkan adinda. arjuna mengikat kedua preman itu agar dia tidak bisa kabur.


"kakak..... hiks... hiks... adinda takut" tangis adinda pecah di pelukan rendy


"sudah... sudah... kakak di sini, kakak akan jagain kamu, kamu jangan takut lagi yah... " jawab rendy


adinda hanya bisa menangis di pelukan rendy, karena kejadian tadi cukup membuat dia syok dan tidak dapat berkata kata lagi.


tak lama polisi datang, dan membawa preman itu untuk diperiksa lebih lanjut. rendy, arjuna dan ariel tidak akan membiarkan preman itu bisa hidup tenang, karena sudah berani menyakiti saudara yang paling mereka sayangi.


"sudah din... kamu aman sekarang" ucap arjuna pada adinda yang masih menangis


"iya din, kamu jangan takut lagi" ucap Ariel


tapi adinda hanya bisa menangis tanpa melepaskan pelukannya di tubuh rendy, dan tak lama adinda tiba tiba pingsan dan tidak sadarkan diri.


mereka bertiga bertambah panik, rendy langsung menggendong tubuh adinda dan dibawa masuk ke dalam mobil untuk di larikan ke rumah sakit, arjuna yang menyetir mobi dan ariel duduk di samping arjuna.


mereka bertiga tidak berani mengabari kondisi adinda pada keluarga, karena mereka yakut semuanya akan jadi panik, sehingga mereka menunggu adinda di periksa terlebih dahulu.


tak lama mobil mereka sampai di rumah sakit, dan rendy langsung membawa adinda untuk masuk ke ruang UGD , dokter menyuruh mereka untuk menunggu di luar.


******


"dok... bagaimana keadaan adik saya" ucap rendy pada dokter


"anda tenang saja yah pak, adik anda tidak apa apa, dia hanya tertekan dan syok saja, itu yang membuat dia tidak sadarkan diri, kaki pasien juga tidak apa apa cuma terkilir saja, cukup istirahat beberapa hari, jangan terlalu banyak bergerak, untuk sementara waktu kalau mau jalan bisa menggunakan tongkat dulu yah sebagai penopang " ucap dokter


"alhamdulillah, apa dia bisa di ajak pulang dok sekarang" tanya arjuna


"iya silahkan kalau mau di bawah pulang, karena tidak perlu rawat inap, padien juga sudah sadar. tapi selesaikan pembayaran terlebih dahulu dan tebus beberapa obat untuk pengholang rasa nyeri di kakinya" jawab dokter


"iya dok terima kasih" jawab mereka bertiga pada dokter


rendy langsung menemui adinda, arjuna membayarkan biaya rumah sakit adinda dan ariel menebus obat adinda dan sekalian membeli tongkat untuk adinda berjalan.

__ADS_1


setelah itu adinda di ajak pulang, namun rendy masih harus menggendong adinda sampai ke mobil, karena dia tidak mau kalau adiknya sampai kenapa napa.


__ADS_2