Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 26


__ADS_3

...Di paris...


Willy : bagaimana perkembangan kasus ini, saya tidak mau dengar kata gagal yah


Seno : tuan tenang saja, semua berjalan sesuai dengan rencana yang kita buat, bahkan nona sonya pelan-pelan mendapatkan balasan yang setimpal


Willy : bagus saya suka dengan cara kerja kamu, dan setelah masalah ini selesai saya akan memberikan kamu hadiah yang setimpal dengan kerja kamu


Seno : terimakasih tuan, saya pastikan nona sonya akan menyesal dengan apa yang dia lakukan


Willy : lanjutkan


Flashback On


Udin : kita lakukan sekarang pak seno, kita tangkap mereka sekarang juga. Tuan ramma juga menyuruh kita untuk menutup semua jalur dabik darat, laut, ataupun udara biar keluarga mereka tidak ada yang kabur.


Seno : baik pak udin, kita kerjakan tugas ini.


(sambungan telpon pun terputus)


Di lain sisi sonya dan semua anak buahnya sedang berbahagia karena keberhasilan yang mereka dapatkan, kini mereka mengadakan pesta di sebuah villa yang besar dan mereka semua sedang bersenang-senang tanpa ada yang sadar kalau semua gerak-gerik mereka di pantau dengan CCTV yang sengaja di pasang anak buah pak seno sebelum mereka semua datang ke villa tersebut.


Dan tanpa mereka sadari juga, sedari awal mereka sudah masuk ke dalam perangkap yang di buat willy dan istrinya ratih, tapi karena sedikit kesalahan sehingga mereka kecolongan yang berakibat celakanya rendy dan vita. Memang sedari awal mereka sudah memprediksi kalau hal itu bisa terjadi tapi karena ratih masih punya sedikit rasa kasihan, karena dia mengenal baik sonya dari lama, jadi mereka fikir kalau sonya tidak akan tega untuk mencelakai rendy, yang dia kenal dari bayi, tapi nyatanya sonya benar-benar melakukan hal itu dan kini kesabaran ratih dan willy sudah mulai habis.


Seno dan udin langsung datang ke villa yang di tempati sonya dan anak buahnya untuk merayakan pesta keberhasilan mereka, seno langsung menyuruh anak buahnya untuk menghidupkan sistem keamanan yang ada di villa tersebut, karena memang villa itu adalah villa milik keluarga willy yang sudah di rancang dengan sistem keamanan yang sangat ketat. Sonya yang melihat kedatangan tamu yang tidak di undang itu sangat terkejut karena mereka sama sekali tidak mengenal orang itu.


“siapa kalian, berani-beraninya kalian mengganggu pesta kami” ucapnya pada seno dan udin


“selamat malam nona sonya, apa nona sudah lupa sama kami” jawab udin dengan senyum yang penuh ancaman


Sonya yang mendengar itu langsung mencoba mengingat dua orang yang kini tengah duduk di soffa, setelah mengingat siapa orang itu kini sonya sangat terkejut dan gugup tapi dia mencoba untuk menutupinya.


“kalian anak buah, ramma dan om willy kan?” ucap sonya dengan wajah yang sudah tegang


“prok..prok..prok.. (suara tepuk tangan) akhirnya anda mengenal kami lagi nona cantik, jangan berfikir nona bisa menang dengan sangat mudah.

__ADS_1


Bukannya nona sudah sangat mengenal siapa tuan ramma dan tuan willy, kenapa nona masih berani membuat perkara dan main-main seperti ini. Anda saja bisa menyewa villa ini tanpa anda tahu kalau villa ini milik tuan willy” ucap seno dengan santai


“kalian semua kenapa diam saja, Serang!!!” perintah sonya kepada semua anak buahnya


“Berhenti!!! Kalau kalian semua berani maju satu langkah saja, saya pastikan semua orang yang kalian sayangi akan menderita. Nyalakan proyektornya” teriak udin, dan dengan cepat anak buah udin menyalakan proyektor untuk menunjukan sebuah kejutan buat mereka semua.


Semua yang ada di dalam ruangan itu langsung kaget dan tidak percaya kalau kini semua keluarga yang mereka sayang sedang di tawan dan dalam bahaya, Termasuk keluarga sonya.


“bagaimana apa masih ada yang berani maju mendekat, dan bagaimana rasanya yah kalau kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri keluarg kalian kami lempar ke jurang dimana kalain melempar tuan muda rendy dan nyonya vita.” Ucap udin dengan berjalan memutari orang-orang tersebut.


“di situ ada istri, anak, orang tua, kerabat, dan masih banyak lainnya. Saya bisa pastikan kalau kalian akan hidup sendiri dan lama-kelamaan kalian akan meminta kematian kalian sendiri kepada kami” ucap seno dengan senyum kejamnya


Karena kejadian itu semua anak buah sonya langsung mau menyerahkan diri ke kantor polisi, dan memutuskan untuk minta maaf sama keluarga ramma karena mereka tidak mau hidup keluarganya sengsara dan dalam bahaya terus menerus. Sedangkan sonya dia masih kekeh untuk tidak mau minta maaf, bahkan sonya hanya menganggap ancaman itu sebuah main-main.


Tanpa sonya ketahui dan sadari kalau hidupnya kini hancur pelan-pelan, sudah tidak ada lagi orang yang mau mengontrak dirinya, bahkan perusahaan orang tuanya kini menurun sedikit demi sedikit dan keluarganya mulai terpecah bela, gosip yang tidak enak selalu muncul di TV tentangnya.


