Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku
BAB 161


__ADS_3

matahari pagi sudah bersinar terang, yang membuat semua manusia terbangun dari tidur lelapnya, semua orang di keluarga ramma sudah sibuk dengan aktivitas mereka masing masing.


setelah menyelesaikan ritual pagi seperti olahraga, mandi, membersihkan kamar sendiri. kini semuanya kumpul untuk sarapan bersama, dan setelah itu mereka kembali ke pekerjaan mereka masing masing.


"arjuna, ariel kalian mau kuliah di mana dan mau ambil jurusan apa? " tanya ramma pada mereka


"rencananya kita mau ambil jurusan IT om, di kampus yang adinda masukin. walaupun tidak satu jurusan sama adinda yang penting kita satu kampus, biar bisa berangkat bersama. soalnya kita tidak siap kalau harus masuk di kedokteran " ucap arjuna


"hhhemmm emang kalian tidak ada bakat untuk menjadi dokter, pakai bilang tidak siap ha ha ha ha ha" jawab adinda sambil menertawakan mereka


"ehhhh kita memang tidak suka menjadi dokter yah, karena kita ingin menjadi pengusaha sukses seperti papa, om ramma dan juga kak rendy" ucap arjuna


"iya lagian untuk menjadi dokter itu, yahh cukup kamu aja cantik. kita mah jadi pasirn kamu aja, nanti kan lumayan kalau kita sakit bisa berobat geratis sama kamu ha ha ha ha " ucap ariel


"hhuufft terserah kalian aja lah mau bilang apa, ohh iya pi... mi... nanti adinda mau ke kampus yah... ada tes untuk masuk di fakultas itu, tapi adinda yakin kok bakalan bisa masuk. adinda juga sudah menyiapkan beberapa berkas berkas untuk dibawa dan di kumpulkan di kampus" ucap adinda pada ramma dan vita


"ohh iya tidak apa apa berangkat aja, atau nanti kamu bareng sama arjuna dan ariel aja, mereka juga kan sekalian mau ke kampus juga, mau daftar di fakultas IT" jawab ramma


"ahhh tidak pi... adinda mau naik kendaraan umum saja, biar bisa lebih cepat sampai di kampusnya, apa lagi jam segini, pasti macet banget karena banyak orang yang berangkat kerja" ucap adinda


"ohhh kalau begitu, kamu naik helikopter pribadi kakak aja, kan enak bisa lebih cepat sampainya tanpa harus macet dan berhenti di lampu merah" ucap rendy sambil senyum tipis di bibirnya


"ihhh kakak, mulai lagi... kakak aja sana naik helikopter itu, emang apa enaknya sih naik helikopter. lebih baik naik kendaraan umum biar bisa lebih merakyat dan juga bisa berinteraksi dengan banyak orang" ucap adinda.


"sudah sudah.... kenapa kalian jadi berdebat sih... sudah habiskan makanannya" ucap vita yang mencoba menengaih


"sudah mi... adinda sudah telat, afinda berangkat sekarang yah, adinda tidak mau di hukum karena adinda telat masuk kelas tes" ucap adinda sambil minum susu dengan tergesa gesa


"ehhh sayang... jangan tergesa gesa seperti itu dong.... nanti kamu keselek" ucap vita

__ADS_1


"adinda berangkat yah mi... pi... kak... uuummmaahhh.... " adinda mencium tangan, pipi dan juga kening orang orang yang dia sebutkan tadi


"jun... riel.... aku berangkat yah... love you semuanya.... Assalamualaikum " ucap adinda sambil berlari karena dia juga tidak mau ketinggalan bus


"waalaikum salam " ucap semua orang


melihat adinda yang tergesa gesa seperti itu, membuat arjuna dan ariel juga ikut takut kalau mereka telat masuk tes itu, karena mereka harus daftar terlebih dahulu agar bisa mengikuti tes.


