Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 87


__ADS_3

maira sedikit kecewa karena bram hanya diam saja, bahkan bram tidak memberikan respon apapun. jadi maira menutuskan untuk pergi dari ruangan bram.


tapi setelah bebebrapa langkah maira berbalik, bram langsung berjalan cepat dan berhenti di depan maira trus tanpa aba aba bram langsung menarik tangan maira dan memeluknya dengan erat.


maira yang mendapatkan perlakuan seperti itu, dia hanya terkejut dan terdiam dan tanpa sadar air matanya mengalir tanpa permisi dulu.


"kakak ingat sama aku? " tanya maira pada bram yang rerus memeluknya dengan erat


"bod*h bagaiaman kakak bisa lupa dengan kamu, mau berapa lama kamu pergi nibggalin kakak, kakak akan selalu ingat kamu Ra" ucap bram tanpa melepaskan pelukannya


"maira fikir kakak tidak akan ingat dengan maira lagi, tadi maira sempat takut mau bertemu dengan kakak, maira takut kalau kakak tidak lagi kenal sama aku" ucap maira dengan air mata yang terus menetes


"kamu kemana aja Ra, kenapa kamu baru hari ini nemuin kakak. dan kenapa kamu pergi tanpa bilang sama kakak Ra, apa kamu sudah tidak sayang sama kakak sampai 3 tahun kamu pergi dan sama sekali kamu tidak ngabarin kakak" ucap bram yang sedikit emosi dan air matanya juga ikut jatuh


"maafin maira kak.... maira sayang kok sama kakak, bahkan maira sayangggg... banget sama kakak. karena maira sayang, jadi maira pergi dari kakak, untuk kebahagian kakak" jawab maira


"kebahagian apa ra maksud kamu, setahun kakak uring uringan mencari keberadaan kamu, mencari kabar kamu. bahkan ramma juga bilang kalau kamu melarang dia untuk ngabarin kakak, kamu kenapa sih ra sampai seperti itu" ucap bram sambil berdiri dan memegang pinggang dia


"maafin maira kak, maaf yah kakk... jangan marah lagi sama maira, maira waktu itu hanya ingin mandiri saja kok kak, maira tidak mau terus bergantung dan merepotkan kakak. apa lagi kakak bilang kalau kakak suka dengan perempuan lain, maira tidak mau kalau perempuan yang kakak sukai itu cemburu dan salah faham sama keberadaan maira"


"mangkanya maira menutuskan untuk pergi saja, agar kakak bisa menata hidup kakak dengan perempuan itu. maira tau kak, kalau kakak tidak akan selamanya mampu menjaga maira dan melindungi maira, karena kakak harus memiliki keluarga sendiri kan. maira juga tidak mau menjadi terbiasa ada kakak di dekat maira, maira tidak mau itu" jawab maira dengan air mata yang sudah sangat deras

__ADS_1


"siapa yang bilang kalau kakak terbebani sama kamu, siapa yang bilang kalau kamu merepotkan kakak. kakak tidak pernah merasa seperti itu Ra, kamu sudah kakak anggap sebagai adik kakak sendiri, jadi kamu jangan pernah berpikirran kaya begitu. kakak sayang sama kamu Ra, kakak tidak mau kehilangan kamu, kakak tidak mau Ra" ucap bram sambil memeluk tubuh maira


(tapi aku tidak mau di anggap adik sana kakak, hati ku meminta lebih dari itu. aku tau itu tidak akan mungkin kak, mangaknya aku lebih memilih pergi dari pada aku selalu sakit hati melihat kakak dekat dengan perempuan lain, mendengar kata kata itu langsung dari mulut kakak membuat hati ku kini jauh lebih sakit kak... ) suara hati maira


Maira mencoba menutupi perasaannya yang sangat sakit, tapi bram tidak bisa merasakan itu semua. karena memang sedari awal bram hanya menganggap maira itu adalah adik dia, adik yang harus dia jaga, bela, dan sayangi.


tapi sayangnya hal itu di rasakan lain sama maira, perlakuan baik bram di artikan dengan salah sama maira. maka dari itu maira terlalu malu dan takut dengan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan, sehingga membuat maira memiliki keinginan untuk pergi jauh dan membuang jauh jauh perasaan itu.


saetelah bercerita panjang lebar dengan bram, kini mereka sudah tidak lagi menangis, dan kini sudah terdengar canda tawa dari mereka berdua.


"Ra kamu berubah banget yah, kamu bukan lagi maira yang kakak kenal dulu, kini kamu semakin cantik dan pasti banyakan laki laki yang mendekati kamu" ucap bram pada maira


"iya dong, maira sudah berubah sekarang. maira sudah bisa make up jadi yahh pastinya maira akan terlihat cantik sekarang, bahkan laki laki di luar sana banyak yang ingin jadi pacar maira karena kecantikan maira he he he he" jawab maira


"enak saja... lebih baik terbang itu sekalian yang tinggi, agar nanti kalau maira jatuh, jatuhnya itu di antara bintang bintang he he he he" jawab maira


"kak kalau kakak lihat maira saeperti ini, kakak akan jatuh cinta tidak sama maira" ucap maira sambil sedikit berpose menghadap bram



" ehhhemmm.... ha ha ha ha ha kamu ngapain Ra seperti itu, kakak tidak akan jatuh cinta sama kamu. kamu itu adik kakak jadi kakak tidak akan jatuh cinta melihat adik kakak sendiri" jawab bram sambil duduk di atad mejah kerja dia dengan menaikan satu alisnya

__ADS_1



(hufft... sudah aku duga kak, tapu kenapa aku sudah terbiasa dengan rasa sakit ini. tapi sayangnya aku yang sudah jatuh cinta sama kakak) suara hati maira


"tapikan maira bukan adik kandung kakak, jadi masih wajar kalau kakak jatuh cinta sama maira, maira kan cantik, pintar dan pemberani jadi siapa yang tidak jatuh cinta sama perempuan kaya maira" ucap maira dengan senyuman di bibirnya tapi tidak dengan hatinya


"sudah sudah kamu ngomong nya makin ngaco, sekarang kamu tunggu dan duduk di sini, kakak mau menyelesaikan berkas berkas itu dulu, dan setelah itu kakak mau ajak jalan jalan kamu, dan kakak tidak mau kamu menolak" ucap bram sambil mengetuk kening maira


"Aduhhh Ihhhss kakak, kebiasaan deh suka banget ngetuk kening aku. emang di pikir pintu apa hufffttt" jawab maira sambil menutupi keningnya


"he he he he... ternyata kamu masih tetap sama yah.... tidak ada perubahan sama sekali, tingkah lucu kamu ini yang membuat kakak sayang sama kamu Ra" ucap bram sambil duduk di kursi nya kembali


(memang tidak akan pernah ada yang berubah kak, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa berubah) suara hati maira


sementara menunggu bram menyelesaikan ierjaan dia, maira berjalan jalan keliling ruangan bram untuk melihat lihat apa saja yang terpasang di dalam ruangan seorang bramantio.


maira sibuk dengan berkomentar tentang barang barang tersebut, sedangkan bram hanya mendengarkan deng sedikit senyum di bibirnya. bahkan maira menata barang barang yang ada di sana dan menempatkan pada tempatnya.


*****


ditunggu nanti yah... insyaAllah aku bakalan super up untuk beberapa hari ini

__ADS_1


oh iya kalau ada waktu follow IG aku yah... nanti aku follback deh


IG : difah86


__ADS_2