
setelah mendapatkan ijin dari semua keluarga, maira langdung menghubungi reno kembali. maira ingin ngadih tau kalau nanti malam mereka bisa pergi persama.
"reno, mama dan papa aku ngasih ijin, tapi pulangnya jangan malam malam yah"
"yes... siap Ra, yah sudah kirim alamat kamu sekarang, nanti aku jemput dan sekalian aku antar kamu pulang"
"tidak usah ren, nanti aku datang pakali mobil sendiri saja, kita langsung ketemuan di mall saja. mama dan papa aku melarang ada tamu cowok yang datang ke rumah"
(maaf ren, aku hanya tidak ingin kamu tahu rumah ku dimana, karena aku masih ingin menyembunyikan identitas aku sebagai adik pemilik kampus) suara hati maira
"yah sudah oke, kita ketemuan di loby lantai 1 mall X yah, aku tunggu kamu jam 7 yah"
"iya ren, aku akan datang nanti. "
"terimakasih Ra"
"tidak perlu terima kasih, anggap aja ini sebagai tanda pertemanan kita."
"jadi setelah ini kita resmi berteman yah Ra? "
"yahh nanti kamu harus minta ijin sama vita dan alin yah, mereka adalah sahabatku, jadi kamu harus minta ijin mereka dulu untuk bisa berteman dengan kita"
"oke siap, besok aku akan membuat mereka bisa menerima pertemanan dari aku"
*******
__ADS_1
"maira, kamu benar mau jalan jalan sama reno" tanya vita
"iya, mbak... biar aku punya teman di sini. lagian reno juga anak yabg baik, jadi yahh kenapa tidak" jawab maira
"tapi kamu tidak lagi cari pelarian ra? " tanya vita
"mbak vita sudah tau yah... entahlah mbak, aku sebenarnya tidak ingin cari pelaria, tapi aku harus bisa ngisi hari hari ku disini tanpa kepikiran dia terus. cepat atau lambat dia akan menikah dengan perempuan lain, dan aku pasti akan lebih sakit hati , mangkanya aku ingin segera menutup perasaan ini agar tidak tumbuh lebih besar lagi" ucap maira
"tapi ra, kalau melihat perlakuan kak bram ke kamu. mbak yakin dia juga memiliki perasaan yang sama seperti yang kamu miliki, hanya saja dia bingung ingin mengartikan seperti apa perasaannya. mungkin dulu kak bram pernah suka sama ayu sahabat embak, tapi kalau sekarang hanya kamu perempuan yang bisa dekat dengan dia. waktu kamu marah dan nangis itu, kak bram benar benar bingung dan merasa bersalah karena sudah menyakiti kamu" jawab vita
"iya mbak, semoga saja apa yang mbak ucapkan itu benar. tapi aku tidak mau banyak berharap lagi" ucap maira
"mbak pesan sama kamu yah ra, kamu jangan main main sama perasaan orang, mbak lihat reno juga memiliki perasaan buat kamu. jadi kamu jangan memberikan harapan buat dia yang terlalu besar, mbak takut kalau dia juga kecewa sama kamu" jawab vita
"iya mbak makasih yah, aku tidak akan pernah lupa sama pesan yang mbak berikan" ucap maira sambil memeluk vita
"iya mbak ku sayang, " jawab maira
mereka semua siap siap untuk menunaikan sholat maghrib berjamaah, dan setelah itu maira langsung siap siap berangkat dengan menggunakan supir dan beberapa pengawal yang menyamar seperti orang biasa.
vita mengajak rendy untuk belajar dan bermain seperti biasanya, walaupun perutnya kini sudah mulai terlihat besar tapi vita juga makin terlihat segar dan lebih bersemangat. rendy sendiri juga lebih sering memegang dan ngajak ngomong adiknya yang ada di perut maminya.
******
setelah veberapa menit mobil maira sudah sampai di parkiran mall X, dan maira menyuruh semua pengawalnya untuk mengikuti dengan cara berpencar dan menjaga jarak aman agar tidak menimbulkan keramaian dan juga kecurigaan dari reno sendiri
__ADS_1
"maira" teriak reno saat tau maira sudah masuk ke dalam mall tersebut
"hai ren" jawab maira
"kamu sama siapa datangnya, " tanya reno
"sama supir papa aku, tapi dia nungguin di parkiran mobil" jawab maira
"yah sudah ayo... kita mau kemana dulu nie, " ajak reno sambil menggandeng tangan maira
maira yang tangannya tiba tiba di gandeng, dia sempat terkejut. dan langsung melepaskan gandengan reno dan memilih jalan sendiridi samping reno sambil memegang tangannya sendiri.
"maaf ren, aku tidak terbiasa jalan di gandeng seperti itu. jadi kalau bisa jalan sendiri sendiri saja yah" ucap maira
"iya ra, maaf yahhh.... tadi itu hanya inisiatif ku saja biar kita bisa lebih dekat" jawab reno
"kita dekat hanya teman saja yah ren, aku tidak mau nanti kamu salah artikan hal ini, aku hanya mau kita sebatas teman saja tidak lebih" ucap maira
"iya ra aku tau, untuk saat ini kita hanya teman tapi setelah kita jalanin pertemanan ini aku yakin kamu akan mau lebih dari sebatas teman" ucap reno
"he he he he bisa aja kamu ren, yah sudah kita pergi makan dulu yahh" jawab maira
"oke ra, kita makan dulu" jawab reno
mereka berdua memutuskan untuk makan dulu, dan setelah itu di lanjutkan nonton bioskop di dalam mall. setelah nonton berakhir mereka memutuskan untuk pulang, karena memang maira tidak mau pulang ke malaman, dan reno juga mengerti hal itu.
__ADS_1
reno mengantar maira sampai di depan mobilnya, dia sengaja membiarkan maira pulang duluan dan setelah itu dia menyusul pulang juga. reno sangat senang karena hari ini dia bisa mengajak jalan gadis kesayangannya, walaupun masih sedikit rasa canggung tapi ini adalah awal permulaan yang baik.