
Kini vita sudah ada di kampus, dan menunggu kedatangan teman-temannya, rencananya mereka akan langsung berangkat ke perusahaan Dirgantara Group setelah selesai mata kuliah jam pertama. Dan mreka akan memakai mobil alin, karena Vita tidak bisa mengendarai mobil jadi yang biasa bergantian itu alin dan ayu, kalau Vita hanya setia menjadi penumpang.
“Vita!!!!” teriak Ayu
“Ehh geblek, santai aja dong ini kampus bukan hutan, lagian telinga gw juga masih sehat, jadi tidak perlu teriak-teriak” saut Vita
“Tau tuh sih Ayu, maklum habis nelen toak dia, jadi bawaannya teriak-teriak gak bisa diem” ucap Alin dan kini mereka tertawa barsma
“Yah udah ayo masuk, sudah mau telat ini” ucap Vita
“Yahhh gw fikir kita langsung ke perusahaan itu, bolos aja yuk... biar pernah gitu kita bolos breng, lagian nanti siang loe gak jemput Rendy Vit. Kan kasian kalau kita telat jemput rendynya” ucap Ayu sambil sedikit jadi provokator
“Ehh Yu, loe kemarin sudah bolos lama yah, waktu kita di singapur jangan mancing-mancing lagi deh, kita sudah ketinggalan jauh tau. Loe mau lulus telat gara-gara sering bolos” ucap Alin tidak setuju
“Iya, gw juga gak mau bolos Yu, lagian nanti Rendy ada yang jemput kok. Gw sudah pesan sama orang rumah untuk jemput Rendy dan guru Rendy juga sudah tau” kata Vita yang tidak sependapat dengan Ayu
“Yah udah ayo masuk, tidak ada bolos-bolos yah Yu, awas loe kalau bolos” kata Alin
“Iya-iya mak, yah sudah ayo masuk kelas. Jangan ngomel aja” jawab Ayu dengan terpaksa
Mereka memutuskan untuk mengikuti kelas pertama terlebih dahulu, setelah itu mereka pergi ke perusahaan untuk menyerahkan proposal. Mata kuliah yang mereka ikuti kali ini benar-benar melelahkan karena dosen secara mendadak meminta jam tambahan, yang seharusnya selesai dalam satu setengah jam, kini sampai dua jam lebih belum juga selesai.
“Vit loe janjian jam berapa sama teman loe itu” ucap Alin yang takut telat untuk datang di perusahaan
“Hahhh teman gw, teman gw kan Cuma kalian saja. Emang gw harus janjian sama siapa lagi” ucap Vita yang heran
“Vit umur loe itu berapa sih, kenapa sudah pikun saja” jawab Ayu yang sudah kesel sama pelajaran yang tidak selesai-selesai
“Ohh, gw tidak janjian tentang jam sama dia, pokoknya gw bilang kalau kita akan datang hari ini. Gitu saja” ucap Vita dengan sangat tenang
“Ehhh Lin, emang siapa sih orang dalam yang di maksud sih Vita. Kok gw curiga yah, orang yang ada di sanakan semuanya orang sibuk, kok bisa mereka tidak janjian jam sih, emang orang itu tidak ada kerjaan yah di sana” ucap Ayu
__ADS_1
“Gw juga tidak tau Yu, sudah kita ikutin aja sih Vita. Vita yakin banget soalnya jadi kita juga harus ikut yakin dong, sudah jangan banyak omong loe, perhatikan tuh pelajarannya biar bisa pintar dikit kamu” jawab Alin
Setalah menunggu sampai tiga jam akhirnya dosen itu mengahiri mata kuliahnya, dengan sangat senang para mahasiswa bisa keluar kelas dan menghirup udara kebebasan setelah terkurung ber jam-jam di dalam kelas.
