Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 236


__ADS_3

setelah sholat subuh berjamaah mereka semua bersiap siap untuk berangkat ke puncak, untuk liburan dan menginap di villa milik ramma.


"mami.... adinda mau tanya sama mami... ikut adinda ke kamar mami yah... " ucap adinda sambil menarik tangan vita


"kamu mau tanya apa sih din... kenapa harus ke kamar" jawab vita, namun adinda tidak menjawab hanya diam sambil menarik tangan vita


"dinda... yah sudah, kita sudah ada di kamar sekarang, kamu mau ngomong apa, buruan ini kita mau berangkat soalnya " ucap vita


"iya mi... adinda ngomong sekarang"


"mami... mami masih menyimpan kotak yang kata mami ingin mami kasih sama anak yang ada di panti itu tidak mi" tanya adinda


"kotak....? ohh iya... emang kenapa tiba tiba adinda tanya tentang kotak itu sama mami? " vita yang bertanya balik ke adinda


"ihhh mami... adinda tanya, malah di balas dengan pertanyaan... ada tidak sih mi... kotak itu" ucap adinda


"ada... mami masih simpan kotak itu, ada di dalam almari, emang kenapa sih.... " jawab vita


"mami bawa yah... kotaknya, karena nanti akan ada hubungannya dengan kotak tersebut, karena adinda punya kejutan buat mami" ucap adinda


"kejutan....? kejutan apa dinda? kamu suka banget buat mami penasaran aja sih" jawab vita


"yang penting sekarang mami ambil kotak itu, dan bawa yah mi kotaknya ke puncak, kalau tidak mami akan menyesal karena tidak mau nurut sama adinda" ucap adinda


"iya.... iya mami bawa kotaknya," jawab vita


vita langsung mengambil kotak yang di maksud kan iti, kotak itu masih tersimpan dengan rapi di almari yang ada di kamar vita. vita memasukan kotak itu di tas yang akan dia bawa ke villa, dan setelah itu mereka kembali berkumpul dengan beberapa keluarga di lantai bawah.


******


vita bersama ramma dan ratih, maira bersama bram, alin bersama satria, arjuna bersama ariel dan dokter bimmo, adinda bersama reno, dan rendy bersama indah. mereka membawa 6 mobil dan berjalan saling beriringan.

__ADS_1


"dinda... nanti kamu jangan tidur lagi yah.... " ucap reno


"hahhh emangnya kenapa kalau dinda tidur, kan enak jadi tidak ada yang cerewet di samping kakak" jawab adinda


"kakak malah ingin mendengar kamu cerewet din, dari pada kakak kamu gampar lagi seperti kemarin " ucap reno


"hahhh aku gampar kakak.... kapan? kenapa aku tidak sadar" tanya adinda yang terkejut


"kemarin... waktu kita pulang dari mall, kamu ketiduran di dalam mobil, dan waktu kakak mau bangunkan kamu karena sudah samlai di rumah, kamu malah gampar kakak dengan sangat keras" jawab reno sambil senyum menggoda dan melirik adinda


"kemarin.... ahhhh iya.... aku lupa... kakak.... maaf yah... adinda tidak sadar waktu itu.... seingat adinda yang bangunkan aku itu kak rendy, jadi aku memukul kak rendy, tapi ternyata itu kak reno.... maaf yah kak... adinda benar benar tidak sengaja " ucap adinda sambil menarik bibirnya ke bawah


"iya iya... tidak apa apa... itung itung itu perkenalan kakak terhadap kamu, dan itu berarti kakak jauh bisa mengetahui semua kebiasaan kamu" jawab reno sambil mengusap kepala adinda


"itu berarti kakak gendong adinda yah ke kamar....? " tanya adinda pada reno dan reno hanya menjaweab dengan anggukan kepala


(ohhh astaga.... jangan jangan yang aku cium waktu aku tidur itu bukan kak rendy, tapi itu kak reno yang aku cium.... haduhhh malu banget aku. tidak tidak... jangan pernah akuin itu dinda... anggap itu di bawah alam sadar kamu jadi kamu bisa bebas cium siapa saja) suara hati adinda


