
“Lin saya minta kamu untuk terus bersama saya, jangan pernah jauh-jauh dari saya. Karena kita tidak tau bahaya apa yang sedang menunggu kita di depan nanti” ucap satria pada alin
“iya pak, bapak tidak usah khawatir, alin, ayu, dan vita waktu kuliah perna ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bela diri kok pak” ucap alin sambil menunjukan pose kuda-kuda dia
“hemmm kalau bisa bela diri kenapa waktu itu kalian lari sampai nangis ketakutan waktu ada bodyguard yang ngikutin kalian” ucap satria sambil senyum menggina
“yahh kalau waktu itu, kita ketakutan duluan dan kita juga capek berlari jadi kita tiba-tiba lupa gerakan bela dirinya, jangankan gerakan bela diri pak, keahlian kita dalam bahasa inggris saja langsung hilang mendadak” ucap alin untuk membela dirinya
“yahhh oke-oke, kamu juga jangan pernah percaya sama orang-orang yang ada di team kita, karena kamu tidak akan pernah tau siapa teman dan siapa lawan di antara mereka. Kamu hanya boleh percaya sama saya saja, dan jangan pernah mengikuti mereka” ucap satria mempringati alin
“iya pak, siap... alin akan mengingat semua pesan bapak itu” ucap alin dengan mantap
“yah sudah kamu kasihkan berkas ini pada mereka ber 4, biar mereka langsung mengerjakan tugas mereka” ucap satria sambil memberikan beberapa berkas ke alin
“baik, alin akan kasihkan ini ke mereka” ucap alin dan langsung keluar dari ruangan satria
*******
“yu, kamu ingat omongan saya ini yah. Jangan pernah percaya sama mereka ber 4, karena kita tidak tahu siapa teman dan siapa lawan kita sebenarnya” ucap bram pada ayu
“hahh maksud bapak, mereka adalah mata-mata perusahaan?” tanya ayu yang terkejut
__ADS_1
“saya sendiri tidak tahu, berapa banyak mata-mata di perusahaan ini, dan mereka ada di dalam lingkaran itu atau tidak saya belum tahu. Mangkanya kamu jangan pernah mau jika di suruh sama mereka, jika salah satu dari mereka menyuruh kamu, kamu harus kasih tahu saya dulu kalau memang aman kamu boleh kerjakan tapi kalau itu mencurigakan saya akan proses itu dulu” jawab bram
“iya pak ayu faham sekarang, ayu akan berhati0hati sama mereka” ucap ayu dengan nada yang sangat mantap
“kamu juga jangan pergi dari sisi saya, jangan pernah mencari-cari alasan untuk pergi jalan-jalan sendiri karena, itu sangat berbahaya. Musuh kita di sini sangat berbahaya mereka tidak segan-segan untuk mencelakai bahakan membunuh lawan mereka, jadi jangan pernah melanggar semua ucapan saya ini” kata bram sambil memandang serius mata ayu
“trus nanti kalau ayu mau ke kamar mandi bagaimana pak? Apa bapak akan menemani ayu ke kamar mandi kan itu tidak mungkin pak” tanya ayu lagi
“kamu harus kasih tau saya dulu, dan setidaknya saya akan mengantar kamu sampai depan pintu kamar mandi itu, dan saya akan menunggu kamu di depan pintu” jawab bram denghan santai, namun tidak dengan ayu yang sangat terkejut dengan jawaban itu
(ya ampun sebegitu berbahaya kah, atau ini Cuma akal-akalan nya pak bram, agar gw tidak nakal pergi-pergi tanpa ijin kaya tadi. Ahh sudahlah turutin aja, lagian gw juga tidak mau jauh-jauh dari pak bram, takut juga sih kalau itu sampai benar-benar terjadi ) suara hati ayu
“dan sekarang kamu kasihkan berkas ini pada mereka, agar mereka bisa datang untuk menyeleksi para pekerja secara langsung” ucap bram sambil memberi beberapa berkas ke ayu
********
“vita aku mohon yah sama kamu, untuk beberapa hari kedepan kamu jangan pernah jauh-jauh dari aku lagi yah dan kamu harus janji jangan pernah ulangi kejadian seperti tadi pagi” ucap ramma sambil memegang tangan vita
“iya iya tidak akan, aku juga minta maaf sama kamu, karena pergi tanpa ijin kamu dulu dan janji aku tidak akan mengulanginya lagi” ucap vita sambil memasang wajah bersalahnya
“kamu juga hati hati yah sama mereka ber 4, jangan terlalu percaya sama mereka” ucap ramma lagi
__ADS_1
“hahh maksud kamu siapa sayang, yang jelas dong kalau ngomong jangan di potong-potong” tanya vita dengan sangat penasaran
“yahh karyawan yang aku pilih menjadi anggota kita yang akan membantu kita dalam tugas ini, kita tidak belum tahu sebenarnya mereka itu lawan atau kawan kita. Di perusahaan ini banyak sekali mata-mata dan yang mereka semua itu masuk kedalam kandidat penghianat perusahaan termasuk yang ada di kelompok satria dan bram” ramma yang mencoba menjelaskan ke vita
“trus aku harus bagaimana dong sayang, apa aku harus menghindari mereka atau bagaimana” tanya vita lagi
“kamu tidak perlu ngapa-ngapain berusaha aja senatural mungkin, jangan terlalu mencolok anggap kamu tidak tahu apa-apa, kamu juga jangan terlalu jauh dari aku, biar aku bisa selalu menjaga kamu” ucap ramma sambil memegang wajah vita
“trus alin sama ayu bagaimana, apa mereka juga tahu tentang ini” ucap vita
“mereka pasti sudah tahu, karena satria dan bram pasti sudah mempringatkan alin dan ayu untuk selalu waspada, jadi kamu jangan fikirkan mereka karena aku sangat yakin kalau satria dan bram siap bertaruh nyawa untuk keselamatan mereka” ucap ramma untuk menenangkan vita
“iya sayang, aku percaya sama kamu, erimakasih yah kamun selalu ngelindungi aku” ucap vita sambil memeluk ramma
“itu sudah menjadi tanggung jawab ku untuk melindungi kamu sayang” jawab ramma sambil mencium kening dan bibir vita, vita hanya bisa tersenyum menerima perlakuan ramma
“aku minta tolong sama kamu yah, berikan berkas-berkas ini pada mereka, biarkan mereka langsung berkerja mengerjakan ini. Kita tinggal pantau saja” ucap ramma sambil memberikan beberapa berkas ke vita
“iya sayang aku berikan dulu sama mereka yahh” jawab vita dan langsung melangkah keluar dari ruangan ramma
Vita, ayu dan alin langsung memberikan berkas-berkas itu pada rekan kerja mereka, walaupun ada rasa takut dalam diri, mereka masih bisa menahan itu dan bersikap biasa saja pada semua orang yang mereka temui.
__ADS_1
Jadi selama di kantor vita, alin dan ayu selalu bersama bahkan setiap ada yang ingin ke kamar mandi maka mereka akan pergi ke kamar mandi bersama-sama, karena memang waspada itu boleh tapi mereka berusaha bersikap normal biar tidak menimbulkan kecurigaan pada semua orang, bahkan mereka selalu menggunakan bahasa inggris untuk percakapan mereka, dan terkadang kalau mereka sedang membahas hal yang penting maka mereka akan menggunakan bahasa sunda agar tidak ada yang tahu mereka sedang berbicara apa.
Karena mereka masih takut kalau menggunakan bahasa indonesia masih ada orang yang faham dengan omongan mereka.