Flashback Off


...Di Rumah Ramma...


(rendy kamu dan papi kamu ternyata mirip yah, sama-sama memiliki wajah yang tampan, dingin saat dengan orang yang baru di kenal dan hangat saat bersama dengan orang yang di sayangi. Mami yakin kelak saat kamu besar nanti kamu bisa sehebat papi kamu) suara hati vita


Vita langsung membersihkan dirinya ke kamar mandi, dan setelah itu membangunkan ramma dan rendy lalu mereka sholat berjamaah. Setelah itu vita langsung masak, ramma joging keliling komplek, sedangkan rendy tidur kembali agar saat sekolah tidak mengantuk. Setelah selesai masak vita langsung membangunkan rendy yang lagi tidur dan mengurusnya karena rendy harus sekolah hari ini.


“rendy bangun yuk waktunya sekolah” ucap vita sambil ngelus kepala rendy


“aduhh mami.. kepala lendy tiba-tiba pusing, kayaknya lendy sakit deh mi” rendy yang beralasan agar tidak pergi sekolah


“masa sih, yah sudah mami panggilin dokter bimmo aja yah, biar rendy di suntik setelah di suntik rendy berangkat sekolah” ucap vita yang menakut-nakutin rendy


“hahhh tidak mi, landy tidak jadi sakit deh. Jangan panggil doktel bimmo yah, lendy sekolah aja kalau gitu” jawab rendy dengan wajah yang tegang


“he he he yah sudah ayo mami mandiin sekarang” ucap vita sambil tersenyum


“tidak mami, lendy kan mau mandili jadi lendy mau mandi sendili sekalang” ucap rendy yang langsung lari ke kamar mandi

__ADS_1


Vita hanya tersenyum melihat tingkah lucu rendy, mulai drama pagi saat rendy akan sekolah dan sampai berantem sama papinya karena ingin mencari perhatian vita. Walaupun vita kadang sebel dengan sikap papi dan anaknya itu tapi vita dalam hatinya selalu bahagia dan tersenyum sendiri saat mengingat kejadian-kejadian lucu yang mereka alami.


Setelah selesai semua, rendy sudah siap untuk ke sekolah, dan ramma juga sudah siap untuk ke kantor kini waktunya untuk mereka sarapan bersama, seperti biasa vita mengambilkan makanan untuk ramma dan rendy dan ramma akan memimpin doa setelah itu mereka makan tanpa adanya suara dan hanya terdengar dentingan sendok yang berantem dengan garpu di atas piring.


Setelah selesai, ramma dan vita mengantar rendy ke sekolahnya. Tapi kini vita dan rendy memilih untuk duduk di jog belakang, karena rendy ingin bermain sama maminya sebelum sampai ke sekolah.


“kok kalian duduk di belakang” protes ramma pada rendy dan vita


“ayo pak supil antalkan aku dan mami ke sekolahnya” ucap rendy yang menggoda ramma


Vita hanya bisa menahan tawanya saat melihat muka ramma yang syok karena ucapan rendy tadi, vita juga ingin sekali menggoda suaminya itu tapi dia mau menunggu waktu yang pas.


“apa!!! Rendy kamu bilang apa tadi” ucap ramma dengan penuh penegasan


“aduh... pak supil ini banyak tanya yah mi, ayo belangkat pak supil kalau nanti aku telat ke sekolah, gaji pak supil aku potong cemua” ucap rendy sambil tertawa kecil ke mami vita


“iya pak supir ini, ayo buruan berangkat pak, nanti kalau anak saya telat awas saja yah. Saya akan kasih hukuman buat bapak” ucap vita sambil menahan tawanya


(ohh begitu yah kalian sengaja berkerja sama, awas saja kamu vita, aku yang akan menggukum kamu) suara hati ramma


Dengan hati dan perasaan yang jengkel akhirnya ramma mengemudi mobilnya ke sekolah rendy, karena dia sendiri juga tidak mau kalau rendy sampai telat ke sekolah karena terus berdebat. Setelah perjalanankira-kira 30 menit mobil ramma sudah sampai di depan pintu pagar sekolah rendy, kini mereka semua langsung turun dan mengantar rendy sampai ke depan pintu kelasnya dan selalu berpesan sama guru rendy kalau ada orang yang tidak di kenal menjemput rendy mereka harus menggubungi vita ataupun ramma, karena mereka tidak mau kalau kejadian kemarin terulang kembali.


“da dah mami.. da dah pak supil...” teriak rendy sambil berlari ke dalam kelas


“ihh anak siapa sih itu, ngeselin banget” ucap ramma


“sudah pak supir jangan ngomel-ngomel aja” saut vita sambil menarik tangan ramma


Sampai di dalam mobil ramma makin di buat jengkel karena vita langsung duduk di belakang tanpa menghiraukan ramma dan vita langsung bermain ponselnya sambil-tertawa-tawa.


“kamu benar-benar menggoda kesabarn ku sayang” ucap ramma sambil memandang vita lewat kaca spion yang ada di tengah


“he he he iya...iya gitu aja marah” ucap vita yang langsung berpindah ke jog samping ramma


“kok kamu masih cemberut sih, haduduh.. suamiku lagi marah ni yahh. Yah udah aku minta maaf yah sayang (Cuppp)” ucap vita sambil mencium pipi kiri ramma yang membuat ramma tersenyum kembali, karena baru kali ini vita memiliki inisiatif untuk mencium duluan.

__ADS_1


__ADS_2