
maira dan bram sama sama sepakat kalau mereka akan kasih tahu kabar bahagia ini ke semua keluarga itu nanti malam saat makan malam bersama.
bram di bantu maira untuk siap siap berangkat ke kampus, setelah siap siap mereka turun ke bawa untuk sarapan bersama.
******
vita membangunkan rendy dan juga ramma di kamarnya, karena setelah sholat subuh rendy ingin tidur bersama papinya.
"sayang.... bangun yuk... sudah pagi" ucap vita sambil membuka gorden dan juga jendela agar udara bisa masuk
"sayang ayo bangun... kamu nanti telat ke sekolah loh yah... masa rendy kalah sama adinda, adinda saja sudah bangun dan sudah mandi, ini kakaknya malah masih tidur" ucap vita sambil ngelus kepala rendy
"huaahhhmmm rendy masih ngantuk mi... rendy tidak sekolah yah... rendy mau main sama adinda saja" ucap rendy sambil duduk tapi matanya masih merem
"ehhhttss tidak tidak... ayo bangun, rendy harus sekolah, papa juga ngantuk tapi papi juga harus semangat kerja" ucap ramma yang tiba tiba bangun dan duduk sambil berusaha membuka matanya
"iya pi... semangat.... rendy harus sekolah, yah sudah mi... pi... rendy mandi di kamar rendy sendiri yah... " ucap rendy yang mencoba berjalan ke kamar nya dengan mata yang masih tertutup
"iya bagus rendy.... semangat" jawab ramma, dan setelah rendy ke kamar nya, ramma ingin merebahkan tubuhnya kembali tapi dengan cepat di tahan sama vita
"ehhh... kok mau tidur lagi sih... katanya semangat, ini kok malah tidur lagi" ucap vita sambil menarik tangan ramma
"sayang... aku masih ngantuk, tadi itu aku pura pura semangat biar rendy tidak bolos ke sekolahnya" jawab ramma
"iya terus kamu yang mau bolos kerja gitu... gak ada gak ada, buruan bangun.. ayo jangan malas, ayo buruan mandi" ucap vita sambil mendorong tubuh ramma ke kamar mandi
__ADS_1
"iya iya mandi... mandiin yah... " ucap ramma sambil memeluk tubuh vita
"ohh mau di mandiin... baik... bentar aku siapin bak mandi milik adinda yah... trus kamu aku mandiin di halaman depan, nanti kamu mandi di bak bersama bebek bebekan adinda dan setelah itu aku tinggal siram tanaman, bagaimana" jawab vita
"jahat banget, emang aku rendy... rendy aja tidak akan mau mandi kaya gitu. masa aku di suruh mandi kaya begitu " ucap ramma
"ha ha ha ha yahh habis, kamu minta di mandikan, rendy saja sudah tidak pernah minta di mandikan, ehh ini malah papinya minta di mandikan" jawab vita sambil tertawa
"iya iya aku mandi sendiri, untung saja kamu belum bisa aku apa apain sekarang, tapi setelah waktu itu tiba, aku tidak akan melepaskan kamu sayang, dan kamu tidak akan aku buat bisa tidur semalaman" ucap ramma yang membuat vita bergidik ngeri
"hahhh maksud kamu apa, " ucap vita sambil membulatkan matanya
"he he he he tidak ada maksud apa apa sayang, aku yakin kamu pasti faham arah omongan aku tadi kemana, karena hanya kamu yang paling bisa menjinakkan dia" ucap ramma sambil mencium sekilas bibir vita dan dia langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan santai
(sudah sudah.... vita jangan berfikiran yang tidak tidak, itu adalah urusan nanti, sekarang kamu harus ke..... kemana yah... ohh iya ke kamar rendy, bantuin rendy siap siap ke sekolah) suara hati vita, yang sedang cemas karena omongan ramma
Ceklekkk.... Pintu kamar rendy di buka vita
"sayang sudah selesai belum mandinya" ucap vita
