Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 226


__ADS_3

rendy bertemu indah di sebuah taman yang tidak jauh dari kontrakan tempat tinggal indah, rendy benar benar ingin bercerita sama indah karena dia tidak ingin menyembunyikan masalah ini sendiri.


indah sudah berada di tempat janjian tersebut, karena memang tidak jauh dari tempat tinggal indah jadi indah datang dengan jalan kaki.


tak beberapa lama setelah indah mencari tempat duduk, rendy tiba di depan taman itu, dia memarkirkan mobilnya dan setelah itu mencari indah di taman yang tidak begitu luas.


rendy melihat indah sedang duduk di bawah pohon yang rindang, dan rendy juga melihat kalau indah sedang memandang foto foto kebersamaan mereka di ponselnya.


"kenapa kamu hanya memandang foto saja, padahal kamu bisa memandang orangnya secara langsung dengan sepuas hati kamu" ucap rendy sambil memeluk indah dari belakang


"he he he he.... ngagetin aja kamu, tiba tiba peluk kaya begini" jawab indah


rendy langsung tidur di pangkuan indah, sambil memandang wajah indah dari bawah. indah tahu kalau rendy manja seperti ini, itu berarti ada beban fikiran yang menganggu dia.


"kamu kenapa, cerita aja sama aku" ucap indah sambil memegang pipi dan ngelus rambut rendy


"ijinkan aku memejamkan mata sebentar yah.... setelah itu aku akan cerita semuanya sama kamu" jawab rendy sambil memejamkan matanya


"yah sudah.... tidur saja dulu, aku akan temani kamu di sini" jawab adinda


rendy tidur karena indah ngelus rambut dia terus, perasaan rendy kini sangat nyaman, bahkan seperti nya kaki indah akan menjadi bantal ternyaman untuk dia tidur.

__ADS_1


beberapa menit berlalu, indah sendiri akhirnya merasa ngantuk, jadi dia tidak sadar kalau kini kepala dia sedikit demi sedikit menunduk ke arah wajah rendy.


rendy sedikit membuka matanya karena dia merasa tudurnya sudah cukup, dan saat membuka matanya dia melihat kalau indah sedang tidur, dan posisi wajah dia kini saangat dekat, hingga tinggal satu senti saja bibir mereka saling bertemu.


tiba tiba kepala adinda terkena lemparan bola milik anak kecil, yang membuat wajah indah dan rendy saling bersentuhan, termasuk bibir mereka.


adinda dan rendy tertegun sejenak, dan saling memandang hingga setelah beberapa detik, akhirnya keduanya sadar dan memperbaiki posisi mereka. indah dan rendy sama sama memegang bibir dan juga dada dia, karena ini adalah momen ciuman mereka yang pertama.


"maaf.... tadi.... " ucap rendy yang ingin mencairkan suasana


"tidak tidak... aku yang salah, tidak seharusanya aku tidur tadi" jawab indah


perasaan keduanya sebenarnya sangat bahagia, hanya saja ini adalah ciuman pertama mereka, sehingga membuat keadaan menjadi canggung, dan mereka berdua sama sama membuang muka, tidak berani saling menatap.


"iya... aku akan cerita semua sama kamu"


"sebenarnya ini masalah adinda, aku sangat mengkhawatirkan keadaan dia sekarang" ucap rendy


"memangnya adinda kenapa? bukannya waktu itu adinda masih baik baik saja, adinda terlihat masih sehat dan dia sangat ceria, memangnya apa yang kamu khawatirkan pada adinda" tanya indah


"aku berharap nya seperti itu, aku berharap kalau adinda akan terus sehat tidak sakit lagi, dan penyakit dia dulu bisa benar benar hilang dari tubuh adinda."

__ADS_1


"karena sakit itu, adinda berada di titik terlamah dia bahkan dulu dia tidak ingin bertemu dengan siapa pun karena malu dengan kondisinya, adinda dulu yang ceria langsung berubah total saat penyakit itu datang, yang bisa adinda lakukan hanya nangis dan dia selalu bertanya, apa besok dia masih bisa melihat matahari pagi" ucap rendy


"memangnya adinda sakit apa, dan kenapa bisa seperti itu? " tanya indah yang semakin penasaran


"kangker.... adinda pernah kangker darah, tapi adinda sudah di nyatakan sembuh dari kangker itu, tapi dia sekarang merasakan gejala gejala yang sama waktu dulu dia di diagnosa mengidap kangker pertama kali" jawab rendy


"kangker.... kenapa bisa... adinda menderita sakit separah itu," ucap indah


"kita dulu juga sangat terkejut saat mendengar kalau adinda mengidap kangker darah, dan kata dokter kangker darah bisa saja dari turunan atau kelainan dan bisa juga masalah lain, tapi adinda lahir normal dan tidak ada kelainan apa apa. lalu papi ingat, dulu ibu kandung papi juga mengidap kangker darah, namun beliau masih bisa berjuang sampai papi lahir dan bisa sempat membesarkan papi"


"mami sama papi sangat menjaga adinda saat adinda di nyatakan sembuh dulu, sampai adinda dulu di larang keluar rumah tanpa pengawalan dan penjagaan yang bisa di bilang sangat ketat dari mami papi. hingga adinda menjadi muak dan sampai adinda benar benar tidak ingin terekspos kamera kalau dia adalah salah satu keluarga dirgantara."


"adinda lebih pilih diam di rumah dan diam diam kabur sendiri untuk sekedar jalan jalan ke mall, dari adinda sakit sampai sembuh memang dia sangat menutup dunia sosialnya, dia lebih suka menyendiri dan serba sendiri"


"baru di kampus ini aja adinda mau membuka dunia sosialnya hingga dia memiliki 3 orang teman yang baik, dan tidak memandang adinda dari materi yang dia miliki. tapi entah sampai kapan adinda akan bersembunyi dari ini semua, karena cepat atau lambat papi juga pasti akan memperkenalkan adinda sebagai salah satu pewaris dirgantara "


"ternyata aku ketinggalan banyak cerita yah... saat aku pergi dulu, banyak cerita baru yang tidak aku ketahui, tapi aku percaya kalau adinda akan terus sehat dan kangker itu sudah benar benar hilang dari tubuh dia, yang adinda butuhkan sekarang adalah kebahagiaan dan juga rasa semangat, karena aku yakin hal itu akan menimbulkan aura positif untuk adinda dan juga untuk tubuhnya" ucap indah


"jadi tugas kita sekarang adalah membuat adinda bahagia terus, dan selalu mendukung apa yang dia inginkan, karena bisa saja dengan begitu semangat adinda akan semakin bertambah karena dia merasa masih memiliki mimpi yang harus dia gapai terlebih dahulu, dengan seperti itu adinda tidak akan memiliki waktu untuk berfikir hal hal yang tidak tidak" ucao indah yang mencoba membuat rendy tidak terlalu sedih


"kamu benar ndah.... memang aku tidak salah memilih kamu untuk menjadi patner kerja dan juga patner hidup untuk selama lamanya, adinda juga pasti akan senang kalau dia memiliki calon kakak ipar yang bisa sayang sama dia. terima kasih yahh, kamu sudah membuka jalan fikiran ku, dengan begini aku jadi tidak takut kalau sewaktu waktu mami tanya tentang keadaan adinda dan aku harus jawab apa" ucap rendy

__ADS_1


kini mereka saling berpelukan dan saling mengutkan satu sama lain, indah dan rendy berencana ingin ngajak adinda untuk bermain di taman bermain daat adinda pulang dari kampudnya.


__ADS_2