Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 172


__ADS_3

arjuna, ariel dan rendy sudah menerima pesanan mereka , karena masakan di lestoran itu sangat enak, di tambah dari mereka kecil sudah sangat sering di ajak makan bersama di lestoran itu.


"kak... kita telpon adinda aja, kita tanyakan dia mau makan apa " ucap ariel


"iya ide yang bagus... bentar kakak telpon dia dulu" jawab rendy


tuttt.... tutt... tut... suara sambungan telpon


adinda : iya hallo kak kenapa


rendy : din suara kamu kok lemes banget, kamu sakit lagi din


adinda : tidak kak... adinda lapar


rendy : hahh lapar yah tinggal makan din, kamu tadi sih bangunnya siang, jadi ketinggalan makan bersama


adinda : dinda sekarang ada di kampus, ada acara buat persiapan untuk ospek kak, dan acaranya itu ada di lantai 4 adinda tidak kuat buat jalan naik turun tangga kak, adinda tadi juga berangkat belum sarapan karena sudah telat. adinda lapar kak


rendy : astaga dinda, kamu itu yah... selalu begitu, masih sakit sudah nekat ke kampis, pakai acara belum makan segala. kamu tunggu di sana kakak jemput kamu sekarang


adinda : iya kak... kepala adinda pusing banget dan perut dinda juga sakit


rendy : kakak berangkat bersama arjuna dan ariel sekarang, tunggu yah...


sambungan telpon berakhir


"kenapa kak... dinda sakit lagi" tanya arjuna pada rendy


"dia di kampus sekarang, dan dia belum sarapan apa apa sedari pagi. karena harus buru buru datang ke kampus, sekarang dia tidak mau naik turun tangga karena kakinya sakit" jawab rendy


"yah sudah kak, kita bawa makanan ini untuk dia sekarang, adinda kan ada sakit lambung, " ucap Ariel


"kamu benar riel, keta berangkat sekarang " jawab rendy


mereka bertiga langsung berangkat menuju kampus adinda dengan membawa makanan. mereka sangat khawatir dengan keadaan adinda yang sedang sakit apa lagi dia belum makan.

__ADS_1


******


adinda sedang duduk sendiri di bangku yang ada di aula tersebut, karena memang semua teman dan para senior lagi pergi makan di luar fakultas.


"kamu ngapain duduk di sini, apa kamu tidak pergi makan siang" ucap reno pada adinda


"ehhh kak... ehh salah pak... memangnya saya tidak boleh menunggu di sini yah" ucap adinda


"panggil saya kak saja, semua anak juga memanggil saya kak tidak ada yang memanggil pak di sini. wajah kamu pucat sekali, kamu sakit" ucap reno


"yahh saya memang dari awal sudah sakit kak, saya males untuk naik turun tangga, kaki saya masih belum kuat" jawab adinda


"kan ada lift, kamu bisa gunakan itu. jangan pedulikan omongan orang lain, saya yang menyuruh kamu untuk menggunakan lift, jadi tidak akan ada yang berani menentangnya" jawab reno


"saya yang merasa tidak enak dengan anak anak kak, saya tidak mau di bilang manja, saya juga tidak mau kalau nanti saya akan di gosipkan di fakultas ini, karena bisa mendapatkan fasilitas dari dosen secara langsung" ucap adinda asambil menaruh kepalanya di atas mejah, karena memang sekarang kepalanya sangat berat saekali


"jadi kamu belum makan siang, saya akan belikan kamu makanan sekarang. atau kamu mau ikut saya turun ke kantin, saya traktir kamu" ucap reno


"tidak usah terima kasih, saya di sini saja, kepala saya sakit, dan perut saya sakit sekali" ucap adinda sambil memegang perutnya


namun adinda tidak menjawab semua omongan reno, adinda hanya menaruh kepalanya di atas mejah dan tangannya memegang perutnya dengan mata yang terpejam.