“Hufff akhirnya bisa bebas juga” ucap Ayu
“Iya gila tuh dosen, bisa-bisanya dia ngasih pelajaran selama 3 jam penuh seperti ini” ucap Alin yang juga telah frustasi di dalam kelas
“Bawah gw pergi sekarang, kepalah gw sudah mau pecah, gw tidak sanggunp untuk berdiri lagi, tolongin gw hemmmm” ucap Vita sambil terus memasang wajah sedih
“Sudah-sudah kita pergi sekarang, ini sudah siang” ajak alin yang di setujui sama Vita dan Ayu
“iya ayoo... gw sudah trauma sama kelas” ucap Ayu
Mereka kini pergi ke perusahaan milik Ramma untuk mengajukan proposal, didalam mobil Ayu selalu tanya dan penasaran tentang siapa orang dalam yang di maksud Vita. Dan jawaban Vita tetap sama. Setelah berkendara kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai di parkiran gedung pencakar langit dan terpampang jelas tulisan Dirgantara Group, mereka memilih langsung masuk perusahaan tersebut dengan mengikuti Vita.
“Vit ini nanti kita kemana dulu?” tanya Alin yang kebingungan harus masuk ruangan mana
“kita tanya resepsionis saja yah” ucap Vita yang di seujui Ayu dan Alin
*****
“Ehh tunggu Din, Nit itu bukannya Vita dan teman-temannya kan?” ucap Ana saat melihat Vita, Ayu dan Alin di resepsionis
“iya benar itu mereka, ngapain mereka kesini sih..” ucap Dina
“lihat deh di tangan mereka, bukannya itu proposal yahh, apa mereka mau mengajukan proposal itu ke perusahaan ini’ ucap Nita menebak
“Kita samperin mereka sekarang” ucap Dina
******
__ADS_1
“Mbak ruangan pak Ramma di mana yah” tanya Vita Sama resepsionis
“Nyonya langsung saja menggunakan lift sebelah kiri, dan tekan tombol GM nanti langsung ke lantai ruangan tuan Ramma” ucap resepsionis
“Makasih yah mbak” jawab Ramma
“Ehh gembel ngapan kalian masuk ke kantor ini, mau nyarih sumbangan?” ucap dina kepada Vita
“Ehh loe jangan cari masalah yah, kalau kalian tidak mau malu di sini” ucap Alin
“tau tuh.. emang perusahaan ini milik bokap loe, sampai loe berani tanya begitu” balas Ayu
******
“Stop ada apa ini, kenpa ribut sekali” ucap Satria yang tiba-tiba datang
“pak Satria” ucap Dina, Nita, dan Ana secara bersamaan
“Apa kalian magang di sini hanya untuk jalan-jalan di saat jam kerja, kalau seperti itu terus lebih baik kalian ambil lagi proposal kalian dan pergi dari kantor sini” ucap Satria dengan nada yang sangat tegas, bahkan kini mereka semua menunduk tidak ada yang berani menatap Satria termasuk Ayu dan Alin.
“Maaf pak, kami tidak akan mengulangi nya lagi” ucap Dina
“Cepat kembali ke ruangan kalian, sebelum saya suruh kalian pergi dari kantor ini” jawab Satria dan membuat mereka lari ketakutan. Sementara Vita dia hanya menahan tawanya melihat Satria marah-marah seperti itu.
“sudah-sudah kak Satria, kakak jangan marah-marah lagi.. lihat tuh teman-temanku jadi pada takut sama kakak” ucap Vita sambil menahan tawanya
(haduhh ni anak, gak bisa jaga image gw banget. Pakai nahan ketawa lagi) suara hati Satria
“Vita, saya harap kamu seperti ini sampai saya menyuruhmu untuk bersuara lagi, ingat yah Jangan pernah membuka mulut kamu walaupun itu hanya satu centi. Mengerti” ucap Satria
Mendengar omongan itu kini Vita hanya bisa menahan tawanya sampai pipinya berubah bersemu merah, dia terpaksa mengikuti semua omongan Satria kalau dia dilarang membuka mulut padahal sekarang dia sangat ingin tertawa. Ayu dan Alin juga menjadi takut dengan Ramma bahkan kini mereka juga tidak berani membuka mulut apalagi bersuara. Setelah mengikuti Satria, akhirnya mereka kini telah sampai di ruangan Ramma.
__ADS_1