Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 254


__ADS_3

matahari sudah berasinar terang, dan kini adinda ingin bersiap siap untuk berangkat ke kampus nya bersama maira dan alin. mereka akan memberikan surat ijin buat acara pernikahan adinda yang akan di selenggarakan besok.


setelah beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai di kampus. maira memparkirkan mobil nya dan setelah itu mereka jalan kaki, yang pertama mereka ke fakultas kedokteran dulu, dan setelah itu mereka ke fakultas IT untuk menjemput arjuna dan ariel.


"permisi pak... ini saya mau ngasih surat ijin saya untuk tidak masuk ke kampus selama 1 minggu karena ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan bersama keluarga besar " ucap adinda


"emangnya urusan apa kalau boleh tahu?" tanya dosen penjaga


"maaf pak saya tidak bisa kadih tahu, karena ini benar benar urusan keluarga, kalau tidak percaya bapak bisa tanya sama tante saya ini. " jawab adinda


"iya pak... saya mohon maaf sekali, karena urusan ini sangat mendadak, jadi ijinnya juga mendadak. dan memang adinda tidak bisa ikut kuliah selama 1 minggu ini" ucap maira yang meyakinkan dosen itu agar tidak banyak tanya


"iya... baiklah kalau begitu, yah sudah kamu boleh ijin. tapi surat ini hanya berlaku satu minggu saja, jika lebih, kalua akan di angvap membolos dan itu akan mempengaruhi hasil IPK kamu di akhir semester " ucap dosen penjaga


"iya pak... saya janji cuma satu minggu saja, dan setelah itu saya akan aktif dalam kuliah lagi" jawab adinda


setelah selesai di fakultas adinda, nereka pergi ke fakultas IT untuk memberikan surat ijin buat Arjuna ada ariel, karena memang jika di fakultas IT, untuk ijin tidak masuk lama, suratnya harus di berikan secara langsung sama orang tua dan tidak boleh di wakilkan.


"permisi pak... " ucap maira


"iya bu... apa ada yang bisa saya bantu" jawab dosen penjaga akademik fakultas IT


"iya pak... ini saya orang tua dari arjuna, dan ini orang tua dari ariel, kami ke sini ingin memberikan surat ijin karena dalam satu minggu ke depan mereka tidak bisa ikut kuliah di kampus, karena ada beberapa urusan yang sangat penting yang harus mereka kerjakan. jadi saya mohon pengertiannya " ucap maira


"kenapa lama sekali yah bu...? " tanya dosen penjaga

__ADS_1


"iya pak... karena memang urusan ini sangat penting, dan mereka berdua juga sangat di butuhkan dalam keluarga jadi mohon pengertiannya " ucap alin yang mencoba menjelaskan


"iya .. berarti arjuna dan ariel itu saudara yah dengan gadis cantik di belakang ibu itu" ucap dosen itu dengan menunjuk adinda


"ohh iya pak... ini keponakan saya, tepatnya kakak perempuan dari ariel dan Arjuna. dia tadi juga sudah ijin ke fakultas nya dan mereka memberi ijin" ucap maira


"iya bu... surat ijin ini saya terima, dan selama satu minggu ke depan absen mereka akan berubah ijin tapi setelah satu minggu absen nya akan berubah normal lagi, jadi kalau mereka tidak maduk maka absen nya akan merah" ucap disen itu


"iya baik lah pak terima kasih" jawab alin dan maira


"dinda.... kamu telpon arjuna atau ariel tanyakan mereka ada di mana" ucap maira pada adinda


"iya tan" jawab adinda sambil mencari ponselnya di dalam tas.


"mama.... " teriak ariel saat melihat alin berdiri di loby fakultas dia


"ariel... juna... panjang umur vanget kalian. baru aja aku nau telpon" ucap adinda saat melihat mereka


"bagaimana suratnya apa sudah? " tanya arjuna yang penasaran


"sudah sayang... kamu tenang aja. yah sudah buruan ambil barang barang kamu di asrama, mama tunggu di parkiran, karena nanti malam kita akan berangkat ke hotel buat acara besok" ucap maira


"oke mam... " jawab arjuna


arjuna dan ariel langsung pergi ke asrama mereka untuk mengambil beberapa barang yang sudah mereka siapkan. sebenarnya arjuna dan ariel ijin kuliah selama satu minggu itu karena mereka ingin bebas dari beberpa pelajaran yang membuat mereka pusing beberapa hari ini, mereka ingin membantu rendy di kantor saja, dan berhenti sejenak dari dunia kampus.

__ADS_1


setelah mengambil barang barang itu. mereka langsung menyusul ke parkiran karena mobil mereka juga terparkir di sana, dan setelah itu mereka pergi bersama sama.


arjuna bersama maira, ariel bersama alin dan adinda, mereka pulang ke rumah, karena ingin menyiapkan beberpa barang yanga akan mereka bawa ke hotel, sebenarnya satria, bram dan ramma sudah menyiapkan semuanya di sana untuk keperluan selama di hotel.


karena acara pernikahan ini bersifat tertutup, jadi tidak terlalu besar dan meqah, hanya beberapa orang saja yang di undang dan mengetahui. pegawai kantor ramma dan rendy sendiri tidak mengetahui tentang pernikahan adinda. yang mereka tahu adalah rencana pernikahan dari rendy dan adinda yang akan di adakan bulan depan di tahun depan


******


setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah dengan selamat, dan mereka langsung masuk ke dalam rumah untuk menaruh barang bawaan mereka di dalam kamar.


sementara adinda pergi ke kamar vita untuk bertemu dengan maminya dan sedikit ngobrol bersama.


"mami.... " ucap adinda sambil ngetuk pintu kamar vita


"masuk dinda... tidak di kunci kok" jawab vita dari dalam kamar


adinda langsung masuk ke dalam kamar vita dan dia langsung memeluk vita dengan sangat erat.


"lohhh ini kenapa putri mami... kok jadi manja begini... padahal besok mau menikah" ucap vita


"ihhh mami.... emang kalau adinda sudah menikah tidak boleh maja yahh sama mami... adinda kan tetap putri mami... " jawab adinda sambil terus memeluk vita dengan sangat erat


"siapa yang tidak membolehkan... mami hanya takut sayang.... kalau mami semakin tidak bisa melepasakan adinda untuk menikah, karena mami masih ingin merasakan adinda yang seperti ini, yang selalu manja sama mami dan papi" ucap vita sambil memeluk balik adinda


"ahhh mami... adinda jadi sedih sekarang, adinda janji mi... adinda akan tetap menjadi adinda putri kecil mami... adinda tidak akan berubah kalau sama mami dan papi.... karena adinda juga tidak ingin kehilangan kasih sayang dari mami dan papi" jawab adinda

__ADS_1


"dinda tidak akan kehilangan kasih sayang mami dan papi ko... kasih sayang kami itu hanya untuk kalian berdua putra puti mami... dan itu tidak akan berubah.." jucap vita sambil memegang wajah adinda


adinda dan vita langsung berpelukan, karena vita juga tidak menyangka, kalau besok akan ada seorang pria yang akan menunggu tanggung jawab untuk menjaga dan menyayangi putrinya yang sudah dia besarkan dari kecil.


__ADS_2