"iya mami... sebentar lagi selesai kok" teriak rendy dari dalam kamar mandinya
"yah sudah, buruan.... semuanya sudah menunggu kita di meja makan sayang" ucap vita
"iya mami" jawab rendy, dan dia keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"bentar bentar, mami mau cium rendy dulu.... emmmm wangi, wangi, wangi" ucap vita sambil mencium seluruh tubuh rendy
"mami... geli tahu.... masa ketiak rendy di cium cium sama mami, kan geli... " ucap rendy sambil menggeliat kegelian
"he he he he yah habis rendy lucu banget sih, apalagi sekarang sudah mau mandi sendiri, mami makin sayang sama rendy" ucap vita sambil mengeringkan badan dan rambut rendy
"rendy di sekolah sudah punya banyak teman belum.... pasti banyak yah teman rendy" tanya vita pada rendy
"tidak mi... di sekolah banyak sih yang mau jadi teman rendy, apa lagi perempuan perempuan, banyak yang suka cubit cubit pipi rendy mi, tapi rendy tidak suka sama mereka, karena mereka tidak ada yang sama seperti cindy, yang selalu baik sama rendy" jawab rendy
"sayang... rendy harus bisa yah menerima mereka sebagai teman rendy, karena tidak selamanya rendy bakalan sendiri terus di sekolah, rendy harus punya teman agar ada yang membantu rendy saat di sekolah" ucap vita
"iya mi... nanti rendy usahain punya teman di sekolah, tapi rendy tidak janji yah mi, rendy lebih suka sendiri karena rendy masih bisa mengerjakan semuanya sendiri. " jawab rendy
"yah sudah ayo di pasang sepatu nya, setelah itu, rendy turun yah, karena adinda ada di bawah bersama nenek dan kakek, rendy temanin adinda dulu yah biar adinda tidak nangis" ucap vita dan rendy langsung turun ke bawah mencari adik kesayangannya itu, sementara vita pergi ke kamarnya untuk melihat apa ramma sudah siap atau belum
"sayang.... semuanya menunggu kamu di bawah" ucap vita sambil mengambil dasi yang ada di atas tempat tidur dan langsung memakaikan dasi ke leher ramma
"sayang, kamu hebat banget sih.... aku kira setelah punya Adinda, perhatian kamu ke aku dan rendy akan berkurang karena kamu sibuk ngurusin adinda" ucap ramma sambil menatap wajah vita
"yah tidak mungkin dong sayan perhatian aku berubah, dengan adanya adinda sekarang bukan berarti aku akan memberikan semua waktuku untuk dia saja, karena masih ada kamu dan juga rendy yang harus aku urus. aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan semua waktuku buat kalian semua, tanpa terkecuali." jawab vita sambil menatap mata ramma
"aku dulu pernah berfikir, saat kamu punya anak kandung sendiri, sikap kamu akan berubah ke rendy, dan kamu akan lebih sayang sama adinda dari pada rendy, tapi ternyata itu hanyalah ketakutan aku saja, dan tidak terbukti" ucap ramma
"jahat vanget sih punya fikiran seperti itu ke aku, rendy dan adinda itu sama sama anakku, sama sama putra putri kandung ku. tidak mungkin lah aku tidak sayang sama mereka, apa lagi pilih kasih. aku tidak akan pernah membeda bedakan mereka" jawab vita sambil menarik sedikit dasi ramma, sehingga membuat ramma sedikit tercekik
__ADS_1
"ehhh iya iya sayang... maaf maaf, jangan di cekik dong. uhukk uhukk... jahat banget main cekik cekik aja" ucap ramma sambil membenarkan dasinya kembali
"habisnya kamu... yah sudah ayo turun ke bawah, semuanya sudah menunggu kita " jawav vita sambil menggandeng tangan ramma buat turun ke bawah