Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 22


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu lama pak seno dan pak udin sudah menemukan siapa dalang di dalam kejadian ini, dan semua bukti-bukti mengarah ke 1 orang yang di kenal ramma, setelah ngasih tau semuanya ke ramma. Ramma langsung kaget saat tau kalau dalang nya itu sonya mantan kekasih ramma, dan dia kini langsung mengepalkan tangannya karena tidak percaya kalau sonya bisa setega itu ingin mencelaki keluarga kecilnya. Setelah tau semuanya ramma bilang ke willy dan ratih, bisa dipastikan kini willy dan ratih sudah terbakar emosinya, dan mereka langsung ingin menyeret sonya ke penjara. Tapi ramma melarang itu semua, ramma ingin tau apa alasan sonya bisa setega itu, dan ramma masih ingin ngasih sonya kesempatan ke dua agar sonya bisa minta maaf sama vita dan mengakui semua kesalahannya.


Flashback Off


Ramma dan pak asep sudah sampai di hutan xxxxx, dia langsung berlari masuk dan terus teriak-teriak memanggil nama vita dan juga nama rendy, tak lama pak doni dan juga beberapa polisi sudah sampai di hutan tersebut, mereka semua berpencar untuk mencari keberadaan vita dan rendy, tapi waktu sudah sore mereka belum menemukan 2 orang yang mereka cari dan polisi mulai menyarankan untuk melanjutkan pencarian besok pagi karena kabut sudah mulai turun kalau hari ini di lanjutkan mereka khawatir kalau akan ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Tapi ramma masih belum puas karena dia belum menemukan vita dan rendy, polisi mulai membangun tenda dan menyalakan api unggun untuk mereka beristirahat dan menghangatkan badan di malam itu.


******


Di lain sisi


“mami, lendy dingin mi” ucap rendy sambil menggigil kedinginan


“rendy lebih mendekat ke mami yah nak, sini mami peluk biar dinginnya mulai hilang” jawab vita sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya dan dingin yang sudah menusuk ke tulangnya.


Entah karena jatuh tadi, atau karena benturan yang ada di kepalanya kini mata vita sudah bisa melihat lagi, sehingga vita bisa melihat semuanya sekarang. Vita sangat bahagia karena butanya bisa sembuh di waktu yang tepat dan vita bisa melindungi tubuh rendy yang sedari tadi tidak terlepas dari pelukan vita.


“mami... kepala mami beldalah, tangan dan kaki mami teluka, ini pasti sakit. Mami jangan takut yah, mami jangan menangis lagi yah. Lendy akan jagain mami, lendy kan anak kuat, ini sikut tangan lendy juga teluka tapi lendy tidak menangis.” Ucap rendy untuk menghibur vita


“anak mami memang hebat, mami bangga sama rendy, sini tangan rendy mami balut yah pakai kain ini biar tidak kenak debu lukanya” ucap vita sambil menyobek sebagian kain di baju yang ia kenakan


******


“Vita!!!! Rendy!!! Kalian di mana, ini papi sayang... kalian dimana” teriak ramma yang terus mencari keberadaan vita dan rendy


******


“mami lendy kok dengal suala papi yah” ucap rendy


“suara papi, dimana sayang” tanya vita

__ADS_1


“iya mi itu suala papi, papi memanggil nama kita mi” ucap rendy sambil tersenyum bahagia


“Papi!!!! Rendy dan mami ada di sini pi. Papi.....” teriak rendy


“Tuan ramma kita di bawah jurang tuan, tuan ramma...” teriak vita


Ramma yang tiba-tiba mendengar suara vita dan rendy langsung cepat-cepat mencari sumber suara itu, dan setelh memastikan kalau sumber suara itu ada di bawah jurang ramma langsung meminta bantuan sama polisi yang berjaga di hutan bersama dia, Akhirnya ramma berhasil turun ke jurang lalu menemui rendy dan vita.


“Rendy, Vita” ramma langsung memeluk tubuh putranya itu dan istrinya dengan sangat erat, tanpa sadar ramma langsung melayangkan ciuman pada kening keduanya dan air mata ramma langsung menetes karena bahagia. Vita yang mendapat perlakuan itu dari ramma langsung sontak kaget dan tidak bisa berbicara lagi, kini mereka langsung di larikan ke rumah sakit agar mendapat perawatan yang intensif.


