Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 44


__ADS_3

Alin dan Satria sedang jalan-jalan, berhubung jalannya hanya berdua dengan Satria, Alin tidak berani bertingkah, dia hanya diam bahkan dia hanya bisa membatin tanpa berani mengutarakan pendapatnya. Sebenarnya dia ingin sekali belanja banyak tapi karena dia merasa tidak enak kalau satria harus nungguin dia belanja.


(haduh kenapa sihh harus berdua bersama om-om duren ini, gimana coba gw belanjanya. Gak mungkin kan kalau dia gw suruh ngebawain belanjaan gw, hemmm vita, ayu loe dimana sih kenapa tidak ketemu sama sekali, tolong selamatin gw disini) suara hati alin yang


“lin kamu belanja saja, apa yang mau kamu beli, beli saja saya akan tungguin kamu.” Ucap Satria karena melihat wajah Alin yang di tekuk saja


“beneran pak, bapak mau tungguin saya belanja. Bapak tidak menyesal?” ucap alin dengan senyum yang di tahan


“iya tidak apa-apa belanja saja. Ohh iya inikan sudah keluar dari jam kantor jadi tidak usah panggil saya bapak lagi, saya tidak mau di anggap sebagai orangtua yang nganterin anak nya belanja” jawab Satria tanpa menoleh ke alin


“Siap pak, ehh salah kak, mas haduhh saya harus panggil apa ke kamu?” ucap alin dengan wajah malu karena merasa bodoh


“hemm terserah, kamu bisa panggil kak juga tidak apa-apa vita juga panggil saya kak kalau di luar kantor” jawab ramma sambil senyum ke arah alin


(Ya ampun dia barusan senyum buat gw, aduhhh jantung gw, aduhh kalau gini terus gw bisa mati muda ni gara-gara serangan jantung) suara hati alin dan alin terus memegang dadanya yang berdegup sangat kenjang


“yah sudah, kakak ikut saya ke store itu yah” ucap Alin yang dengan tidak sengaja langsung menggandeng dan menarik tangan Satria


Kini mereka berdua masuk ke store yang menjual baju laki-laki dan juga perempuan, alin dan juga satria sedang mencoba baju yang menurut mereka bagus. Alin memilihkan baju untuk Satria sedangkan Satria memilihkan baju yang pas di tubuh Alin, tawa mereka terdengar sangat seru bahkan penjaga store tersebut merasah iri dengan kebahagiaan mereka, pengunjung lain yang ada di store juga senyum-senyum sendiri melihat Alin dan juga Satria.


Setelah beberapa jam perdebatan yang mereka lakukan di dalam store, Akhirnya mereka memutuskan pilihannya dan langsung membawa ke kasir untuk di bayar. Kini Alin yang membawa beberapa baju itu menuju kasir sedangkan Satria sedang duduk manis di soffa yang ada di dalam store tersebut.


(apa maksudnya ini, apa harus gw yang bayar semua baju ini. Inikan baju mahal-mahal banget apalagi baju dia ada di sini lagi... Oh tuhan, hilang jatah makan gw selama satu tahun kalau kaya gini) suara hati Alin

__ADS_1


“hanya ini saja mbak?” ucap pegawai toko


“iya mbak, ini saja (ini aja sudah buat gw gak bisa makan selama 1 tahun mbak)” jawab alin sambil membatin


“semuanya jadi 12.759.000 mbak” ucap penjaga kasir


“hahhh tidak salah mbak, ini bajunya hanya 4 potong loh” ucap alin tidak percaya


“iya mbak beneran, ini bayarnya mau chass atau pakai debit mbak” ucap mbak-mbak kasir


“pakai ini saja mbak” ucap Satria sambil ngasih kartu ke mbak penjaga


Alin hanya bisa diam dengan terus melihat satria yang ada di sebelah kirinya , tapi satria tidak menoleh ke arah alin sama sekali dia masih staycool sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Jujur alin kali ini tidak mau sok jual mahal karena memang dia tidak sanggup kalau di suruh bayar semuanya jadi dia hanya bisa senyum dan membiarkan satria yang membayar semuanya.


Setelah selesai, belanjaan sudah di tangan alin, dan satria masih terus setia menemani alin untuk keluar masuk store untuk mencari sesuatu lagi, tapi kini alin merasa kalau dirinya sudah sangat lapar, sehingga satria mengajak alin ke resto yang ada di dalam mall tersebut, dan mereka kini makan bersama.