"hay... hay... " ucap reno sambil menggoyang tubuh adinda, namun adinda tidak memberikan respon apa apa


"Ya Allah dia pingsan... aku harus bawa dia ke ruang UKS sekarang " ucap reno


reno langsung menggendong tubuh adinda yang saedang pingsan, dia membawa adinda naik lift menuju UKS yang ada di lantai satu. semua mata memandang mereka karena terkejut.


reno adalah dosen dari fakultas kedokteran yang sangat populer, karena reno berhasil menjadi dokter ahli bedah terbaik se asia di usia muda. banyak mahasiswa terutama yang perempuan sangat mengidolakan reno sebagai dosen tampan yang ada di fakultas apa lagi saat reno menggunakan jas dokternya.


reno berjalan dengan menggendong adinda menuju UKS cukup bisa membuat semua mahasiswa perempuan yang melihatnya merasa iri, dan ingin berada di posisi adinda.


"dok... dia kenapa" ucap salah seorang dokter yang menjaga UKS


"saya juga tidak tahi, tolong berikan alat alat saya, saya akan memeriksa dia sendiri " ucap reno pada dokter itu

__ADS_1


"baiklah dok silahkan" jawab penjaga uks


******


mobil mewah rendy kini sudah memasuki area kampus, dan kini sedang mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, yang dekat dengan fakultas kedokteran.


saetelah parkir, mereka bertiga turun dan masuk ke dalam fakultas kedokteran untuk mencari adinda. yang berada di lantai 4, mereka bertiga langsung masuk ke dalam lift agar bisa cepat berada di lantai 4.


setelah sampai mereka langsung bertanya pada senior yang berada di depan pintu aula.


"maaf saya mau tanya, apa di sini ada seorang gadis yang kakinya sedang saakit dan dia menggunakan tongkat namanya adinda" tanya rendy


"ohhh iya... ada, kalau boleh tahu kalian siapa dan kenapa mencari dia"


"saya kakak nya, dan mereka adalah adik adik adinda. dia tadi telpon saya kalau dia sedang tidak enak badan, mangkanya saya ingin memastikan kalau afik saya tidak kenapa napa " ucap rendy


"adinda tadi sempat pingsan, dan sekarang ada di ruang UKS yang berada di lantai bawah, kalian tidak usah khawatir karena dia sudah di tangani sama dokter yang menjadi dosen di fakultas ini" ucap senior adinda


"baik terima kasih saya akan langsung ke lantai bawah saja. " jawab ramma, dan mereka bertiga dengan tergesa gesa untuk kembali ke lantai dasar, berhubung lift sangat mengantri, jadi arjuna, ariel dan rendy langsung berlari menuruni anak tangga sampai berada di lantai bawah.


mereka langsung mencari ruang UKS dan melihat keadaan adinda yang baru saja pingsan.


"kak itu UKS nya" ucap arjuna


"iya, kita masuk sekarang " jaewab rendy


"adinda.... " ucap rendy arjuna dan ariel secara bersamaan


di dalam sedang ada reno, yang sedari tadi duduk di bangkunya ambil menunggu adinda sadar dari pingsannya, di buat terkejut dengan kedatangan 3 laki laki itu.


"siapa kalian, kenapa masuk tanpa permisi terlebih dahulu" ucap reno yang berdiri sambil mendekat ke adinda


"maaf dok. saya kakak nya adinda, apa adik saya baik baik saja. tadi dia telpon saya katanya kepalanya sedang pusing dan perutnya juga sakit, saya takut sakit lambung adinda kambuh lagi" ucap rendy


"ohh begitu, mas tidak usah khawatir sama adinda, dia hanya pingsan karena lapar, dan perutnya juga menjadi perih karena belum terisi sesuatu. sebentar lagi dia akan sadar" penjelasan reno

__ADS_1


"terima kasih dok" ucap rendy, arjuna dan ariel


__ADS_2