Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 27


__ADS_3

Kini ramma punya keinginan kalau dia akan membawa vita ke kantornya, karena dia hari ini tidak ada meeting hanya mengerjakan berkas-berkas saja, jadi tidak ada salahnya dia mengajak vita untuk menemani dia di dalam ruangan.


“kamu yakin mau bawa aku ke kantor?” tanya vita ke ramma


“iya sayang, kenapa kamu malu ke kantor bersama aku, atau kamu tidak mau menemani aku di kantor” jawab ramma


“bukan begitu, malah aku yang takut kalau kamu risih meliht aku di kantor kamu, dan nanti kalau aku mengacau bagaiman?” tanya vita lagi


“aku tidak pernah risih melihat kamu vita sayang, kamu nanti tinggal duduk dan melihat aku lagi kerja, kalau kamu bosan kamu bisa jalan-jalan keliling kantor” jawab Ramma yang di jawab dengan anggukan saja sama Vita


Setelah perjalanan kira-kira 1 jam akhirnya mereka sampai ke depan gedung pencakar langit yang sangat besar, dan ini baru pertama kali Vita datang ke kantor suaminya sebagai nyonya Dirgantara. Yang ada di benak Vita sekarang adalah bagaimana nanti dia menghadapi semua orang yang ada di dalam gedung itu, trus apa yang akan dia lakukan saat sudah masuk ke gedung, dan nanti dia berjalan di samping Ramma, di belakang Ramma, atau di depan Ramma.


“ayo sayang turun” ucap Ramma yang menyadarkan Vita dari lamunannya


“ehh iya-iya” jawab Vita yang langsung menyusul Ramma turun dari mobil


“ayo.. jangan memikirkan hal yang aneh-aneh, sudah biasa saja tidak usah gerogi” ucap Ramma sambil menggandeng tangan Vita dan langsung melangkah masuk kedalam gedung


Dan benar saja semua karyawan langsung melihat ke arah Ramma yang sedang menggandeng tangan perempuan cantik, semua karyawan lebih-lebih karyawan perempuan langsung memandang iri dengan posisi Vita yang dapat berjalan berdampingan dengan boss yang sangat tampan, semua karyawan langsung menyapa Vita dan Ramma saat mereka berpapasan di loby kantor. Dan di balas senyum yang sangat hangat oleh Vita, dan semua karyawan juga senang karena istri boss nya itu tidak sombong.


(haduh, mereka semua memandang aku sebegitunya, apa penampilanku ada yang aneh yah, atau makeup ku ketebaln.. haduhh ada yang salah tidak sih sama aku) batin vita


Setelah melewati kerumunan akhirnya mereka sampai di ruangan Ramma, dan Vita langsung duduk di soffa besar yang ada di depan meja kerja Ramma sambil bersender dan mencoba melepas semua ketegangan yang baru saja terjadi.


“ kamu kenapa sih, kok lega banget kayaknya” tanya Ramma


“bagaimana aku tidak lega, apa kamu tidak lihat tadi semua mata tertuju sama aku, pandangan mereka seakan-akan ingin menarik aku untuk duduk di kursi introgasi, terlihat sekali banyak pertanyaan di mata mereka” jawab Vita dengan muka yang sudah cemberut


“tenang saja, itu hanya awal. Mereka juga kan baru mengenal kamu, terakhir kali mereka melihat kamu itukan saat pernikahan kita setelah itu mereka tidak lagi melihat kamu jadi mereka terkejut karena ternyata kamu lebih cantik dengan makeup yang apa adanya seperti ini” ucap Ramma sambil duduk di mejanya dan menggadap ke Vita.

__ADS_1


Tokk...tok...tok..(pintu ruangan Ramma di ketuk)


“masuk!!” ucap Ramma


“permisi tuan, saya mau melaporkan kalau hari ini tuan Satria akan datang” ucap Mila seketaris Ramma


“ohh jadi sih curut itu akan datang hari ini, baik saya akan tunggu dia datang” ucap Ramma


“baik tuan nyonya saya keluar dulu” ucap Mila dan hanya di jawab anggukan sama Ramma


“siapa memang sayang Satria itu” tanya Vita yang penasaran


“mau tau aja atau mau tau banget” goda Ramma sambil memegang dagu Vita


“gak jadi!!! Lupakan, dan anggap aku tidak pernah ngomong apa-apa” ucap Vita yang kesal


“ihh marah... kamu tidak lagi PMS kan sayang” tanya Ramma yang agak khawatir


“yesss alhamdulillah, nanti malam masih punya kesempatan dong aku” saut Ramma dengan suara lirih (dan kali ini tidak akan aku biarkan rendy mengacau rencana ku lagi, kalau perlu dia aku kunci di kamarnya biar tidak bisa keluar) di teruskan dengan suara hati ramma


