
setelah kurang lebih satu jam mobil ramma sudah masuk ke daerah rumah sakit, ramma langsung parkir dan masuk ke dalam rumah sakit.
mereka menuju lantai tiga, untuk bertemu dokter yang akan menangani kaki adinda, karena ramma sudah membuat janji sama dokter jadi mereka tidak perlu lagi mengantri, mereka langsung masuk dan adinda di periksa.
"dok... ini saya bisa kan melepas gif ini, karena jujur saya jadi susah berjalan, karena kaki saya kaku" ucap adinda sambil duduk di tempat tidur yang ada di ruangan dokter
"sebentar yah mbak saya periksa dulu, dan setelah gif ini di lepas, kaki mbak harus di rongsen terlebih dahulu untuk mengetahui memar di tulang mbak sudah membaik atau belum" jawab dokter
"iya dok, saya yakin pasti kaki saya sudah sembuh dok, karena saya tidak merasa kalau kaki saya sakit. " jawab adinda
dokter langsung membuka gif yang ada di kaki adinda, setelah gif dan perban berhasil di lepas, adinda sangat senang sekali karena kakinya terasa lebih bebas dan dia bisa menggerakkan kakinya kembali.
"mi... pi... kaki adinda jadi bebas sekarang, adinda seneng banget" ucap adinda
"coba mbak gerakan pelan pelan, kalau masih sakit kita akan lakukan rongsen, tapi kalau sudah tidak sakit, berarti kaki mbak sudah tidak apa apa" ucap dokter
dan adinda langsung menggerakkan kakinya ke kanan dan ke kiri, adinda juga mengangkat kakinya dan menurunkan kakinya.
"sudah tidak sakit dok... sudah aku bilang kaki ku itu sudah sembuh" ucap adinda sambil terus tersenyum
"labih baik lakukan foto tulang kaki adinda dok, saya masih tidak bisa yakin seratus persen, karena putri saya ini itu tahan banting, kalau tidak benar benar sakit, dia akan tetap bilang tidak apa apa"ucap ramma
"baiklah kalau begitu, saya akan siapkan ruangannya terlebih dahulu" ucap dokter
dokter itu langsung menyuruh perawat untuk menyiapkan semua alat alat nya, dan ada beberapa perawat yang mendorong kursi roda adinda untuk menuju ruang foto.
setelah beberapa menit akhirnya adinda di bawa kembali ke ruangan dokter tersebut, dan ada juga perawat yang memberikan hadil foto tersebut.
doktwr langsung membandingkan foto awal pertama kaki adinda sama foto yang baru saja di ambil.
"kaki mbak adinda sudah sehat pak, sudah tidak apa apa lagi, di buat jalan. tapi kalau bisa jalan di buat lari kencang dan juga lompat lompat dulu yah, setidaknya biarkan kaki mbak adinda beradaptasi dengan kondisi sekarang" ucap doktwr
__ADS_1
"iya dok siap... saya akan ingat semua pesan dokter" jawab adinda
setelah mendengar itu semua mereka langsung pamit untuk pulang, setelah dari rumah sakit ramma mengantar adinda ke kantor rendy terlebih dahulu setelah itu dia pergi sendiri ke kantor miliknya dan di temani vita.
setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya ramma menurunkan adinda di depan kantor milik rendy, dan setelah berpamitan, ramma dan vita langsung pergi.
*****
"haduh... ini bagaimana yah... apa aku harus nemui kak rendy dengan seperti ini, mau alasan apa nanti aku sama resepsionis nya. mereka tidak ada yang tahu kalau aku adik dari kak rendy" ucap adinda pada dirinya sendiri
"itu toko baju.... aku harus ganti penampilan agar aku bisa alasan kalau aku pacarnya kak rendy, mereka tidak akan curiga kalau bajuku terlihat meweh"
"oke... aku harus kesana, beli baju dulu"
adinda langsung pergi ke toko baju yang lumayan besar yang ada di sebrang kantor rendy.
"wahh ternyata ada sepatu dan juga tas, oke penyamaran yang akan sempurna untuk menjadi pacar dari seorang pengusaha muda yang sangat sukses"
"ada yang bisa saya bantu mbak" ucap pegawai toko
"baik mbak, saya akan bawakan baju yang seperti mbak mau" jawab pegawai toko
adinda menunggu pegawai itu kembali dengan membawa baju yang sesauai permintaan adinda, sementara sambil menunggu adinda melihat tas dan juga sepatu yang sekiranya cocok untuk dia gunakan juga.
"mbak ini, anda bisa mencoba terlebih dahulu di ruang ganti yang ada di sana" ucap pegawai toko
"iya mbak... terima kasih, saya akan coba dulu"
adinda langsung mencoba baju yang berwarna hitam itu, setelah mencoba adinda langsung jatuh hatinpada baju yang dia kenakan, sehingga dia ingin membeli baju itu saja.
setelah itu dia juga mencari tas dan sepatu yang cocok untuk pasangan baju hitam itu, setelah mendapatkan srmuanya adinda langsung membayar semua belanjaan nya.
__ADS_1
"mbak... mbak punya lipstik merah tidak, kalau punya boleh minta sedikit tidak" ucap adinda ke mbak kasair
"ada mbak... ini silahkan mbak bawa, mbak bisa pakai yang mbak perlukan" ucap mbak kasir sambil ngasih satu tas make up milik nya
"terima kasih mbak, saya minta sedikit yah"
"iya mbak silahkan" jawab mbak kasir
adinda langsung mengoleskan beberapa make up ke wajahnya, sehingga kini adinda terkesan lebih dewasa dan terlihat lebih menawan. setelah selesai adinda langsung kembalikan make up itu ke pemiknya
"ini mbak sudah... terima kasih " ucap adinda
"iya mbak sama sama" jawab mbak kasir
(mbak itu tadi pakai make up ku, tapi kenapa mbak itu berubah jadi cantik yah..sedangkan aku kenapa biasaa saja, padahal sama sama pakai make up ini) suara hati mbak kasir, yang sangat terpesona melihat kecantikan adinda
"oke aku sudah siap untuk ketemu kak rendy, dan berpura pura menjadi pacarnya. tapi nanti kalau kak rendy punya pacar beneran dan dia marah sama kak rendy bagaimana yahhh"
"ahhh itu mah.. urusan nanti, yang penting rencana aku berhasil dulu, kalaupun nanti pacar kak rendy marah yahh biarin, biar sekalian putus ha ha ha ha"
adinda masuk ke dalan perusahaan rendy, dengan penuh elegan dan juga tebar pesona.
"permisi mbak... saya mau ketemu dengan rendy, apa dia ada di kantor"
"maaf mbak... apa yang anda maksud itu pak rendy? " tanya resepsionis
"iya mbak... memang siapa lagi yang bernama rendy di kantor ini, apa masih ada rendy rendy lain di kantor kantor ini"
"maaf mbak, di kantor ini memiliki peraturan, kalau mau bertemu atasan apa lagi seperti pak rendy, pak arjuna dan pak ariel. itu harus ada ijin terlebih dahulu, karena kerjaan mereka sangat banyak dan tidak bisa menemui orang sembarang " ucap resepsionis
__ADS_1
"mbak... kalau saya yang ketemu tidak perlu ijin. mbak tinggal bilang di mana ruangannya nanti saya akan datang sendiri ke sana, atau perlu mbak hubungi pak rendy nya dan bilang kalau pacarnya datang ke kantor, pasti nanti dia akan datang sendiri ke sini"
adinda masih harus berdebat dengan resepsionis yang tidak percaya kalau adinda itu pacar dari atasan mereka.