“Bim bagaimana keadaan vita” tanya ramma


“tenang aja istri loe tidak apa-apa kok, gw juga heran kenapa ada manusia jatuh ke jurang sedalam itu tapi mereka bisa selamat, bahkan rendy hanya tergores sedikit di tangannya. Mereka bisa loe ajak pulang sekarang” jawab dr bimmo teman ramma


“thanks yah bim” ucap ramma


Kini semuanya nampak tenang kembali, vita dan rendy sudah pulang ke rumah mereka kembali sedangkan sonya dan anak buahnya berhasil tertangkap dan kini mereka semua ada di kantor polisi, ramma lebih menyerahkan tugas itu sama willy dan ratih, walaupun willy dan ratih sudah kembali ke paris tapi mereka masih bisa mengurus masalah ini lewat perantara pak seno dan pak udin. Ramma sengaja melimpahkan masalah ini ke orang tuanya karena ramma tau kalau orang tunya sudah bertindak maka hukuman yang akan di terima sonya dan anak buahnya akan tidak biasa bahkan keluarga pelaku akan mendapat hukuman juga. Rendy langsung tidur di kamarnya karena dia terlalu lelah dengan hari ini, dan vita sudah berada di kamar bersama suaminya ramma.


"vita, apa sekarang kamu sudah bisa melihat kembali? " tanya ramma yabg penasaran


"iya alhamdulillah tuan, penglihatan saya sudah kembali normal sejak saya jatuh" jawab vita sambil tersenyum di depan ramma


ramma yang mendengar itu dari mulut vita sendiri dia benar-benar bahagia sampai dia tidak sadar kalau dia memeluk dan mencium vita, vita hanya bisa diam karena perlakuan ramma.


"iya sudah sana tuan mandi" ucap vita


“vita, kamu kan istri saya. Kenapa kamu masih memanggil saya tuan, kamu istri saya vita bukan pelayan saya, apa pantas seorang istri memanggil suaminya dengan sebutan tuan” ucap ramma sambil


memegang kedua tangan vita lalu menciumnya, vita yang mendapat perlakuan seperti itu kini hatinya sangat bahagia dan berbunga-bunga karena baru pertama kali suaminya menganggap kalau vita itu adalah istrinya,

__ADS_1


“emang saya harus panggil tuan apa? Tanya vita


“terserah kamu mau panggil siapa, yang pasti jangan tuan lagi. Kamu bisa panggil sayang, mas,kak, atau cintaku” jawab ramma sambil menggoda vita yang tertunduk malu


“hahh!! Bagaimana kalau saya panggil OM saja, umur saya kan masih 20 tahun dan umur tuan sudah 35 tahun, jadi


sepertinya pantas kalau saya panggil om ke tuan” ungkap vita sambil menahan senyum di bibir


“enak saja kamu panggil saya om, saya kan menikah sama kamu, bukan menikah sama tante kamu” jawab ramma dengan sedikit emosi


“yah habis saya bingung mau panggil apa, yang pentingkan saya sudah tidak memanggil tuan lagi” cuap vita sambil terus menahan senyum di bibirnya


Ramma yang melihat tingkah vita yang seperti itu dia langsung memeluk tubuh vita dari belakang dan mencium pipi dan leher vita. Vita yang merasa kegelian dengan tingkah ramma itu akhirnya dia teriak dan berusaha untuk melepaskan diri.


“om jangan om..saya mohon jangan om, saya masih gadis om ha ha ha ha.” Teriak vita sambil terus meronta agar di lepas sama ramma


“saya tidak akan melepaskan kamu, sampai kamu memanggil saya dengan sebutan sayang” ucap ramma dengan terus memeluk tubuh vita


“iya...iya sayang, ampun geli ini geli..aku mohon lepaskan aku sekarang sayang” ucap vita sambil terpaksa


“yahh begitu dong, kan enak kalau panggil sayang, aku juga akan panggil kamu sayang mulai sekarang” ucap ramma


Blusss, wajah vita langsung berubah menjadi merah karena malu dengan ucapan ramma barusan, rasanya dia ingin kabur dan berlari menjauh dari ramma yang terus memandangnya dengan nafsu yang seakan mau memakan vita.


“wajah kamu kenapa semerah itu vita, apa kamu bahagia sekarang karena aku panggil kamu sayang” goda ramma, dan vita langsung membalika tubuhnya lalu memegang pipinya yang merah dengan kedua tangannya.


“sudah sana papi rendy kamu mandi dulu” ucap vita sambil menggigit bibir bawahnya


“panggilnya apa tadi? Bisa di ulang” ucap ramma sambil langsung membalikan tubuh vita sehingga mereka berhadapan kembali

__ADS_1


“iya..iya papi rendy sayang kamu mandi dulu, jangan lama-lama setelah itu aku” ucap vita sambil mendorong tubuh ramma ke dalam kamar mandi, tapi sebelum pintu tertutup ramma berulah kembali.


Cupppp...(satu ciuman mendarat di bibir vita yang membuat pipi vita semakin panas dan salah tingkah)


__ADS_2