Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 240


__ADS_3

semua orang semakin bertanya tanya. ada apa dengan mereka, dan kenapa mereka semua menangis.


"sayang ada apa ini.... kenapa kamu menangis? " tanya ramma yang penasaran


"sayang.... ternyata reno yang selama ini aku cari, itu dia... dia reno yang pernah aku temui di panti dulu" jawab vita dengan memegang wajah reno


"tapi.... dia kan anak kandung dari dokter bimmo, mana mungkin dia reno yang kamu cari" tanya ramma


"reno.... kamu pernah mengenal bu vita sebelum nya" tanya dokter bimmo pada reno


"iya pa... sebelum papa mengangkat reno sebagai anak, reno pernah bertemu sama bunda vita, karena kita berasal dari panti asuhan yang sama, dan kita pernah dekat dulu, mangkanya reno panggi dia dengan sebutan bunda" jawab reno


"tolong... tolong jelaskan sama saya, sebenarnya ada apa ini" tanya ramma yang masih belum mengerti


"jadi begini pak ramma, reno ini sebenarnya bukan anak kandung saya dan almarhumah istri saya. reno kami angkat anak karena kami sangat menginginkan hadirnya anak kecil di hidup kami, jadi kami memutuskan untuk mengangkat reno dari panti asuhan untuk kami rawat" penjelasan dari dokter bimmo


"terima kasih dokter bimmo, dokter sudah menjadi orang tua sambung buat reno, dan dokter sudah menyayangi reno selayaknya anak dokter sendiri. saya dulu sempat khawatir kalau reno mendapatkan orang tua yang tidak sayang dengan dia, dan pada akhirnya reno akan di sia sia" ucap vita


"bagi saya reno ini bukan hanyalah anak angkat, tapi dia anak kandung saya, saya sangat menyangi reno dan kelak dia akan mewarisi semua yang saya miliki" ucap dokter bimmo


"memang dunia itu sangat sempit.... siapa yang sangka kalau anak yang kami anggap hilang dulu, berada di tempat orang yang dekat dengan kita. reno... om ramma memang belum pernah bertemu sama kamu waktu kamu kecil, atau mungkin pernah tapi om tidak ngeh kalau itu kamu, om senang sekali karena kamu bisa tumbuh menjadi laki laki yang sukses" ucap ramma sambil menepuk lengan reno


"iya om... terima kasih " jawab reno

__ADS_1


"mami.... mami kapan mau kasih hadiah itu untuk kak reno, biar bisa segera di buka.... adinda sudah sangat penasaran sama isi kotak itu" ucap adinda sambil menunjuk kotak yang ada di atas meja


"ohh iya kotak ini... sebenarnya bunda ingin kasih kado ini sudah sangat lama sama kamu, tapi sayangnya bunda telat satu hari waktu datang ke panti, jadi bunda tidak sempat kasih kado ini untuk kamu" ucap vita sambil memberikan kotak yang dia pegang


"ini untuk reno?.... terima kasih bun, reno senang sekali" ucap reno sambil membuka kotak itu


"wahhhh kamera.... ini beneran untuk reno? " ucap reno sambil melihat lihat kamera tersebut


"iya.... bunda dulh bingung sekali mau kadih apa sama kamu, jadi bunda putuskan untuk memberikan kamera itu buat kamu, karena kamu dulu pernah bilang sama bunda kalau kamu suka ngefoto orang" jawab vita


"wahhh kamera nya bagus banget.... ini bisa bisa hanya kak reno yang punya kamera model seperti ini, karena pasti sudah tidak ada di pasaran. dan bisa di bilang ini kamera antik, masih bisa di gunakan tidak kak itu" ucap adinda sambil melihat lihat kamera yang di pegang reno


"kamu coba dulu ren... bunda dulu belinya juga masih baru, dan tidak pernah di pakai, jadi kemungkinan masih bisa di gunakan" ucap vita


reno langsung mencoba untuk menyalakan kamera tersebut, dan ternyata masih bisa di gunakan. reno mencoba ngefoto objek yang ada di sekitar dia, dan hasilnya masih bagus.


"syukurlah kalau masih bisa... yah sudah kamu simpan baik baik yah... " jawab vita


"terima kasih sekali lagi yah bund.... reno senang sekali karena ternyata bunda masih mengenal reno" ucap reno sambul memeluk vita


"sama sama sayang.... " jawab vita


*******

__ADS_1


setelah acara tangis tangisan itu, mereka semua berjalan menuju pendopo desa, untuk mengikuti acara makan bersama warga dan sesepuh desa.


mereka semua sangat di sambut dan di hormati di sana, bahkan acara di mulai saat keluarga ramma datang semua.


ramma, satria, pras, dan dokter bimmo langsung duduk di samping para sesepuh desa, mereka ngobrol bersama dan menikmati acara tersebut.


vita, maira, alin dan ratih juga berkumpul dengan ibu ibu yang ada di desa itu mereka berbicara masalah perempuan, tapi entah apa saja yang mereka bahas.


sementara adinda, indah reno, rendy, arjuna dan ariel, berkumpul bersama sambil mencicipi makanan yang sudah di siapkan untuk semua orang. mereka tidak berkumpul dengan siapa pun, karena memang mereka tidak bisa bergaul dengan begitu mudah, jadi mereka memilih untuk ngobrol bersama keluarga mereka saja, tanpa orang lain.


para pemuda pemudi desa juga sebenarnya ingin mengajak mereka untuk berbicara sekaligus kenalan, tapi mereka takut untuk menyapa duluan.


"kalian ngapain kumpul di sini, sebentar lagi para penari akan masuk, lebih baik kita joget joget aja" ucap salah seorang pemuda desa


"iya iya... bagus itu, jadi kita nanti joget aja sampai pagi... sekalian kita ajak anak anak kota itu, biar mereka bisa menari dan tidak kaku badannya" ucap salah seorang warga desa


"emangnya kamu berani bgajak mereka, aku takut untuk mengajak mereka, secara mereka orang kota sedangkan kita anak desa yang tidak bisa apa apa"


ucap salah seorang warga desa


"apa nya yang kamu takuti sih... mereka juga sama seperti kita, cuman hidup. mereka lebih untung aja dari kita, mereka terlahir dari keluarga yang terlanjur kaya, kalau kita terlanjur miskin. tapi kalau mereka di buang sama orang tuannya dan di usir dari rumah, juga sama aja, gembel gembel juga.... karena anak anak seperti mereka hanya tahu menghabiskan uang dari orang tua mereka saja"


"aku yakin mereka tidak ada yang mau kerja, hari harinya di mall belanja ini dan itu, sekolah juga sering bolos, walaupun bolos tapi mereka tetap bisa lulus karena uang sogokan" ucap salah seorang warga desa

__ADS_1


"kamu kalau ngomong sembarangan aja, emang kamu mengenal mereka? sampai kamu bisa ngatain mereka seperti itu. padahal ketemu aja baru sekarang, kamu sudah bisa buat omongan jelek tentang mereka, kami iri yah sama mereka, dan aku yakin kamu juga ingin berada di pososisi mereka" ucap salah seorang warga desa


"ahhh terserah lah... aku tidak mau ikut campur sama kalian, percuma ngomong sama kalian, tidak ada manfaatnya, dan kalian juga tidak akan faham dengan yang begituan. beda sama aku, aku tahu segalanya, karena kan aku anak ketua RT di sini jadi aku tahu semuanha" ucap anak yang mengaku sebagai anak ketua RT


__ADS_2