
adinda masih berada di dalam kamar mandi, perut dia masih terasa sakit, jadi dia masih membutuhkan waktu sedikit lama untuk menyelesaikan ritual paginya.
setelah beberapa menit kemudian, adinda merasa perutnya sudah lebih baik, jadi dia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, dan beralih ke tempat cuci tangan.
"lohh kak reno kirim pesan," ucap adinda sambil membuka ponselnya
"hahhh ngapain coba, aku di suruh tunggu di ruang dosen, bisa malu aku menunggu sendiri di sana. ada ada aja sih... " ucap adinda
"coba aku lihat aja dulu, rame atau tidak ruang dosen, kalau rame yah males aku tunggu sendiri di sana, bisa bisa jadi tontonan "
adinda langsung krluar dari kamar mandi tersebut dan berjalan menuju ruang dosen. saat sampai ternyata ruang dosen sangat rame, jadi dia tidak berani untuk masuk, adinda lebih pilih berdiri di depan sambil menunggu reno datang.
"ehhh anak baru... ngapain loe berdiri di sini, jadi satpam ha ha ha ha" ucap angel pada adinda
"yah terserah saya dong mau di mana, emang tempat ini milik kamu hahh" jawab adinda
"loe itu mulai berani yah sama gue, loe likir loe itu siapa di sini, anak midkin aja belagu, lihat aja loe... gue akan buat loe di tendang dari kampus ini" ucap angel sambil mendorong adinda hingga jatuh mengenai salah seorang dosen
semua orang menjadi tertegun melihat adinda jatuh bersama dosen yang cukup populer setelah reno, kini posidi adinda ada di bawah dan dosen itu ada di atas
"kak pras.... maaf, saya tidak sengaja menabrak kakak" ucap adinda sambil membenarkan posisi dia kembali
"iya dinda tidak apa apa, bukan salah kamu kok, tidak ada yang luka kan? " jawab dokter pras
__ADS_1
"tidak kak" jawab adinda
"angel.... sudah berapa kali kamu saya peringatkan, jangan buat onar di kampus ini, jangan pikir orang tua kamu itu orang kaya sehingga kamu bisa menindas orang lain dengan sebegitunya" ucap pras ke angel dan teman temannya
"tidak kak.... saya tadi tidak bermaksud ingin mengenai bapak, tapi tadi adinda yang membuat masalah terlebih dahulu, jadi saya terpancing untuk marah" pembelaan angel
"cukup, jangan menyangkal lagi, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau kamu yang memulai itu terlebih dahulu," ucap reno yang dari tadi berdiri di ujung lorong dan melihat semua kejadian itu
"kak reno... " ucap angel dan adinda secara bersama
"saya akan memberikan surat pemanggilan untuk orang tua kamu, jadi hari senin saya harap oranv tua kamu bisa datang dan menemui saya di ruangan gedung A" ucap reno
"tidak bisa begitu dong kak.... saya minta orang tua adinda juga datang hari senin besok, biar orang tua kita saling bertemu" jawab angel
"ehhh anak miskin... kenapa loe takut ketemu sama bokap gue, loe takut kalau besok harga diri loe dan keluarga loe terinjak injak" ucap angel dengan angkuh dan pede
"tidak ada kata takut buat aku yah... oke aku terima orang tua ku datang ke sini, dan ingat awas sampai besok kamu dan orang tua kamu yang memohon mohon minta ampun sama aku dan orang tua ku" ucap adinda dengan menunjukan senyum devil nya
"kurang ajar loe... emang siapa loe iti, sampai berani ngomong kaya begitu sama gue.... gue pastikan besok papi gue akan buat hidup keluarga loe menderita " ucap angel sambil mendorong tubuh adinda
"cukup.... kenapa kalian jadi berantem seperti ini sih, kenapa kalian tidak menghargai kita sebagai dosen kalian di sini" ucap reno
mendengar itu mereka jadi langsung diam, karena mereka takut semua orang yang melihat itu menjadi membicarakan mereka. reno menyuruh semuanya bubar dan dia menyuruh adinda untuk masuk ke ruangan kerja dia.
reno mengunci ruangan itu agar tidak ada yang masuk, dia juga memburamkan kaca yang ada di ruangan dia agar orang luar tidak bisa mendengar dan melihat apa yang terjadi di dalam.
__ADS_1
"kamu kenapa din... kenapa kamu berantem sama dia?" tanya reno pada adinda
"aku tidak ada niatan untuk berantem, aku tadi itu ingin mencari kakak, namun aku tidak berani buat masuk ke dalam tuangan kakak ini karena di luar ada beberapa guru yang saedang sibuk, masa iya aku menunggu sendirian di sini tanpa siapa pun, bisa bisa mereka semua langsung curiga sama aku" jawab adinda
"jadi aku pilih untuk menunggu di depan saja, sambil berdiri. namun ternyata sih angel itu datangdan langsung marah marah sama aku, aku awalnya masih diam, tapi dia makin cerewet yah sudah aku balas aja omongan dia, ehhh malah dia mendorong aju hingga jatuh menabrak kak pras " ucap adinda
"trus kamu tadi kenapa malah diam dan sambil lihat lihatan sama dokter pras, kamu nyaman berada di pelukan dia atau kamu ada perasaan buat dia" ucap reno sambil menatap adinda
adinda yang mendengar itu, dia langsung menatap balik reno, hingga kini mata mereka saling bertemu. adinda merasa kalau reno sedang cemburu melihat kedekatan dia dengan dokter pras.
"kakak cemburu yah.... " tanya adinda
"enggak siapa yang cemburu, kalau kamu suka sama dokter pras juga tidak apa apa, dokter pras juga baik dan tampan tapi tetap masih lebih baikan aku dan lebih tampanan aku" jawab reno
"ohh gitu, berarti tidak cembutu kan... yah sudah kalau begitu aku akan sering sering main sama dokter pras, biar siapa tahu dokter pras bisa jadi jodoh aku" ucao adinda sambil melirik dan tersenyum nakal ke reno
"jangan macam macam kamu dinda.... awas sampai kamu berani seperti iti, aku tidak akan segan segan buat mencium kamu di hadapan semua irang agar mereka semua tahu kalau kamu adalah perempuan yang pantas untuk aku cintai, lindungi dan sayangi, dan agar tidak akan ada lagi laki laki yang berani mendekati kamu sebagai calon istriku. " ucap reni dengan sungguh saungguh
"enak aja main cium cium orang, emang aku perempuan apaan. aku aja belum setuju drngan tembakan kakak kemarin, karena kakak belum minta ijin sama semua keluargaku jadi aku tidak akan memberikan jawaban buat kakak" jawab adinda
"oke... sekarang kamu aku antat pulang, biar sekalian aku bilang sama mami dan papi kamu buat minta ijin dan restu buat memperasunting putrinya yang cantik ini" ucap reno sambil mencubit hidung adinda
"ihhh lepasin sakit tau... " jawab adinda
mereka masih bermain dan ngibrol di dalam ruangan itu, sampai menunggu jam pulang reno tiba, karena reno tidak bisa balik pulang sebelum menyelesaikan jam pertama, reno memang sengaja membuat kelasanya selesai lebih cepat karena dia ingin menyelesaikan beberapa tugas kemarin yang tinggal sedikit.
__ADS_1