“Satria itu sahabat baikku sayang, bahkan bisa di bilang saudara. Karena kita dari kecil sudah bersama, sekolah bersama, nakal bersama dan pastinya di hukum bersama. Cuma kita pisah karena dia mau meneruskan sekolahnya di USA, rencananya sih Cuma sebentar di sana Cuma buat sekolah saja, tapi rencana berubah seketika saat satria kepincut wanita di sana dn dia memutuskan untuk menikah di sana dan menjalankan usahanya di sana” penjelasan dari Ramma


“jadi dia kesini nanti pasti bersama istrinya dong, syukurlah biar aku ada teman buat ngobrol saat kamu bersama satria” jawab Vita


“dia sudah pisah sama istrinya di sana, dia mergokin istrinya sedang bersenang-senang di kamar hotel, jadi dia langsung menceraikan istrinya. Mungkin sidangnya sudah selesai jadi dia bisa kembali ke indonesia, dan rencananya kalau dia mau dia akan aku angkat menjadi manager di kantor ini” ucap Ramma


Setelah selesai ngobrol Ramma kembali ke tugasnya sambil menunggu sahabat karibnya itu. Vita yang merasa bosan karena Cuma main HP, duduk, rebahan, mondar-mandir, dan seperti itu terus, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kantin dan mencari sedikit cemilan yang bisa dia kunyah selama berada di kantor ini.


Setelah mendapat persetujuan ramma akhirnya dia keluar dari ruangan ramma dan menuju kantin, tapi saat di lift dia tertabrak dengan seorang laki-laki sehingga tas dan juga hp vita jatuh dari genggamannya.

__ADS_1


“aduhh!!!” ucap vita yang langsung jongkok mengambil lagi hp dan barangnya


“maaf-maaf tidak sengaja, saya lagi meleng jadi tidak melihat kamu” ucap laki-laki itu


“mangkanya kalau jalan itu lihat ke depan, jangan ngelihat kanan-kiri” ucap Vita dengan nada juteknya


“kan tadi aku sudah minta maaf, tapi kenapa kamu masih marah” ucap laki-laki itu


“trus kenapa, emang tidak boleh saya marahin kamu. Tadi kamu sudah nabrak saya, yah memang kamu sudah minta maaf tapi emang ada larangan kalau saya tidak boleh marah. Tidak ada kan, jadi marah itu hak saya dan memaafkan kamu adalah kewajiban saya, hak dan kewajiban selalu beriringan kan. Karena saya tadi sudah memarahi kamu maka sekarang saya akan memaafkan kamu, jangan di ulangi lagi, kalau kamu ulangi lagi awas kamu” ucap vita dan langsung pergi meninggalkan laki-laki itu


(dasar laki-laki nyebelin, gara-gara kamu hp ku jadi pecah kaya gini. Untung ini kantor kalau lagi di dalam ruangan sudah aku ajak ribut kamu) suara hati vita


(perempuan yang aneh, tapi dia cantik juga sih, tinggi, imut, hidungnya mancung dan putih. Sempurna banget) ucap laki-laki itu dalam hati dan senyum-senyum sendiri


Vita akhirnya duduk di meja yang ada di pojok kantin, biar dia tidak menjadi tontonan lagi. Karena vita tidak terbiasa menjadi pusat perhatian banyak orang. Vita sedang asik menikmati cheesecake yang dia pesan di kantin, tapi ternyata ada beberapa pasang mata yang memandang tidak suka pada kearah vita, vita sebenarnya tau kalau dia sedang di awasi tapi vita lebih memilih diam karena tidak ingin keributan.


“itu vita kan?” tanya perempuan A


“tidak salah lagi, itu memang vita. Ayo kita samperin dia” jawab perempuan B


Brakkk (suara meja di pukul dengan sangat keras)


“ehhhh ada kalian, apa kabar nita, dina dan ana” sapa vita dengan senyum yang di paksakan


“gak usah sok baik deh loe, sekarang ngapain loe ada di sini” jawab dina dengan ketus


“lohhh emang ada peraturan tertulis yah kalau aku di larang ke sini” ucap vita yang masih asik makan cake kesukaan dia


“loe nantangin kita” ucap ana

__ADS_1


“kalian itu sebenarnya di sini itu ngapain sih, kalian kerja, magang atau kalian hanya iseng main kesini. Lagian ini belum waktunya istirahat kan.. kenapa kalian datang kesini, apa kalian mau HRD tau, jadi kalian akan di keluarkan secara tidak terhormat” ucap vita dengan santai dan di tambah senyuman devil nya


“ohh iya satu lagi, aku tidak pernah takut yahh sama kalian. Dari pada kalian ngurusin hidup orang lain lebih baik kalian ngaca dulu hidup kalian sudah bener apa belum, dari pada kalian malu dengan sikap kalian sendiri” ucap vita pas di tengah telingah mereka dan vita langsung beranjak pergi dengan membawa satu kantung makanan ringan yang dia pesan untuk suaminya


__ADS_2