Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 171


__ADS_3

semua calon mahasiswa baru kini di istirahat kan, karena sudah siang dan mereka di beri waktu 2 jam untuk sholat dan juga makan siang.


adinda kini, tidak berani untuk menggunakan lift lagi, karena dia tidak mau di tegur kaya tadi, untuk turun dari tangga adinda masih bisa, namun dia harus sangat hati hati agar tidak terpeleset .


"aku lapar banget.... tapi kalau aku ke lantai dasar, pasti nanti akan susah untuk naik ke sini lagi" ucap adinda


"sholat dulu saja deh, tapi musholla nya ada di mana yah"


"permisi kak... musholla ada di mana yah, saya tidak tahu"tanya adinda pada salah satu senior


"musholla ada di lantai 3, kamu bisa turun dari tangga dan berjalan ke arah kiri, nanti akan ada ruangan dengan tulisan musholla " jawab senior


"iya kak terima kasih " ucap adinda dan dia langsung berjalan turun ke lantai 3 untuk mencari musholla


adinda berjalan dengan sangat pelan untuk bisa turun dengan menggunakan tangga, dia benar benar tidak ingin menyusahkan orang lain, sehingga adinda berusaha sendiri untuk bisa berjalan sampai ke tempat tujuannya.


(aku harus bisa jangan manja adinda... kamu itu calon dokter, dan tugas dokter itu mengutamakan keselamatan orang lain, jadi jangan mau kalah sama rasa sakit ini) suara hati adinda


"alhamdulillah akhirnya aku bisa turun juga.... kata kakak tadi aku harus ke kiri dan mencari ruangan dengan tulisan musholla ... musholla... musholla... hahh itu dia" ucap adinda


adinda langsung melakukan wudhu dan setelah itu dia sholat dzuhur, di musholla itu laki laki dan perempuan jadi satu, jadi mereka bisa melakukan jamaah.


"ada yang lagi jamaah, lebih baik aku ikut saja" ucap adinda yang bergegas menggunakan mukenah dan ikut sholat berjamaah


setelah beberapa menit akhirnya sholat telah usai, dan beberapa anak mulai meninggalkan musholla itu. kini tingga adinda dan juga imam sholat itu, karena adinda sedari kecil di ajarkan setelah sholat harus berdzikir dan berdoa dulu.

__ADS_1


adinda sangat fokus dengan doa yang dia ucapkan dalam hatinya, sehingga dia tidak sadar kalau sekarang sedang di perhatikan sama seseorang.


(lohhh dia ternyata sedari tadi ikut sholat berjamaah, kenapa setiap aku melihat wajah perempuan itu, seperti tidak asing bagi ku) suara hati reno yang ternyata dia menjadi imam sholat


adinda sempat terkejut karena saat dia baru selesai berdoa, pandangannya langsung bertemu dengan mata reno yang sedang menatap dia dengan sangat lekat.


(haduh..... kenapa kak reno lihatin aku begitu sih... emang ada yang salah dengan wajah ku yah, atau make up ku luntur.... ihh jadi merasa aneh sendiri di lihatin kaya begitu) suara hati adinda


"kak.... kakak ngapain lihatin aku kaya begitu, jangan jangan kakak suka yah sama aku. yah karena kata semua keluarga aku itu cantik, lucu, ngemesin. iya kan... jujur aja deh he he he he" ucap adinda sambil mencairkan suasana


"hemmm jangan GR kamu, saya lihatin kamu itu tadi karena saya bingung sama perempuan jaman sekarang, seharusnyakan mascara itu di gunakan di mata yah... kenapa kamu menggunakan di pipi, apa itu trend jaman sekarang " ucap reno pada adinda


"Apa..... " ucap adinda sambil langsung menutup wajahnya dengan ke dua tangannya


"ihhh apaan sih.... tidak mungkin make up ku berantakan, aku tadi sudah pastikan kalau make up ku masih aman aman saja " ucap adinda sambil terus menutupi wajahnya


"cermin.... cermin" adinda berjalan dengan pincang untuk bercermin yang ada di musholla itu


"tidak.... wajahku masih normal, tidak ada mascara yang menempel di pipi. dasar, senior aneh!! ohhh tidak dia bukan senior, tapi dia dosen di kampus ini. hemm mana berani aku buat marah marah sama dia" ucap adinda pada dirinya sendiri


"yah sudah lah, aku kembali ke lantai atas aja, tidak apa apa lah aku tidak makan dulu hari ini. besok besok aku akan minta mami untuk ngebuatin aku bekal, biar aku tidak kelaparan kaya begini" ucap adinda


adinda langsaung berjalan pelan pelan untuk naik ke lantai 4 lagi, karena dia masih tidak berani untuk turun ke lantai bawah karena dia khawatir kalau kakinya tidak akan kuat buat berjalan naik sampai lantai 4.


adinda memanfaatkan waktu 2 jam untuk beristirahat di dalam kelasa, dia juga mencoba untuk tidur di dalam kelas yang kosong agar dia tidak merasakan lagi lapar.

__ADS_1


******


rendy baru saja kembali dari meeting di luar kantor, kini dia selalu bersama adinda seketaris yang sekaligus asisten pribadi buat rendy. jadi indah menyiapkan segalanya untuk rendy, dan indah juga melakukan pekerjaan nya dengan tulus dan senang hati.


"pak, setelah ini, sudah tidak ada kerjaan apa apa lagi, cuma tinggal ngecek berkas dan juga bapak memberikan pesetujuan untuk beberapa proyek ini, namun pak rendy harus membacanya terlebih dahulu" ucap indah


"iya saya ngerti, sekarang kamu bisa istirahat dan makan siang, tapi sebelum itu tolong panggilkan adik adik saya di ruang sebela" ucap rendy


"iya pak, saya akan panggilkan mereka, apa bapak tidak mau pesan sesuatu? " jawab indah


"tidak usah, saya akan pergi bertiga bersama mereka untuk makan saiang bersama, apa kamu mau ikut juga bersama kita" ucap rendy


"iya pak terima kasih tidak usah, saya ingin tahu masakan di kantin rasanya seperti apa" jawab indah


"iya... sekarang tolong kamu panggil mereka" ucap rendy


indah langsung berjalan keluar dari ruangan rendy, dia masuk ke dalam ruangan arjuna dan ariel.


"pak juna, dan pak ariel kalian di tunggu sama pak rendy di ruangannya segera" ucap indah pada arjuna dan ariel


"iya terima kasih... kita akan ke sana sekarang juga" jawab arjuna


setelah memanggil arjuna dan ariel, indah langsung pergi ke kantin yang ada di kantor itu, karena dia sangat lapar, soalnya dia terkalu bersemanggat untuk berangkat kerja sehingga dia melupakan hal hal yang perlu di bawah


arjuna, ariel, dan rendy langsung berangkat ke lestoran kesukaan adinda, adinda paling semangat untuk di ajak ke lestoran itu, semenjak adinda sakit, kini sudah tidak pernah lagi datang ke tempat lestoran itu, di tambah lagi kesibukan mereka yang semakin banyak di kantor, itu cukup menyita waktu kebersamaan yang mereka miliki.

__ADS_1


mereka memutuskan untuk membelikan juga beberapa makanan untuk adinda dan beberapa anggota keluarga yang lainnya.


__ADS_2