
semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk makan bersama sebelum mereka berangkat dengan aktivitas mereka masing masing.
"papi... mami... nanti temani adinda ke rumah sakit yah... adinda mau melepas gif ini, kaki adinda sudah tidak sakit lagi" ucap adinda sambil memohon ke ramma
"tapi sayang... kaki kamu itu baru dua hari kan di gif, dan kata dokter minimal melepas itu satu minggu, biar kaki kamu tidak sakit lagi" jawab ramma
"tidak pi... kaki adinda sudah tidak sakit lagi, dokternya itu lebay, lagian kaki adinda juga sudah tidak apa apa" ucap adinda
"tapi sayang.... " ucap ramma yang belum selesai
"adinda mohon pi... temani adinda, kalau tidak adinda pergi sendiri saja deh ke rumah sakit, naik bus juga tidak apa apa" ucap adinda sambil nunjukin wajah kecewa nya
"hufft.... yah sudah, papi dan mami anterin adinda buat melepas gif itu, tapi adinda harus janji, kamu masih tidak boleh lompat lompat dan juga joget joget tidak jelas" ucap ramma
"beneran pi.... yeeyyyy oke siap pi... adinda janji" jawab adinda sambil langsung makan makanannya
"sayang kamu yakin.... " ucap vita pada ramma
"iya sayang, kita tidak bisa menolak ke inginan dia, kalau adinda bilang tidak sakit yah berarti memang tidak sakit, karena yang bisa merasakan itu yah cuma adinda sendiri" jawab ramma
"dinda... kamu harus ingat omongan papi kamu yah... jangan bandel " ucap vita yang masih khawatir
"siap mami... adinda ingat kok" jawab adinda
"ren, kamu ada meeting sekarang" tanya ramma pada rendy
"tidak pi... tapi nanti ada tamu yang ingin membicarakan konsep pernikahan sama rendy langsung, dan dia juga ingin memilih bunganya sendiri " jawab rendy
"yahh baiklah.... juna, ariel, apa kalian betah kerja di perusahaan rendy. atau kalian mau pindah di perusahaan milik om aja" tanya ramma
"tidak om... arjuna sangat betah di perusahaan kak rendy" jawab arjuna
__ADS_1
"ariel juga betah om, ariel jadi ngerti banyak tentang bunga bunga" jawab ariel
"yah pasti betah pi... secara di perusahaan kakak di dominaasi sama perempuan dan semuanya cantik cantik. jadi mereka bisa sekalian cuci mata" ucap adinda sambil menahan tawanya
arjuna dan ariel hanya memandang sinis ke arah adinda. dan mereka langsung memiliki ide untuk ngegoda balik adinda.
"tan... sebenarnya kemarin itu adinda itu pi..... " ucap Arjuna sambil melirik ke arah adinda
adinda yang merasa arjuna akan membocorkan semuanya, adinda langsung memutar otaknya agar bisa menghentikan omongan arjuna"
"pingin pizza mi... " ucap adinda sambil melotot ke arah arjuna
"hahh pingin pizza... maksudnya apa sayang, kemarin kamu pingin pizza atau apa" tanya vita
"iya mi... kemarin itu adinda pingin banget pizza, tapi arjuna tidak mau membelikan buat adinda, ariel juga tidak mau membelikan buat adinda... jahat mereka mi, padahal pizza kan murah yah mi" jawab adinda yang sambil senyum devil ke arah arjuna dan ariel
"tidak begitu tan... sebenarnya itu kemarin.... " sangkalan dari arjuna
"iya juna... aku ngerti kamu lagi tidak ada uang, kamu belum mendapatkan gaji dari kak rendy mangkanya kamu tidak bisa membelikan pizza buat aku" jawab adinda sambil menginjak kaki arjuna
"ahhh sudahlah... aku tidak ikut ikut, pi.. mi... nek... rendy berangkat dulu yah" ucap rendy sambil mencium tangan orang tua dan juga neneknya
"iya tan, om, nek ariel juga tidak mau ikut ikut... ariel mau nyusul kak rendy dulu yah" ucap ariel sambil pamit dan mencium tangan mereka
"jun kamu tidak berangkat juga, atau kamu mau ke kampus hari ini? " tanya ramma
"berangkat kok om... iya arjuna berangkat sekarang yah... " ucap arjuna sambil langsung berdiri dan melepaskan injakan kaki adinda, dia langsung mencium tangan semuanya dan lari ke arah depan
"sayang... kamu apain arjuna sampai begitu banget " tanya ramma
"tidak pi... tidak apa apa, adinda tadi cuma tidak sengaja injak kaki arjuna, dan saat aku tahu kalau yang aku injak itu kaki , aku langsung lepaskan kok mi pi... tapi tadi sebelum aku lepaskan, aku injak dulu kaki dia lebih keras he he he he" penjelasan adinda
__ADS_1
"dinda... kamu itu iseng banget sih sama saudara sendiri, kan kasian arjuna sampai menahan sakit kaya begitu" ucap vita sambil mencubit hidung adinda
"he he he he iya mi... tidak lagi lagi, habis arjuna yang mulai duluan, yah sudah adinda hanya ikut meneruskan saja" jawab adinda
"yah sudah, adinda buruan siap siap yah... kita berangkat sekarang ke rumah sakit nya, biar tidak ngantri banyak banyak" ucap ramma
"iya pi... adinda siap siap sekarang" jawab adinda sambil berjalan ke atas
"hati hati sayang" ucap ramma
*******
ramma, vita dan adinda menuju ke rumah sakit, ramma membawa mobilnya sendiri. adinda duduk di kursi belakang.
"sayang, kamu besok ewaktu ospek jangan capek capek yah... usahakan kaki kamu tidak menerima tugas berat" ucap ramma
"iya pi... lagian adinda masuk di fakultas kedokteran, jadi pasti nanti kalau adinda sakit langsung ada senior jang bakalan bantuin adinda. papi tenang aja" jawab adinda
"tetap saja sayang, kamu sendiri harus jaga diri sendiri, karena pasti arjuna dan ariel akan sibuk dengan ospeknya, mereka tidak bisa menjaga kamu dengan maksimal" ucap ramma
"iya papi.... adinda akan jaga diri sendiri, mami.... papi... besok kan hari sabtu yah.... kita jalan jalan bareng yuk... ke tempat wisata, atau tidak kita ke pantai aja, adinda butuh liburan" ucap adinda
"boleh juga, besok kan kantor juga libu, kita berangkat aja nanti malam, biar pagi kita bisa sampai pantai" jawab vita
"benar.... boleh yah papi.... " jawab adinda
"iya kalau papi, ikut aja mau kalian... yang penting kalian senang dan bahagia, apa lagi jalan bareng bareng. tapi kamu bilang sama kakak mu sana, " jawab ramma
"ahhh iya... nanti adinda akan bilang sama kak rendy, selesai dari rumah sakit, antar adinda ke kantor kakak yah pi... setelah itu papi ke kantor sama mami, adinda nanti biar pulang bareng kak rendy" ucap adinda
"tumben banget kamu mau ke kantor sayang, biasanya kamu paling anti sama masuk kantor " jawab ramma
__ADS_1
"iya.... ini pertama kali nya lohh kamu mau ke kantor kakak mu, sekali kali kamu juga harus main ke kantor papi juga dong" ucap vita
"iya ini kan hal penting yang harus adinda kasih tahu ke kakak, kalau adinda tidak bilang ke kakak sekarang, pasti nanti kakak akan lembur. iya nanti kapan kapan adinda akan main ke kantor papa" jawab adinda