"ahhhh tidak tidak... adinda hanya mencoba mengingat kejadian setelah itu, tapi adinda tidak ingat apa apa" jawab adinda sambil memberikan senyuman palsu untuk reno


********


"ndah.... terima kasih yah... kamu sudah ngasih saran buat liburan bersama seperti ini" ucap rendy sambil memegang tangan indah


"iya sama sama, trus bagaimana keadaan adinda, apa tubuhnya mengalami perubahan yang signifikan ?" tanya indah


"entahlah... kita tidak akan pernah tahu tentang apa yang terjadi di tubuh adinda, sebelum di lakukan tes keseluruhan " jawab rendy


"tapi... jika aku lihat dari kemarin, adinda sudah lebih segar, dan tidak terlihat pucat lagi, dia juga lebih aktif sekarang, yah walaupun tubuhnya memang terlihat lebih kurus, tapi aku yakin sih... adinda hanya kecapekan karena tugas kuliah yang menumpuk, tidak ada sakit apa apa di tubuh dinda" ucap indah yang ingin menenangkan rendy


"iya.... terima kasih yah... kalau tidak ada kamu, mungkin aku akan bingung harus bagaimana, terima kasih untuk semuanya " jawab rendy

__ADS_1


"ohh iya... aku sudah mengurus semuanya, setelah perjalanan liburan ini, kita akan pergi untuk menemui paman dan bibi kamu, aku sudah menyuruh ariel dan arjuna untuk mengurus perusahaan dan nanti akan di bantu adinda dan juga reno jika mereka tidak terlalu sibuk, aku akan fokus sama kamu dan acara pernikahan kita." ucap rendy


"terima kasih yah... rend.... aku bahagia banget, karena bisa merasakan di cintai lagi setelah kepergian mama dan juga nenek ku. tapi nanti kamu jangan kaget yah sama sikap paman dan bibi ku, mereka sedikit angkuh dan keras. jadi kamu jangan ambil hati sikap mereka yah... " jawab indah


"kamu tenang aja, kita ke sana cuma ingin ngasih kabar aja, karena kita akan menikah, mereka mau datang yah syukur kalau tidak yah tidak apa apa" ucap rendy


*******


"sayang.... kemarin adinda mencari kamu, katanya ada yang ingin dia bicarakan," ucap vita


"iya kemarin dia mau ngasih surat pemanggilan orang tua ke kampus, jadi hari senin aku harus pergi ke kampus adinda untuk memenuhi panggilan itu" jawab ramma


"hahh panggilan.... emang adinda kenapa sampai di panggil ke kampus? " tanya vita


"iya ram.... apa adinda membuat kesalahan? " tanya ratih


"adinda berantem sama seniornya di kampus, jadi aku harus meluruskan masalah ini dan membela putri kita sayang, karena aku sangat yakin adinda itu tidak bersalah " jawab ramma


"apa senior itu bernama Angel? " tanya vita


"iya... namanya angel, kamu kok tahu, apa kamu kenal sama dia" jawab ramma


"tidak.... tapi adinda pernah cerita, kalau ada senior yang selalu mengganggu dia di kampus, dan itu bernama angel. " ucap vita


"berarti senin besok... aku harus benar benar selesaikan masalah itu, dan akan ada sedikit pelajaran buat mereka yang telah berani mengganggu ketenangan keluarga dirgantara " jawab ramma


"aku besok juga ikut... aku juga ingin melihat bagaimana gadis bernama angel itu, dan apa dia masih bisa bersikap angkuh kepada adinda" ucap vita


*******


perjalanan mereka masih panjang, karena letak villa ramma berada di pedesaan yang lumayan jauh dari pusat kota, karena memang ramma ingin mencari suasana yang murni pedesaan, yang di kelilingi kebun teh, hutan pinus, sungai yang jernih dan gunung yang terlihat menjulang.

__ADS_1


__ADS_2