
arjuna, ariel dan rendy berangkat bersama menuju kantor menggunakan mobil pribadi rendy. adinda lebih pilih di rumah karena dia paling anti dengan dunia kantor, apa lagi adinda tidak pernah mau kalau di kenalkan sebagai adik ataupun ank pemilik perusahaan.
sehingga semua rekan bisnis rendy ataupun ramma tidak ada yang tahu bagaimana wajah dari putri keluarga Dirgantara. beberapa orang mengetahui kalau ramma memiliki seorang putri kandung yang selalu dia bawah ke kantor waktu kecil, tapi mereka tidak ada yang tahu bagaimana wajah putri itu saat sudah besar.
rendy sendiri juga sudah sering kali ngajak adinda ke kantor dia, namun tetap adinda tidak pernah mau datang ke kantor dengan berbagai macam alasan.
bahkan saat ada acara pesta perusahaan, adinda lebih suka menyendiri dan menjauh dari kerumunan orang, untuk menghormati kakak dan juga papinya dia rela datang, tapi dia enggan untuk di perkenalan di depan umum, jadi dia selalu menyamar menjadi tamu undangan di dalam pesta.
setelah beberapa menit di perjalanan, mobil rendy sampai di depan perusahaan besar milik rendy. setelah itu mereka turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam ruangan milik rendy.
"wahhh kak... besar sekali perusahaan ini" ucap arjuna
"iya kak... apa lagi di bawah tadi banyak perempuan cantiknya... wahh makin betah kita berada di sini" ucap ariel
"mangkanya, gue ajak kalian untuk bergabung dan kerja sama dengan gue di perusahaan ini, kita kembangkan perusahaan ini sehingga bisa sebesar perusahaan orang tua kita, untuk hasilnya kita bisa bagi bagi dengan rata" ucap rendy pada adik adik nya
"untuk masalah uang jangan di ambil puding kak... yang penting kehidupan kita terjamin dan tercukupi itu sudah cukup" ucap arjuna
"iya kak... lagian buat apa lagi uang, makan sudah dari tente vita dan nenek, mobil sudah ada milik kakak dan om ramma, rumah kita juga sudah tinggal di rumah mewah, uang om ramma dan orang tua kita juga sudah ngasih. kita butuh apa lagi coba kalau seperti itu" ucap Ariel
"iya mangkanya kita di sini bukan untuk kerja, tapi untuk menerapkan hobi kita dalam dunia bisnis. untuk masalah penghasilan itu cuma bonus buat kita. karena hobi kita sama sama di sini, jadi gue harap kita bisa melakukannya dengan sepenuh hati " jawab rendy
"oke setelah ini akan ada rapat, buat memperkenalkan kalian, jadi kalian siapkan diri untuk acara itu" ucap rendy
"iya kak" jawab arjuna dan ariel secara bersamaan
rendy sudah meminta karyawan nya untuk berkumpul di ruang rapat, karena dia ingin memperkenalkan saudaranya yang akan ikut bertanggung jawab atas perusahaan yang sedang di kelola.
******
"mami..... ini jam berapa sih.... kenapa adinda bosrn yah mi... diam di rumah" ucap adinda yang berlari dari lantai atas dan langsung memeluk maminya
"ini baru jam 10 sayang... kenapa sih kok tiba tiba bosen, emang pengumuman itu keluar kapan" tanya vita pada putrinya itu
__ADS_1
"nanti mi... kira kira jam 2 siang, pengumuman itu keluar " jawab adinda
"yah sudah sekarang adinda melakukan apa gitu, main piano, berenang atau apalah sesuka adinda" ucap vita
"tidak mau mi... mami... adinda mau jalan jalan ke mall milik papi, bolehkan mi... " ucap vita
"sama siapa sayang" tanya vita
"sendiri lah mi... nanti adinda berangkat di antar sama supir deh, tapi nanti pulang adinda minta di jemput sama kak rendy. adinda kan sudah lama tidak jalan jalan sendiri mi" ucap adinda
"yah sudah sana berangkat, hati hati yah... " jawab vita
"iya mi... terima kasih mami sayang" ucap adinda sambil mencium pipi vita dan srtelah itu dia ke kamarnya untuk bersiap siap buat jalan
tak lama adinda turun dan dudah bersiap diap untuk pergi ke mall. dia juga sudah bilang supir untuk menyiapkan mobil untuk dia berangkat.
"mami adinda berangkat yah... " ucap adinda sambil mencium tangan vita
dan adinda langsung berangkat menuju mall milik ramma, adinda memang lebih suka jalan jalan sendiri dari pada rame rame. setelah beberapa menit perjalanan akhirnya adinda sampai di mall tersebut.
"pak... bapak tinggal saja yah... nanti pulangnya biar adinda telpon kak rendy, untuk jemput " ucap adinda pada supirnya
"tidak apa apa neng, bapak tungguin saja" jawab supir
"tidak usah pak, adinda bakalan lama banget, lebih baik bapak tinggal saja. adinda juga cuma di sini sini aja, nanti biar kak rendy yang jemput" ucap adinda sambil keluar dari dalam mobil
"neng dinda saya tinggal yah.. " ucap supir itu saat mau pergi
"iya pak, hati hati di jalan" jawab adinda
adinda langsung masuk ke dalam mall, dia berkeliling sambil melihat lihat baju baju yang ada di toko toko. adinda selalu senang saat berada di dalam mall
"ada yang bisa saya bantu mbak" ucap pegawai toko
__ADS_1
"iya saya mau lihat lihat sebentar yah mbak" jawab adinda dengan senyum yang sangat rama
setelah melihat lihat cukup lama, tapi adinda tidak menemukan baju yang pas dan cocok untuk dia, jadi adinda keluar dari dalam toko.
karena sudah terlalu lama dia keliling mall ramma yang sangat besar, jadi adinda memutuskan untuk naik ke lantai paling atas untuk membeli minuman dan beberapa cemilan buat mengganjal perutnya.
setelah naik ke lantai atas, adinda semakin bingung mau pilih minuman dan makanan apa, karena di sana sangat banyak stand stand yang menawarkan minuman dengan berbagai macam warna dan rasa.
"haduhhh beli apa yah... tau gitu aku bawa minum dari rumah saja, biar tidak bingung seperti ini" ucap adinda yang ngoming sendiri
"nanti aja deh beli minumnya, aku mau foti foto dulu "
"hemmm ponselnya mau aku taruh mana yah... ahhh sini saja deh"
1 2 3
"ihhh bagus, sudah ahhh jangan foto banyak banyak... malu di lihatin orang nanti"
"lohhh itu bukannya kakak yang ada di halte dan fakultas kedokteran itu kan, dia ngapain ada di sini.... haduhh apa dia lihatin aku foto foto sendiri tadi yah... haduh makin malu aku"
"kenapa kakak itu lihat ke arah ku sih... "
"sudah ahh biarin aja... mungkin cuma kebetulan saja. dia pasti tidak ingat aku, jadi tidak perlu aku sapa dia, anggap tidak pernah kenal, beres "
adinda langsung berjalan lagi, melewati seniornya yang sedang duduk tanpa menyapa terlebih dahulu, karena dia berfikir kalau senior itu tidak ingat sama dia.
setelah lewat, adinda langsung berlari menjauh dari orang itu, sambil sesekali melihat ke belakang untuk memastikan kalau orang itu masih diam di tempatnya.
__ADS_1