Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 90


__ADS_3

ramma dan vita sudah sampai di rumah, dan mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk bersih bersih. setelah selesai bersih bersih mereka langsung bergabung dengan senua keluarga di halaman belakang.


"mami papi sini sini, lendy mau celita yah, tadi waktu di sekolah lendy mendapat 5 bintang dali bu gulu, tlus lendy maju ke depan dapat hadiah dali bu gulu ini... lendy dapat piala" ucap rendy dengan semangat


"wahhh hebat sekali anak mami ini... mami tambah bangga sama rendy jadinya" ucap vita sambil mencium pipi rendy


"ini juga anak papi tau mi.... jadi pasti hebatnya itu turunan dari papi, iya kan rendy" ucap ramma sambil mengedipkan mata ke rendy


"tidak... lendy hebat kalena setiap hali, mami vita yang ajarin lendy belajal, sedangkan papi cuma bisa belbicala saja tidak membantu mami buat ajalin lendy. jadi lendy hebat itu kalena mami bukan papi" ucap rendy sambil memeluk vita


"ihhh anak mami pinter banget sihhh.... mami tambah sayang sama rendy jadinya" ucap vita sambil tertawa ngeledek di depan ramma


"yah sudah mulai sekarang, papi juga akan ikut ngajarin rendy belajar, jadi nanti habis sgolat maghrib rendy belajar sama papi yah. biarkan mami istirahat dulu, kan kasian adiknya rendy yang lagi di perut mami" ucap ramma yang ingin membuktikan kalau dia juga bisa ngajarin rendy belajar


"sayang kamu yakin, mau ajarin rendy sendirian, lebih baik kamu tarik ucapan kamu itu deh... aku sudah peringatkan kamu loh sayang, jadi jangan menyesal" ucap vita sambil tertawa jahat


"tidak sayang aku yakin, aku bisa ngajarin rendy belajar nanti. jadi kamu nanti santai santai aja di kamar sambil baca novel atau tidur terserah kamu" jawab ramma dengan sombongnya


"oke aku tidak akan memaksa kamu lagi yah.... jadi jangan menyesal. semangat" ucap vita pada ramma


*****


setelah sholat berjamaah, kini vita masuk ke dalam kamarnya untuk iatirahat sebentar, sedangkan ramma masuk ke kamar rendy untuk ngajarin rendy belajar.


di dalam kamar vita sudah tertawa geli sendiri untuk membayangkan ramma saat nanti ngajarin rendy, vita sengaja tidak membuat suara apapun, agar dia bisa mendengar suara dari kamar rendy yang ada di sebelah kamar dia.


******

__ADS_1


"kita lihat saja sayang, kamu berhasil atau tidak, ngajarin rendy malam ini. aku yakin satu jam saja kamu tidak akan kuat" ucap vita yang sedang berbicara sendiri


"ayo rendy di buka bukunya, kita belajar hitung hitungan yah. sekarang rendy kerjakan soal ini yah, kalau rendy tidak tau rendy boleh tanya ke papi" suara ramma


"tidak mau, lendy mau belajal melukis saja, tidak mau belajal ini" jawab rendy


"tapi rendy, besok kamu tidak ada pelajaran melukis, yang ada itu hitung hitungan dan juga mengenal nama nama buah dan hewan dalam bahasa inggris" ucap ramma


"tapi lendy mau belajal melukis papi, lendy tidak mau belajal itu. papi tidak asik, tidak sepelti mami, mami selalu tanya ke lendy mau belajal apa"


"mami juga selalu tulutin lendy, mami tidak pelnah paksa paksa lendy untuk belajal ini dan itu, semuanya telselah lendy, dasal papi egois" ucap rendy sambil melet ke arah ramma


"kalau kamu ngajarin rendy kaya begitu, kamu salah sayang, mau sampai kapan pun tidak akan pernah sukses cara itu kamu terapkan pada rendy" ucap vita yang mendengar perdebatan antara anak dan bapak


"rendy ini itu ganpang banget sayang, kamu tinggal hitung angka ini aja trus di tambahkan sama angka yang di depannya dan selesai, mudah banget sayang" ucap ramma yang mencoba sabar


vita yang mendengar kalau situasi itu sudah tidak kondusif lagi, membuat dia untuk berjalan ke arah kamar rendy dan mencoba menengai permaslahan anak dan bapak itu.


"ada apa aih ini, kok berisik banget, sampai mami dengar dari luar loh" ucap vita yang masuk ke kamar rendy


"mami... lendy belajalnya sama mami aja yah, lendy tidak mau belajal sama papi lagi, papi tidak asik" ucap rendy sambil memeluk vita


"sayang aku nyerah, bagaimana lagi memaksa anak ini untuk belajar, dia benar benar menolak" ucap ramma sambil angkat tangan


"aku kan sudah bilang sama kamu tadi, tapi kamu masih tetap memaksa untuk ngajarin rendy belajar. lagian cara kamu tadi itu salah sayang, ngajarin rendy tidak harus di paksa, kita ikutin kemauan dia dulu dan setelah itu kita masukin pelajaran dia di dalam kemauan dia tadi" ucap vita yang mencoba menjelaskan


"rendy mau belajar apa sekarang sayang" tanya vita ke rendy

__ADS_1


"lendy mau melukis mi, tapi papi melalang lendy untuk melukis" jawab rendy


"yah sudah, ambil kanvas dan cat lukis milik rendy, dan buruan bawa kesini yah" ucap vita


"yeyyyy iya mami, lendy bawa alatnya ke sini" ucap rendy


"oke sekarang mami tantang rendy bisa tidak melukis beranekah buah yang di taruh di atas keranjang buah" ucap vita sambil mencoba menantang rendy


"bisa dong mami, itu telalu muda untuk lendy" ucap rendy


rendy langsung melukis buah dalam keranjang seperti yang vita minta, setelah itu vita memberi tambahan tantangan baru lagi yaitu melukis lagi.


"yah sudah rendy, sekarang kamu lukis buah apel sebanyak 3 buag dan juga buah jeruk yang berjumlah 5 buah" ucap vita


setelah selesai gambarannya, vita mulai ngasih pertanyaan pada rendy berupa beberapa pelajaran dia besok pagi.


"rendy ini kan apel nya ada 3 dan jeruknya ada 5, kalau di hitung semuanya ada berapa sayang" ucap vita


"semuanya ada 1 2 3 4 5 6 7 8 jawabannya ada 8 mami" ucap rendy sambil kegirangan


"yeyyyy anak mami pintar sekali, kalau begitu pertanyaan ke dua apa bahasa inggrisnya apel dan jeruk ini" ucap vita


"apel itu bahasa Ihhh nggrisnya Apple, dan bahasa inggrisnya jeruk itu orange" jawab rendy sambil seneng karena bisa menjawab semua pertanyaan dari vita,


"yeyyyy rendy pintar, sekarang mami minta You draw six grapes and four mangoes" ucap vita dan rendy langsung menggambar 6 anggur dan 4 mangga


"yeyyy benar sekali sayang, rendy memang selalu bisa buat mami bangga, oke belajarnya sudah sampai di sini dulu yah besok kita belajar lagi" ucap vita sambil mencium pipi rendy

__ADS_1


ramma hanya bisa diam melihat kehebatan vita untuk meluluhkan hati rendy, bahkan ramma sendiri tidak pernah berfikir untuk ngajarin rendy dengan cara dan metode seperti itu.


__ADS_2