
adinda turun dari hotel dengan bibir yang selalu tersenyum dan dia sampai tidak memperhatikan yang lainnya, karena dia terlalu senang saat bertemu reno.
"lihat mi.... anak itu kenapa sih, rendy takut kalau dia tadi kesambet sesuatu" ucao rendy
"husstt sembarangan aja kamu rend kalau ngomong" ucap ratih sambil memukul lengan rendy
"apaan sih... sirik aja, pukul aja terus nek, kalau perlu jewer sampai kupingnya lepas he he he " jawab adinda
"sudah sudah... kalian maduk semua, jangan malah berantem, audah malam. ayo mam, mama masuk mobil" ucap vita dan semuanya menurut dan masuk ke dalam mobil mereka masing masing.
******
"ndah.... aku seneng banget, semua keluarga aku menerima kamu sebagai calon istri aku" ucap rendy sambil memegang tangan indah
"iya rend... aku juga seneng banget, ternyata tante vita masih sama baiknya seperti dulu, nenek juga. aku bahagia banget" jawab indah
falshback on
acara makan malam bersama di lestoran hotel, semua keluarga berkumpul dan langsung memesan makanan yang mereka mau makan.
"mi... pi... nek... dan semuanya, rendy ingin ngomong sama kalian semua" ucap rendy yang membuat bingung semua orang
"ngomong apa sayang... kok kamu kelihatan serius sekali" jawab vita yang penasaran
"iya mi... ini masalah serius, rendy tidak mau main main dengan masalah ini" jawab rendy yang semakin membuat orang penasaran
"ihhh kak rendy... tinggal bilang aja susah banget, itu papi, mami, dan nenek semakin penasaran loh.... suka banget buat orang bertanya tanya" jawab adinda yang tidak sabar
"sabar dong dinda jelek... kakak mau menata omongan dulu, kamu main sela sela aja" ucap rendy
"enak aja jelek, dinda cantik tahu" jawab adinda yang tidak terima
"sudah sudah... ini kenapa kalian malah berantem sih... rendy kamu jadi ngomong atau tidak? " ucap ramma yang mencoba menengahi putra putrinya
__ADS_1
"iya pi... ini loh adinda main nyamber nyamber aja" jawab rendy
"dinda.... diam dulu nak... kasih kakak kamu kesempatan untuk ngomong yah... " uvap vita
"iya mi... adinda diam... " jawab adinda
"ayo rend ngomong, adik kamu sudah diam ituloh... " ucap ratih
"iya nek... " jawab rendy
"jadi begini, kalian ingat tidak dengan gadis kecil teman rendy sekolah dulu yang bernama cindy" tanya rendy
"iyalah ingat... bagaimana tidak... kamu tidak mau punya teman lain selain cindy, bahkan sampai papi kamu ngajak beberapa anak temannya untuk main ke rumah tapi kamu tetap tidak mau berteman dengan mereka " jawab vita
"emangnya kenapa rend... kamu sudah menemukan dia, atau bagaimana" tanya ratih
"iya nek... mi... pi... rendy sudah menemukan cindy" jawab rendy
"iya mi... cindy memang tumbuh menjadi gadis yang cantik sekali, dan dia kini ada di depan mami" jawab rendy sambil menoleh ke arah indah
"hahh maksud kamu indah itu cindy, cindy yang dari dulu kamu cari cari itu" tanya vita
"iya tante... maaf... indah baru bisa ngaku kalau indah itu sebenarnya cindy teman rendy dulu" jawab indah
"Ya Allah nak... kenapa baru ngoming sekarang sih... kasian rendy itu terus mencari kamu loh sampai sekarang ehh ternyata yang di cari selama ini ada di sampingnya" jawab vita
"iya tan... maaf, indah memiliki banyak alasan untuk tidak menunjukan siapa indah yang sebenarnya ke rendy, karena indah malu tan... indah bukanlah cindy yang dulu, yang berasal dari keluarga yang kaya raya, keluarga indah bangkrut setelah mama indah meninggal tan, dan papa indah kabur begitu saja, dengan meninggalkan banyak hutang, jadi indah malu ke rendy, kalau sebenarnya indah itu cindy" penjelasan indah
"indah... seharusnya kamu tidak usah memiliki fikiran seperti itu, karena dulu, tante sendiri juga bukan dari keluarga yang kaya raya, tante dulu hanya anak panti asuhan yang memiliki nasib beruntung gitu aja karena bisa bertemu papinya anak anak" ucap vita
"iya ndah... keluarga kita itu tidak pernah memandang orang dari drajat nya, karena kita semua itu sama di mata tuhan" jawab ramma
"terima kasih tan... om... dan maaf kalau indah sempat berfikiran kalau kalian tidak akan menerima indah yang dari keluarga biasa ini" ucap indah dengan senyum yang merekah di bibirnya
__ADS_1
"trus rend... kelanjutan hubungan kalian ini bakalan bagaimana, apa kalian akan begini terus, atau kalian akan meneruskan ke tahap yang lebih lanjut" tanya ramma
"rendy ingin sekali meminang indah pi... rendy ingin menikah sama indah" jawab rendy dengan sungguh sungguh
"wahhh kalau begitu bagus dong... kalian siapkan semuanya, dan kalau sudah tinggal bilang sama keluarga, nanti kita yang akan meneruskan" jawab ramma yang langsung memberikan restu pada mereka
semuanya bergembira karena mendengar kabar baik dari rendy, dan indah.
flashback off
********
"din.... kak rendy akan segera menikah, apa kamu tidak khawatir kalau perhatian kak rendy akan terbagi dua" tanya arjuna
"yah tidak lah... aku yakin kak rendy akan tahu mana porsi yang pas untuk aku adiknya, mana porsu yang pas untuk istrinya. lagian dengan kak rendy menikah itu berarti aku akan memiliki 2 orang kakak yang siap menjaga aku dan menemani aku, biasanya aku kalau belanja selalu sendiri, nanti aku bisa berdua dengan kak indah, kan lebih adik" jawab adinda dengan santai
"iya sih din... benar kata kamu, ohh iya, waktu ospek kamu jaga diri yah... jangan cari masalah sama senior, nanti kalau kamu kenapa napa kita tidak bisa tolongin kamu, karena kita tidak datu fakultas " ucap ariel
"iya bener tuh din... lebih baik ikutin aja kemauan senior, jangan di bantah.... cintai diri kamu sendiri din" saut arjuna
"iya tenang aja, aku akan jaga diri baik baik.... kalian juga yah... " jawab adinda
(besok waktu ospek kak reno akan bersikap sama tidak yah ke aku, atau dia akan terbawa suasana jadi ikut marah marah sama juniornya. kalau kak reno baik ke aku kan jadi enak, aku bisa di belain kalau lagi di marahin senior, tapi kalau dia ikutan marah marah bagaimana yah nasib ku di sana) suara hati adinda
"kamu mikirin apa din... " tanya ariel
"ahhh tidak... aku hanya mikir nanti waktu ospek, senior itu bakalan marah marah gitu tidak yah ke kita, jangan jangan nanti sama seperti di film film mereka akan siksa kita habis habisan" ucap adinda
"ha ha ha ha yahh tidak lah... kamu itu korban film yah.... itu kan hanya film jadi jangan banyak di sama samain, lebih baik kita lihat besok aja" jawab arjuna
"yah sudah deh.... lihat besok aja, kamu fokus nyetir aja jun, nanti kalau capek baru gantian" ucap ariel
mereka semua melanjutkan perjalanan dan sesekali berhenti untuk menghilangkan penat di badan mereka.
__ADS_1