
mereka semua sudah berangkat ke taman bermain, yang pertama datang adalah vita dan ramma, setelah itu di susul satria dan alin dan terakhir bram dan maira.
ramma dan vita sengaja jalan jalan dulu, mereka menyempatkan untuk jalan berdua keliling taman bermain itu.
"sayang sini aku fotokan kamu, dan setelah itu gantian fotokan aku yahh... aku foto kamu pakai ponsel ku dan aku kamu foto pakai ponsel kamu yahh" ucap maira yang sudah siap dengan ponselnya
"yah sudah fotokan aku disini yahh... " ucap ramma yang sudah siap siap ber pose
1 2 3
"sudah.... coba kamu lihat deh, keren kan" ucap vita sambil ngasih tau hasil jepretan nya ke ramma
"oke, sekarang gantian kamu, sini aku fotokan" jawab ramma
"iya, tapi di sana aja yah... di rumput itu, biar bisa menyatu dengan baju yang aku gunakan yahh... " ucap vita sambil menunjuk padang rumput yang hijau
"iya iya yah sudah ayo ke sana" ucap ramma sambil menggandeng tangan vita
"oke di sini aja, yah sudah fotokan aku sekalarang" ucap vita dan labgsung berpose
"oke siap yahhhh"
1 2 3
"ini audah mau lihat tidak" ucap ramma
"iya iya lihattt" ucap vita sambil menghampiri ramma
"wahhh bagus sayang... terimakasih yahh" ucap vita sambil terus memandang foto dia sendiri
******
satria dan alin juga memutuskan untuk jalan jalan dulu, mumpung mereka sudah ada di tempat itu. jadi mereka ingin menghabiskan waktu mereka untuk berduaan.
"kak aku ingin beli bando itu yahh" ucap alin sambil memainkan tangan satria dan menunjuk ke penjual bando
"yah sudah ayo kita ke sana" jawab satria sambil melihat penjual yang di maksud alin
__ADS_1
"yeyyyy ayo kak, cepetan kita ke sana" ucap alin sambil menarik tangan satria ke penjual itu
"kamu pilih aja bando mana yang kamu mau, terserah bebas kamu mau berapa pun kakak belikan" uvap satria dan alin hanya memilih milih bando yang dia suka
"kak bagus tidak kalau aku pakai ini" ucap alin sambil sedikit berpose dengan memakai bando di kepalanya
"bagus.... apa pun yang kamu pakai itu selalu bagus dan cocok di kamu. kamu makin cantik lin" jawab satria sambil menatap wajah alin
"ihhh kakak, bisa aja.... yah sudah deh, alin mau ini aja kalau begitu" ucap alin sambil menunduk karena malu
"beneran cuma satu aja" tabya satria
"iya ini aja, yah sudah buruan bayar" jawab alin
setelah selesai membayar, mereka melanjutkan jalan jalan di dalam taman bermain itu. senyum mereka tidak pernah pudar dari wajah mereka berdua.
"kak kita naik ie jembatan itu yah.. nanti fotokan alin di atas jembatan biar background nya taman bermain ini" ucap alin sambil menunjuk jembatan yang ada di depan dia
"iya sudah cepat naik, nanti kakak fotokan kamu di sana" jawab satria
"yeyyyy ayo kak" ucap alin sambil berlari tapi masih terus menggandeng tangan satria
" dimana ini kita fotonya, kakak foto pakai ponsel kakak yah... " ucap satria
"oke siap yahhh"
1 2 3
"sudah, bagus banget" ucap satria
"oh iya aku mau lihat kak" jawab alin dan dia langsung berdiri dan karena terlalu bersemangat jadi dia tersandung kaki dia sendiri hingga jatuh di depan satria.
satria yang kaget melihat alin mau jatuh, dia langsung mencoba menangkap tubuh alin, tapi sayang satria tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri jadi dia jatuh juga bersama alin di atasnya.
kini satria dan alin saling memandang dan sama sama kaget karena wajah mereka saling bersentuhan. setelah beberapa detik akhirnya mereka tersadar dan alin mencoba bangun dari atas tubuh satria dan merubah posisinya kini menjadi duduk.