“ihh kak satria jangan menggina dong, aku juga punya uang buat traktir kakak makan di sini, sebenarnya tadi aku itu bisa bayar tapi yahh berat saja kalau aku tidak makan 1 tahun he he he he” ucap alin dan satria hanya terkekeh kecil sambil memalingkan wajahnya


Setelah menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang, dan mereka langsung menyantap makanan itu dengan senang hati, satria dan alin juga saling cerita tentang dirinya agar tidak ada lagi yang merasa canggung saat berdua. Satria menyuruh alin untuk lebih menganggap satria itu temannya bukan atasannya agar tidak ada jarak dan batasan antara mereka sehingga tidak ada canggung-canggung seperti tadi pagi. Tapi dengan catatan Alin bisa menempatkan dirinya sendiri dan tau situasi dan kondisi.


*******


Sementra Ayu dan Bram juga masih keluar masuk ke store yang ada di mall tersebut, ayu yang masih canggung karena jalan berdua dengan boss dan dosen di tempat dia kuliah. Yang ad di fikiran ayu sekarang adalah bagaimana klau ada teman kampusnya yang melihat dia jalan berdua sama bram dosen idola di kampus. Kalau vita dan alin masih aman-aman saja karena tidak banyak yang tau siapa ramma dan juga satria, tapi kalau bram orang satu kampus sudah pada tau dia.

__ADS_1


“pak bram!! Bapak mau belanja apa? Ayu ikut saja deh” ucap ayu untuk menghilangkan kecanggungan


“bukannya kamu tadi yu, yang ingin belanja. Kenapa sekarang kamu malah tanya saya”jawab bram


“iya, ayu tidak enak sama bapak. Masa iya bapak harus nganterin dan nemenin ayu belanja. Trus nanti kalau ada teman-teman kampus yang melihat bapak jalan sama ayu pasti nanti akan jadi bahan gosip buat mereka pak” ucap ayu sambil celingak-celinguk memastikan keadaan


“kamu malu jalan sama saya yu?” ucap bram


“tidak pak, masa iya ayu malu jalan sama bapak” jawab ayu


“yu!! kamu kan magang jadi asisten saya jadi masih hal yang wajar kita terlihat bersama, lagian mana ada yang berani bergosip tentang saya” ucap bram dengan sedikit menyombongkan dirinya


(iya tidak ada yang berani bergosip tentang bapak, tapi kalau bergosip tentang saya pasti banyak nanti) suara hati ayu


“iya pak, ayu paham. Yah sudah kita ke store itu aja yah pak, ayu mau beli baju di situ, tapi kalau bapak mau belikan baju itu buat ayu juga tidak apa-apa” ucap ayu sambil cengengesan ke arah bram


Bram akhirnya menuruti keinginan ayu untuk pergi ke store yang ada di depan mereka, kini ayu sedang mencari sambil mencoba baju-baju yang dia pilih dan tak lupa meminta pendapat bram karena memang baju itu akan di pakai ayu untuk menemani bram di perjalanan bisnis nanti.


Tak lupa ayu juga mencarikan baju untuk bram juga, dan bram juga menurut saja sama ayu, karena yang di fikirkan bram adalah ayu itu asistennya jadi itu merupakan hal yang masih wajar seorang asisten ikut turun andil dalam penampilan bossnya agar tidak memalukan.


Setelah selesai ternyata bram langsung meminta karyawan toko untuk membawakan baju yang sudah di pilih ayu dan juga tak lupa memberikan kartu kredit kepada penjaga toko tersebut.


“pak bram, tidak usah pak. Biar baju ayu, ayu sendiri yang bayar, bapak Cuma bayar baju milik bapak saja” ucap ayu yang kaget karena bram mau membayar semua baju

__ADS_1


“tidak papa yu, anggap itu sebagai hadiah dari saya untuk kamu yu, jadi saya tidak mau ada penolakan” jawab bram


Akhirnya ayu mengangguk tanda mengerti dan hanya menerima semua perlakuan baik bram kepadanya, walaupun dalam hati ayu sangat senang karena tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli baju-baju itu, setelah selesai berbelanja ayu dan bram pergi makan di salah satu resto yang ada di mall tersebut


__ADS_2