
setelah lelah berjalan jalan di mall adinda dan reno kembali pulang ke rumah, karena memang sudah banyak sekali baju dan asesoris yang mereka beli.
karena terlalu lelah, adinda jadi ketiduran di dalam mobil reno, reno sengaja membiarkan adinda tidur sampai ke rumah baru ia bangunkan.
beberapa menit kemudian akhirnya mobil reno sudah masuk ke dalam pekarangan rumah adinda, dia ingin membangunkan adinda setelah ia selesai parkir mobil.
"dinda.... bangun din... sudah sampai" ucap reno dan menggoyangkan tubuh adinda
"kamu memang cantik din... apalagi saat tidur seperti ini..." ucap reno sambil terus menatap wajah adinda
"dinda.... bangun.... sudah sampai... sampai kapan kamu mau tidur terus seperti ini... " ucap reno sambil menggoyangkan tubuh adinda
"ihhh kakak.... adinda ngantuk... jangan ganggu... " ucap adinda dan secara tidak sadar tangannya memukul wajah reno dengan cukup keras
"haduhhh.... adinda... kamu ternyata berbahaya juga yah saat tidur" ucap reno sambil memegang pipinya karena kena gampar adinda
Tokkk... tokkk... tokk... kaca pintu mobil reno di ketuk
"reno... adinda... kalian ngapain lama di dalam mobil" ucap maira yang penasaran
"Tante maira.... ini adinda ketiduran, dan dia tidak mau bangun" jawab reno
"ohhh... itu berarti kamu harus gendong dia ke kamarnya, karena dia tidak akan bangun, buruan... gendong aja adinda, masa iya kamu menyuruh saya buat gendong adinda" ucap maira
"iya tan... reno gendong dia" jawab reno
reno langsung menggendong adinda, dan membawanya ke dalam kamar pribadi adinda. dan lagi lagi ini adalah kali pertama melihat kamar pribadi gadis pujaan dia.
reno menaruh adinda di atas kasur. dan reno juga menyelimuti tubuh adinda, agar adinda tidak kedinginan.
"terima kasih kak rendy... uummcchhaa " secara tidak sadar adinda mencium pipi reno yang dalam bayangan dia adalah rendy
reno sangat terkejut mendapat ciuman dari adinda, reno sangat bahagia karena adinda sudah menciumnya, walaupun yang dia sebut adalah rendy bukan reno.
__ADS_1
"jangan sedih, adinda menyebut nama gue karen hanya gue yang dia kasih ijin buat menggendong dia untuk masuk ke dalam kamar" ucap rendy yang tiba tiba masuk ke dalam kamar adinda lewat pintu yang adinda pernah ceritakan
"ehh elo rend, bikin kaget aja... enggak siapa juga yang sedih, walaupun yang dia sebut nama loe, tapi tetap aja yang dia cium gue" jawab reno sambil merapikan selimut adinda
"iya... tapi yang ada di fikiran dia iti berarti gue, bukan loe ha ha ha ha" ucap rendy
"sialan loe... ha ha ha ha" jawab reno
mereka berdua keluar dari kamar adinda, dan melanjutkan ngobrol di halaman belakang rumah, dekat kolam renang.
"sejak kapan ada di sini ? " tanya rendy pada reno
"tadi pagi... trus kita pergi ke mall karena tante vita menyuruh gue untuk beli beberapa baju buat nginap di sini, karena bokap gue juga kesini sama om ramma" jawab reno
"terima kasih sudah mau gendong adik gue sampai ke kamar, ini pertama kalinya adinda di gendong orang lain saat tidur, karena biasanya hanya gue yang dia ijinkan untuk membawa dia ke kamar" ucap rendy
"yahh itu tadi karena tante maira yang memaksa, katanya tidak ada orang lain lagi yang bisa gendong adinda, dan tadi adinda juga saat di bangunkan sangat susah, bahkan gue kena gampar dia tadi" jawab reno
"hahh kena gampar... ha ha ha ha, adinda memang memiliki julikan putri tidur, dia kalau tidur sangat susah untuk di bangunkan, apalagi saat ngantuk banget, di lestoran pun dia jabani untuk tidur di lantai gara gara dia tidak bisa menahan rasa kantunknya" ucap rendy
"yahj seperti itulah adinda... " ucap rendy
"yah sudah... loe istirahat aja dulu sana, pasti capek kan habis jalan jalan, nanti kalau om bimmo datang, gue akan suruh langsung masuk ke kamar loe, kamar loe ada di depan kamar adinda kan? " tanya rendy
"iya... pas di depan kamar adinda.. " jawab reno
"yah sudah ayo naik ke atas... gue juga mau tidur lagi" ucap rendy
mereka naik ke lantai dua bersamaan dan berpisah masuk ke dalam kamar masing masing untuk istirahat.
*******
matahari mulai tenggelam, semua keluarga sudah berkumpul untuk makan malam bersama, karena mereka memiliki tamu yang istimewa jadi masakan di rumah juga istimewa.
__ADS_1
setelah makan malam, mereka kembali ke aktivitas masing masing, ramma, satria, bram dan dokter bimmo ada di ruang kerja. adinda, indah, arjuna, ariel, rendy dan reno bermain kartu di ruang tengah. sementara vita, maira, alin dan ratih sedang menyiapkan barang bawaan mereka untuk berangkat besok pagi.
hari sudah sangat larut, vita juga sudah menyuruh semua anak untuk kembali ke kamar masing mading untuk tidur, karena mereka berangkat asetelah sholat subuh.
"mami.... papi ada di mana? " tanya adinda
"papi mu ada di ruang kerja sayang... emangnya kenapa mencati papi... " jawab vita
"ada yang penting mi... nanti juga papi akan cerita sama mami... yah sudah adinda pergi ke papi dulu yah.... love you mam" ucap adinda sambil mencium pipi vita, dan dia pergi ke ruang kerja ramma
tokkk... tokk... tok... adinda mengetuk tuang kerja ramma
"masuk " ucap ramma dari dalam
ceklekkkk
"papi... " ucap adinda sambil mengintip dari luar
"masuk sayang.... ngapain ngintip di situ" jawab ramma
"papi sibuk yah... yah sudah deh besok saja adinda ngomong nya, kalian lanjutkan dulu aja ngobrol nya" ucap adinda
"masuk dinda.... om satria sudah mau keluar kok, tante mu alin bisa bisa marah sama om kalau tidur telat" ucap satria
"iya om bram juga sudah mau keluar kok sayang, kamu ngomong aja sama papi mu" ucap bram
"yah sudah pak ramma, saya juga pamit ke kamar juga yah. kasian reno sendirian" ucap dokter bimmo
mereka senua keluar ruangan untuk memberikan waktu buat ramma dan adinda berbicara berdua saja. karena memang adinda ingin membicarakan masalah pemanggilan ramma ke kampus.
"sini sayang duduk samping papi... " ucap ramma sambil menepuk sofa damping dia duduk
"papi jangan marah yah sama dinda... " ucap adinda sambil memasang wajah sedih dia
__ADS_1
"kenapa papi harus marah... emang dinda melakukan hal apa sampai dinda takut kalau papi akan marah... sini sini duduk samping papi" jawab ramma yang di buat penasaran sama tingkah adinda
adinda langsung duduk di samping ramma. dia masih merangkai kata buat menyampaikan masalah pemanggilan orang tua ke kampus. karena selama ini dia tidak pernah membuat masalah sampai mengharuskan papinya datang ke sekolah.