Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 211


__ADS_3

setelah acara selesai adinda, arjuna dan ariel janjian untuk pergi menemui keluarga mereka bersama sama, karena memang mereka sudah sangat merindukan orang tua mereka masing masing, adinda pergi ke tempat duduk fakultas IT untuk menemui ariel dan arjuna.


"teman teman aku duluan yah, aku mau ketemu sama keluarga ku dulu" ucap adinda pada teman temannya


"iya din... kita juga mau ke orang tua kita soalnya, kalau bisa kumpul di kamar yah nanti, ajak orang tua kalian, tapi kalau tidak bisa tidak apa apa kok" jawab jihan dan mereka ber 4 berpencar


"jun, riel... ayo kita keluar sekarang, semuanya mungkin sudah kumpul di sana" ucap adinda


"iya oke oke" jawab arjuna dan ariel


mereka berjalan keluar lapangan untuk mencari keberadaan orang tua mereka, karena memang kerinduan mereka sudah tidak bisa di pendam lagi.


"mami... papi... " teriak adinda sambil berlari untuk memeluk mereka


hal tersebut juga dilakukan sama arjuna dan ariel, karena memang mereka sudah lama sekali tidak bertemu, karena memang baru kali ini mereka bisa pulang kembali.


"ma... pa... kenapa kalian tidak bilang kalau mau datang ke Indonesia " tanya arjuna


"kan kejutan sayang, masa iya kejutan harus bilang bilang" jawab maira sambil mengysap rambut putra nya itu


"mama dan papa kapan sampai ke indonesia, kalian tidak akan pergi lagi kan? " tanya ariel


"kemarin mama dan papa sampai. barengan sama tante maira dan om bram" jawab alin


"yah sudah kangen kangenan nya kita lanjutkan di lestoran bagaimana, kita makan bareng" ucap vita


"setuju mam... tapi kita foto foto dulu yah" jawab adinda


"iya... sekali kali, mumpung kita lagi kumpul semua di sini, kita foto aja" jawab ramma


mereka mencari stand foto yang bagus untuk keluarga mereka, karena memang ini momen yang jarang sekali, mereka bisa kumpul tanpa gangguan dari pekerjaan.

__ADS_1


******


reno melihat semua momen antara vita, adinda dan keluarga nya, dia ingin pergi mendekat, tapi dia takut kalau vita sudah melupakan dia.


"reno... " ucap seorang laki laki paru baya


"papa... " jawab reno


orang tua angkat reno adalah sepasang dokter hebat yang sangat terkenal, namun sayang mama angkat reno sudah meningga satu tahun yang lalu karena sakit kangker rahim yang sudah dia derita cukup lama, reno hanya tinggal dengan papa angkatnya saja, namun beliau sangat menyayangi reno seperti anak kandung dia sendiri.


"kamu lihatin apa ren? " tanya papa reno


"ah tidak pa.. bukan apa apa" jawab reno


papa reno langsung melihat juga ke arah anaknya itu menatap tadi, dan dia langsung mengenali orang yang sedang berdiri di depan stand foto tersebut.


"ren... ayo ikut papa, papa mau kenalkan kamu dengan sahabat baik papa dulu, papa sudah lama tidak bertemu dengan dia, dan ini pertemuan pertama papa dengan dia lagi" ucap papa reno


"sudah ayo... ikut aja, kamu tidak akan kenal sama dia, ini mumpung dia membawa semua keluarga nya untuk datang ke sini" jawab papa reno


mereka langsung berjalan untum menemui orang yang di maksud sama papa reno tadi.


"Pak Ramma !!" teriak papa reno


seketika ramma dan keluarga nya menoleh ke arah orang yang memanggilnya tadi, dan ramma juga sangat terkejut ternyata orang itu adalah sahabatnya dulu.


"Dokter Bimmo!!! " ucap ramma sambil memeluk dokter bimmo yang merupakan papa angkat reno


semua orang langsung memandang ramma yang sedang reonian bersama sahabat dia dulu, yang juga sebagai dokter pribadi waktu rendy madih kecil.


"rend... kamu masih kenal tidak dengan dokter bimmo? kamu dulu paling takut saat papa ajak untuk bertemu sama dojter bimo" ucap rma ke rendy

__ADS_1


"loh ini rendy... yang dulu cerewet dan suka bikin para suster kalang kabut dengan tingkah dia" ucap dikter bimmo


"he he he he emang rendy dulu seperti itu yah dok, kenapa rendy lupa yah" jawab rendy sambil bersalaman dengan dokter bimmo


"kamu itu dulu super banget rend, lagi sakit aja, kamu itu dulu bisa membuat se isi rumah sakit ngejar ngejar kamu yang kabur waktu lihat jarum suntik" jawab dokter bimmo


"sudah sudah dok... jangan di teruskan, nanti rendy malu sama yang lainnya" jawab rendy yang wajahnya sudah bersemu merah.


"he he he he oke oke, oh iya ini kenapa pak ramma datang ke kampus saya tidak ngasih tahu saya dulu, kalau saya tahu kan padti nanti saya akan buatkan penyambutan khusus untuk pak ramma dan keluarga " ucap dokter bimmo


"apaan sih dok... jangan berlebihan seperti itu, saya kesini itu untuk melihat anak anak saya yang di lantik menjadi mahasiswa di kampus milik dokter ini" jawab ramma


"ohh iya anak anak pak ramma siapa itu, kenapa saya baru tahu" ucap dokter bimmo


"ini dok... ada arjuna, anak dari adik saya maira dan ini suaminya bram, dia ada di fakultas IT, trus ini ariel anak dari saudara saya Satria dan ini istrinya Alin dia ada di fakultas IT juga"


"dan satu lagi, ini putri kandung saya Adinda adiknya rendy dia ada di fakultas kedokteran, dan ini istri saya, setahu saya dokter dulu datang bersama istri dokterdi pernikahan saya bersama istri saya ini" jawab ramma


"iya iya... saya ingat, trus gadis cantik ini siapa pak kalau boleh tahu" tanya dokter bimmo pada ramma sambil menunjuk indah


"kalau ini calon istri dari kak rendy dok, mbak indah namanya" saut adinda sambil merangkul indah


"wahhh ternyata rendy, sudah besar juga yah... sudah memiliki calon istri, ohh iya ini kenalkan putra semata wayang saya, Reno namanya, kalau adinda ada di fakultas kedokteran pasti sudah kenal sama reno kan? karenakan dia menjadi ketua ospek anak anak kedokteran, dan dia juga menjadi salah seorang dosen di fakultas " ucap bimmo sambil memperkenalkan reno


"ohhh ini anak dokter bimmo, ternyata ganteng juga yah... dokter bimmo kalah ganteng nie sekarang sama putranya" ucap ramma sambil bersalaman sama reno


"saya reno om... tante... " ucap reno sambil bersalaman dengan mereka semua


"saya kok sepertinya tidak asing dengan weajah kamu yah nak, seperti nya kita pernah ketemu yah... tapi di mana yah... saya agak lupa, tapi wajah kamu ini benar benar tidak asing dan nama kamu juga" ucap vita sambil membelai wajah reno


"he he he he iya bun.. ehh maksud saya tante... saya juga seperti pernah bertemu dengan tante tapi saya tidak ingat di mana" jawab reno

__ADS_1


mereka meneruskan ngobrol bersama, dan mereka memutuskan untuk pergi makan siang bersama di lestoran.


__ADS_2