
setelah selesai acara makan makan itu, mereka berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing, adinda di antar ramma dan vita untuk kembali ke asrama nya, termasuk arjuna dan ariel yang juga di antar orang tua mereka untuk kembali ke asrama, sedangkan rendy pulang untuk mengantar indah, reno juga pulang bersama papa nya.
setelah beberapa menit di perjalanan, mereka sampai di depan asrama adinda, ramma dan vita mengantar adinda sampai masuk ke dalam kamar.
"mami mau antar dinda sampai kamar, boleh yah.. " ucap vita pada adinda
"boleh dong mi... ayo, kita masuk bareng bareng, nanti kalau ada teman adinda, adinda akan kenalkan kalian sama teman taman adinda" jawab adinda pada ramma dan vita
mereka masuk ke dalam kamar adinda, dan ternyata kamar itu kosong, karena teman teman adinda pergi bersama orang tua mereka masing masing.
"tempat tidur kamu yang mana din? " tanya vita pada adinda
"yang ini mi... itu kamar mandinya, ini punya jihan, ini punya icha dan ini punya kiki, mereka semua baik baik sekali sama adinda mi" ucap adinda untuk memperkenalkan teman temannya, namun sayang mereka tidak ada di kamar
"yah bagus kalau begitu, kamu betah betah yah sayang tinggal di sini, dan ini kamu simpan sekarang, jangan lupa di makan bersama teman teman kamu" jawab vita sambil memberikan beberpa makanan ringan untuk adinda
"yah sudah kamu istirahat sekarang yah, tapi mandi dulu biar tidak bau he he he" ucap ramma pada adinda
"ihh papi... adinda itu tidak pernah bau tahu, walaupun adinda jarang mandi tapi adinda itu saelalu tampil cantik dan wangi" jawab adinda
"ihhh kebiasaan anak gadis cantik, tapi males banget kalau di suruh mandi" ucap vita sambil mengacak ngacak rambut adinda
"ihh mami... adinda itu bukan maleas, tapi adinda itu ngirit air, biar tidak boros he he he " jawab adinda
__ADS_1
"banyak alasan aja... yah sudah sana mandi dulu, setelah itu langsung tidur, tapi jangan lupa sholat jangan pernah di tinggal yah" ucap ramma
"iya pi.. mi... tapi papi jangan lupa untuk selalu kirim uang untuk adinda yah he he he" jawab adinda
"iya siap kalau itu... yah sudah kami pamit pulang yah, kamu kalau lagi libur kukiahnya jangan lupa pulang, nanti mobil yang di pakai om satria akan di taruh di sini, jadi sewaktu waktu kalian mau pulang itu sudah ada kendaraan " ucap ramma
adinda langsung memeluk ramma dan vita, setelah itu mereka pulang, hal tersebut juga sama seperti arjuna dan ariel, kunci mobilnya ada di ariel, mobil itu untuk di gunakan mereka bertiga kalau mau kemana mana, biar tidak usah pakai kendaraan umum.
setelah ramma dan vita pulang, adinda langsung mandi, dan dia sholat dzuhur terlebih dahulu, dan setelah itu dia tidur, karena kar masih sepi jadi dia memanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk tidur, sebelum orang tua dan teman temannya kembali.
*******
di perjalanan pulang indah dan rendy sempat bercerita banyak tentang perjodohan adinda yang terlalu mendadak. walaupun orang tua tidak memaksa, tapi tetap saja itu akan menjadi beban tersendiri untuk mereka.
"hahh... sedang apa dia di sana, bukannya dia tadi pamit mau ke kamar mandi? " tanya raendy
"iya aku juga tidak tahu, yang aku lihat sih tadi, adinda duduk sendiri sambil melamun dan tatapan dia itu kosong" ucap indah
"apa dia memikirkan tentang perjodohan itu yah... adinda itu masih kecil, dia masih butuh senang senang dulu. tapi tadi dokter bimmo dan papi terlalu terburu buru untuk berbicara seperti itu, aku yakin adinda pasti ingin mewujudkan cita cita dia sebagai dokter, aku takut kalau masalah ini akan mempengaruhi sikias adinda" jawab rendy
"kita doakan saja yang terbaik untuk adinda, yah semoga saja dia tidak berfikiran terlalu serius tentang masalah itu, karena se usia adinda itu belum saatnya untuk berbicara tentang pernikahan, lebih baik kita kasih dukungan aja buat adinda, saring sering ngajak adinda ngobrol biar dia bisa lupa dengan masalah ini" ucao adinda
"iya.... kamu benar, tapi kalau masalah kita bagaimana, apa kamu sudah siap untuk berbicara tentang pernikahan sama aku" jawab rendy sambil melirik ke arah indah
__ADS_1
"hahhh... kok larinya ke sini sih, bukannya tadi kita membahas adinda yah, kenapa jadi ke arah ini sih" ucap indah.
"yahh tidak apa apa lah... apa kamu belum siap untuk menyandang status sebagai nyonya rendy dirgantara?" tanya rendy
"emang kamu serius sama aku rend, kamu tidak hanya ingin mempermainkan aku kan?" tanya balik indah ke rendy
rendy langsung meminggirkan mobilnya, dan dia langsung mematikan mesin mobil tersebut untuk berbicara bersama indah dengan serius.
"ndah... aku tidak pernah bermain main sama kamu, apa lagi ini tentang perasaan. aku serius sama kamu... aku tidak main main, kalau kamu dudah siap untuk menikah, aku akan menemui wali kamu buat minta restu agar aku pisa meminang kamu" ucap rendy sambil memegang tangan indah
"aku cinta sama kamu ndah... kamu mau tidak ndah menikah sama aku, kita hidup berumah tangga bersama aku dan memiliki keluarga kecil kita sendiri" ucap rendy sambil mematap lekat wajah indah
indah yang tidak bisa berkata apa apa, dia hanya membalasa dengan senyuman dan juga tangisan kebahagiaan sambil mengangguk tanda dia setuju.
"apa maksudnya itu ndah? " tanya rendy untuk memastikan semuanya
"iya aku mau... aku mau menikah sama kamu rendy" jawab indah
mereka langsung berpelukan di dalam mobil, indah semakin tidak bisa membendung air mata dia lagi, begitu juga rendy, ini pertama kalinya dia menangis untuk wanita lain selain keluarga dia.
rendy sangat bahagia sekali mendengar iti saemua, dia janji akan menemui wali dari indah, walaupun orang tua kandungnya sudah tidak ada, namun indah masih memiliki paman dan bibi, saetidaknya rendy harua meminta restu dari mereka, karena hanya mereka keluarga yang indah miliki saat ini.
rendy langsung melajukan mobilnya kembali, agar segera sampai di rumah kontrakan indah. setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan kontrakan indah.
__ADS_1
rendy meminta indah untuk saelalu mengunci rapat pintu dan juga jendela dia, dan rendy juga meminta supaya indah tidak menerima tamu orang yang tidak di kenal, karena rendy sangat takut dengan omongan satria dan bram waktu itu, sehingga rendy menyuruh orang untuk memantau dan dia selalu mengingatkan indah untuk selalu berhati hati.