Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 237


__ADS_3

setelah beberapa jam mereka di perjalanan akhirnya sampai juga di desa tempat villa ramma berdiri, villa itu bisa di bilang cukup besar karena memiliki pekarangan yang luas dan di depannya langsung menghadap perkebunan teh milik ramma.


adinda membuka atap mobil reno untuk menikmati udara segar khas pedesaan, ini adalah kali pertama adinda datang ke desa itu setelah sembuh dari sakitnya.


"bagus banget yah din.... pemandangan di sini, kayaknya betah deh kalau aku tinggal lama di desa ini" ucap reno


"iya kak... pemandangan di sini memang sangat bagus, apa lagi udaranya di sini sangat segar, orangnya juga rama rama, mangkanya aku senang bisa berada di desa ini" jawab adinda


"perkebunan ini milik om ramma juga din?" tanya reno


"iya kak.... perkebunan teh ini milik papi. papi sengaja membuat perkebunan ini buat menambah daya tarik wisata untuk datang di desa ini, kan lumayan bisa menambah perekonomian warga sini, apa lagi di dekat sini juga ada air terjun yang sangat bagus dan indah" jawab adinda


"ohhh iya... nanti kamu harus ajak kakak lihat air terjun itu yah... kita main air di sana" ucap reno


"iya kak... siap... nanti kakak akan adinda ajak buat keliling perkebunan dan juga pabrik teh di sini, trus kita lanjut ke air terjun " jawab adinda


"kakak akan tagih omongan kamu saat kita sampai di villa" jawab reno


"siap boss" jawab adinda


setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai dan langsung memarkirkan mobil mereka di garasi villa. semua warga menyambut kedatangan keluarga besar dirgantara, karena memang berkat keluarga dirgantara desa mereka bisa di kenal sama banyak orang dan perekonomian mereka bisa meningkat.


"selamat datang tuan ramma, nyonya vita dan keluarga, di desa ini... kami sangat senang karena tuan ramma bisa menyempatkan untuk berkunjung di desa ini lagi" ucap bapak kepala desa yang menyambut kedatangan mereka semua


"iya pak kades... terima kasih sudah menyambut kedatangan kita, ohh iya pasti kalian semua bertanya tanya siapa saja yang saya bawa ke sini, kenapa banyak sekali"

__ADS_1


"perkenalkan ini pitra pertama saya namanya rendy, dan yang di sampingnya ini adalah calon istri nya namanya indah, kalau ini pasti kalian tahu semua, ini istri saya vita, trus ini putri saya namanya adinda dan yang ini calon suami adinda namanya reno, di samping reno ada papanya namanya dokter bimmo"


"trus yang di sebelah sini, ini adalah adik perempuan saya, namanya maira, di samping maira itu suaminya namanya bram, dan di samping bram itu adalah putra mereka namanya arjuna. trus yang ini saudara saya namanya satria, dan ini istrinya namanya alin dan ini putra mereka namanya ariel. trus yang ini adalah mama tercinta saya namanya ratih"


"iya salam kenal dari warga sini, ohh iya kalau tuan ramma dan keluarga tidak keberatan, nanti malam warga mengadakan acara penyambutan di pendopo desa, kita makan makan bersama di sana" ucap pak kades


"ohh iya... terima kasih bapak bapak dan ibu ibu semuanya, nanyi malam kita akan dengan senang hati ikut dalam acara itu, terima kasih sekali lagi" jawab ramma


setelah acara penyambutan itu, ramma dan yang lainnya langsung masuk ke dalam villa, sedangkan para warga kembali ke pekerjaan mereka di kebun.


*******


"putri tuan ramma cantik banget yah... dulu waktu kesini dia masih kecil, sekarang sudah tinggi dan makin cantik" ucap salah seorang warga


"iya... sayang yahh sudah ada calon suaminya, kalau belum kan bisa coba coba untuk berbesan dengan tuan ramma yang kaya itu, he he he he" ucap warga


"iya yah... kenapa yah... orang kaya selalu mendapatkan pasangan yang kaya juga, dan kita yang orang miskin selalu mendapatkan jodoh yang sama miskinnya dengan kita. kalau begitu terus.... kita tidak akan pernah keluar dari kemiskinan" ucap salah seorang warga


"yahh mangkanya, kita harus giat bekerja... biar bisa keluar dari kemiskinan, kalau kitanya malas terus, yah kita akan terus berada di sini tidak akan pernah berkembang. kita jadikan mereka sebagai motivasi untuk terus giat bekerja, karena saya yakin mereka juga tidak instan saat mendapatkan kekayaan, jadi kita jadikan contoh keluarga mereka" jawab salah seorang warga


********


"mbak indah.... satu kamar sama adinda yah... jangan satu kamar sama kak rendy, nanti bahaya" ucap adinda


"iya din.... siapa juga yang mau satu kamar sama rendy he he he he" jawab indah

__ADS_1


"ohhh jadi kamu tidak mau datu kamar sama aku ndah... beneran tidak mau.... " goda rendy


"Tidak.... welkkk " ucap indah dan adinda bersamaan, lalu mereka berlari ke lantai atas untuk pergi ke kamar adinda


"ren.... loe satu kamar sama gue aja yah, biar dokter bimmo bisa lebih leluasa di kamar" ucap rendy ke reno


"iya oke... tmgue sih terserah " jawab reno


"riel... jun... kalian juga satu kamar yah, kamar kalian ada di lantai atas, sebelah kamar gue. " ucap rendy


"siap kak" jawab mereka berdua


"yah sudah sana.... kalian masuk aja ke kamar, langsung istirahat, nanti sore aja jalan jalan nya, kalian semua pasti capek" ucap vita dan mereka semua langsung naik ke lantai atas untuk masuk ke kamar


"sat.... bram... kamar kalian ada di atas juga yah... di atas ada 5 kamar soalnya" ucap ramma


"sayang kamar kita yang itu yah.... mama kamar mama ada di sebelah kamar ramma, dan dokter bimmo kamarnya yang ini" ucap ramma yang membagi kamar semua orang


mereka semua langsung masuk ke dalam kamar mereka masing masing, dan karena lelah berkendara, mereka langsung merebahkan badan mereka di atas ranjang besar mereka masing masing.


pemandangan yang paling bagus terdapat di kamar adinda, rendy, dan arjuna. karena kamar mereka langsung mengarah ke perkebunan teh yang membentang luas, apalagi di lihat dari lantai 2.


jika dari kamar satria dan bram langsung mengarah ke pabrik teh dan juga pepohonan pinus yang tinggi menjulang, jika kamar lantai bawah hanya bisa memandang pekarangan rumah yang di tata sedemikian rupa, agar nyaman dan asri saat di pandang.


mereka semua sangat bahagia bisa berkunjung di desa itu lagi, dan para warga juga sangat senang karena mereka kedatangan tamu yang spesial di desa mereka, keluarga dirgantara sangat di segani di desa itu karena tidak bisa di pungkiri, kemajuan desa mereka merupakan campur tangan dan bantuan dana dari ramma.

__ADS_1


********


__ADS_2