"om.... tante... kak... kita berangkat juga yah... kita juga tidak mau telat, karena yang di omong adinda itu juga ada benarnya, jam segini biasanya macet di jalan" ucap arjuna pada semua orang


"lohhh ikut tergesa gesa juga.... minum dulu susunya tapi hati hati, jangan sampai tersedak" ucap vita pada arjuna dan Ariel. dan mereka langsung minum susunya


"jangan cepet cepet... tersedak mati baru tahu rasa loe berdua... " uhhh cap rendy yang membuat mereka langsung tersedak


"uuhhukk uhukk.... " arjuna dan rendy batuk karena tersedak setelah mendengar ucapan rendy


"kita tersedak itu karena ucapan kak rendy tadi, buat orang kaget aja" protes ariel


"ha ha ha ha rendy sudah dong... kamu itu dari dulu suka banget ngerjain adik adik kamu... kalau mereka mati beneran bagaimana" ucap ramma sambil tertawa dan rendy juga ikut tertawa


"husstt.... papi sama rendy sama aja yah, kasian kan arjuna dan ariel.... minum pelan pelan aja nek, jangan dengarkan papi dan kakak mu itu" ucap vita sambil melotot ke arah ramma dan rendy


"iya tan... tante memang yang terbaik... yah sudah kita berangkat dulu yah tan, om, kak" ucap arjuna


"yah sudah kalian mau pakai mobil manapun terserah, tinggal pilih. ohh iya om titip yahh tolong lihatin adinda di fakultas kedokteran, jangan sampai dia di buly atau berantem sama teman nya" ucap ramma pada ariel dan Arjuna


"iya om tenang aja, kita pasti jagain adinda, dia saudara kita, jadi kalau sampai ada yang macam macam sama adinda harus berhadapan dengan kita dulu, kita pamit yah... " ucap Ariel dan Arjuna, mereka bersaman sama ramma, vita dan rendy


"gue percaya sama kalian berdua" ucao rendy sambil memegang pundak arjuna dan ariel

__ADS_1


"ohh iya, kalian juga boleh pakai mobil koleksi gue. kuncinya ada di lemari itu yang ada tulisan rendy" ucap rendy sambil menunjuk almari tempat dia menyimpan kunci kunci mobil koleksinya itu.


"oke kak.... siap... adinda urusan kita, kita akan jagain dia. lagian fakultas kedokteran dan fakultas IT itu dekat. yah sudah kita berangkat," ucap arjuna


"Assalamualaikum " ucap Ariel


"waalaikum salam " jawab semuanya


setelah ariel dan Arjuna pergi, kini rendy juga ikut pergi ke kantor dia, karena harus menghadiri rapat yang penting. dan juga dia akan mencari seketaris yang sekaligus menjadi asisten pribadi dia di kantor asisten.


******


adinda sudah berada di dalam bus, kebiasaan adinda adalah kalau di dalam bus selalu melihat ke jendela luar sambil mendengarkan musik dari ponselnya. saat adinda melihat ke arah luar bus, tiba tiba ada seseorang yang mencuri perhatian dia.


(wahhh siapa yah kakak itu, dia tampan banget... tapi kenapa wajahnya tidak ada senyum sama sekali yah, tapi walauoun begitu dia masih terlihat keren... kayaknya dia seumuran sama kak rendy deh, apa mungkin dia masih kuliah, kalau iya pasti dia selalu tinggal kelas, kak rendy saja sudah bisa sukses dengan bisnisnya ) suara hati adinda, dan adinda selalu menatap orang itu


"permisi apa, bangku ini kosong" ucap pemuda itu


"mbak.... " ucap pemuda itu lagi sambil melambaikan tangan nya, yang membuat adinda tersadar dari lamumannya itu dan dia langsung membuka headset yang dia gunakan


"ahhh apa, maaf... " ucap adinda


"apa bangku sebelah anda kosong, soalnya semua bangku sudah terisi penuh" ucap pemuda itu


"ehhh iya... kosong kok, silahkan saaja duduk" jawab adinda


(ahhh aku malu banget, kenapa aku harus melamun seperti tadi sih... ihhh adinda, jaga image dong, bersikap biasa saja) suara hati adinda


adinda hanya bisa menunduk dan melihat ke arah luar jendela lagi tanpa berani melihat ke arah sampingnya, karena dia takut kalau tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2