(kenapa jantungku dag dig dug sih... haduh dan kenapa juga aku yang mulai duluan.... malu banget sumpah..... ihh apa itu tadi bisa di bilang ciuman pertama ku yah) suara hati alin, dan alin sedang memegang dada dia dan juga bibir dia
"alin" "kak" ucap alin dan satria yang bersamaan
"kamu dulu aja lin"
__ADS_1
"tidak kak, kakak aja dulu"
"yah sudah, maaf yah soal tadi, aku benar benar tidak sengaja dengan hal itu" ucap satria yang merasa tidak enak sendiri
"iya kak tidak apa apa. kakak tadikan hanya mau nolongin alin aja, jadi bukan salah kakak. jagan bahas soal tadi kak, alin malu, apa itu tadi bisa di bilang ciuman pertama yah kak" ucap alin dengan sangat polosnya
(hahh jadi alin tidak pernah berciuman sebelumnya, jadi itu tadi merupakan yang pertama buat alin. terimakasih lin, dan kamu tidak akan pernah kakak lepas dari sisi kakak) suara hati satria
"kalau kakak bilang itu bisa di sebut ciuman pertama bagaimana, apa kamu akan marah sama kakak, karena kakak sudah ambil ciuman pertama kamu" jawab satria
"tidak kak, kalau memang itu ciuman pertama alin yahh sudah tidak apa apa. lagiankan itu tidak sengaja dan alin jugakan pacar kakak jadi tidak apa apa kak" ucap alin sambil senyum dan mencoba menetralkan perasaan dia kembali
"lin... (satria sambil mengangkat tangan alin dan kini mereka berdiri dan saling menatap) kamu bukan pacar kakak lin, kamu adalah calon istri kakak, kakak janji sebelum kamu kkn nanti kakak akan ajak mama ratih untuk menemui mama kamu lin, kamu maukan menikah sama kakak" ucap satria
"hahhh kakak tidak bercanda? " jawab alin yang kaget
"tidak lin... kakak tidak pernah bercanda dengan ucapan kakak, alin maukan jadi istri kakak" tanya satria lagi
"iya kak... alin mau, alin seneng banget kak.... terima kasih kak satria " ucap alin sambil meneteskan air matanya
"jangan nangis dong.... sini peluk kakak" jawab satria sambil membuka tangannya dan alin langsung memeluk satria
alin dan satria langsung turun dari jembatan itu, dan mereka melanjutkan jalan jalannya sebelum jam yang sudah di tentukan bram tiba.
"kak sini alin foto yah di sini, kakak pose" ucap alin sambil bersiap dengan ponselnya
"tapi sekali aja yah... kakak tidak begitu suka dengan foto" jawab satria
"iya beres.... buruan pose yang keren yah kak, nanti foto kakak aku simpan terus di ponsel aku ini" ucap alin dan satria langsung berpose dengan keren
1 2 3
"haduhhh calon suamiku keren banget.... bagus kak fotonya, ini coba lihat" ucap alin sambil duduk di samping satria
"iya bagus, yah sudah simpan baik baik yahh.... jangan di jadikan pajangan dapur apa lagi buat nakut nakutin tikus" ucap satria
"ha ha ha ha bisa aja kamu kak, tapi kenapa kakak megang bibir gitu sih" tanya alin
"yahhh tidak apa apa, lagi ingin aja" ucap satria sambil langsung berjalan dan meninggalkan alin yang lagi duduk
"ihhh tunggu... kakkkkk" ucap alin sambil langsung menggandeng tangan satria
mereka kembali jalan, untuk menuju tempat pertemuan itu.
__ADS_1