
adinda sudah mulai bisa tenang, kini rendy memaksa dia untuk cerita apa saja yang telah dia alami, selama tinggal jauh dari keluarga.
"apa yang kamu rasakan saat ini din?" tanya rendy pada adinda
"adinda hanya merasa cepat capek kak, trus kepala adinda juga sering tiba tiba pusing, dan itu sama seperti yang adinda rasakan dulu kak, sebelum adinda mendapat donor sumsum tulang belakang dari kakek" ucap adinda sambil menahan tangisnya
"sejak kapan gejala itu muncul? " tanya rendy
"beberapa hari ini kak, tapi adinda tidak tahu tepatnya kapan" jawab adinda
"kita periksa sekarang, kita cek kondisi kamu din, apa yang salah. karena kamu dulu sudah di nyatakan sembuh? tapi kenapa gejala itu muncul kembali " ucap rendy
"dinda takut untuk menghadapi semuanya, dinda belum siap. bagaimana kalau dinda beneran sakit itu lagi, dan hidup dinda... hidup dinda hiks... hiks... " jawab adinda yang sudah tidak bisa berkata kata lagi, kini air mata nya sudah mengalir deras
"jangan di teruskan, kakak percaya adinda tidak kenapa napa, adinda hanya kecapekan. jangan berfikiran yang tidak tidak, masa depan adinda masih panjang, adinda akan menikah, punya anak dan hidup bahagia sampai tua. itu impian kamu kan dek, jadi sekarang jangan berfikiran yang tidak tidak" ucap rendy
"tapi bagaimana kalau sakit itu kambuh lagi kak... adinda sudah tidak memiliki impian itu lagi kak, karena adinda takut kalau sampai terjadi apa apa sama adinda dan itu akan membuat dia sedih, adinda tidak mau membuat dia sedih karena kehilangan adinda" jawab adinda
"Dia? dia siapa maksut dinda? " tanya rendy
"kak reno kak, dinda suka sama kak reno, tapi kemarin adinda sudah tolak dia kak, karena adinda takut... kalau sampai dia sedih saat tahu kondisi adinda. mangkanya adinda ingin menjauh dari kak reno, karena adinda tidak yakin sama diri adinda sendiri, dinda ini perempuan yang tidak sehat mangkanya dinda tidak mau kalau sampai menyusahkan orang yang dinda cintai" jawab adinda
"kamu ngomong apa sih dek... dinda sehat kok, dinda tidak kenapa napa, kakak yakin.... kakak akan bicara sama reno, karena siapa tahu reno punya cara cara untuk menyembuhkan kamu dek, dan siapa tahu reno memiliki teman yang mengerti dengan sakit kamu ini" ucap rendy
__ADS_1
"jangan kak.... jangan kasih tahu kak reno, adinda tidak mau kalau sampai kak reno tahu, kak reno akan merubah perasaan dia ke dinda menjadi kasian, adinda cukup bahagia kok kak, karena adinda tahu kalau kak reno juga membalas perasaan adinda selama ini. kakak janji yah jangan kasih tahu siapa siapa" jawab adinda
"kita periksa yah... kita cari tahu, biar ketahuan semua nya dan adinda sendiri bisa mendapatkan pengobatan lebih cepat" ucap rendy yang terus berusaha memaksa adinda
"tidak kak... dinda belum siap untuk menerima kenyataan yang pahit, biarkan adinda tidak tahu apa apa, dan biarkan semua orang selalu menganggap adinda sehat. adinda tidak mau ada korban lagi kak, cukup dulu adinda membunuh kakek, adinda tidak ingin membunuh orang orang yang adinda sayang kak" jawab adinda
"bukan dinda yang bunuh kakek, kakek meninggal karena sakit, dan karena kakek sayang sama dinda mangkanya kakak ingin mendonorkan sumsum tulang belakang nya untuk adinda, itu kemauan kakek sendiri, jadi bukan dinda yang bunuh kakek" penjelasan dari rendy
"jangan nangis lagi... nanti cantiknya hanyut terbawa air mata loh... mana adinda yang selalu ceria, jangan mau kalah sama sikit yah" ucap rendy
"dinda ingat tidak waktu dulu kakak ada masalah dan adinda selalu semangatin kakak dengan kata kata apa? "
"ingat kak" jawab adinda
adinda sedikit demi sedikit sudah mulai tertawa kembali, rendy tidak ingin banyak melarang adinda, yang bisa rendy lakukan adalah selalu mengawasi kegiatan adinda agar adinda tidak mudah capek.
(hanya reno kini yang bisa membantu ku untuk menjaga adinda di kampus, maaf din... kakak akan ingkar janji sama kamu kali ini, karena ini demi kebaikan kamu. kakak tidak ingin terjadi yang tidak tidak dan hanya reno yang bisa kakak percaya di kampus kamu. sekali lagi maafkan kakak) suara hati rendy
"kakak kenapa kok diam? " tanya adinda
"tidak tidak.... kakak tidak apa apa, ohh iya kata mami adinda terpilih ikut lomba kimia yah kapan itu? " ucap rendy
"iya kak.... lomba itu di adakan 3 bulan lagi, dan kita sudah mempersiapkan proyek penelitiannya. adinda mohon yah kak.... jangan halangi adinda, Karena hanya di sini adinda memiliki alasan untuk terus bisa melihat kak reno, karena kak reno sebagai pengajarnya" jawab adinda
__ADS_1
"adinda jangan capek capek sayang.... kakak saranin adinda keluar saja yah dari UKM itu, adinda tidak ingin semakin parah kan, mami sangat khawatir sama keadaan adinda" ucap rendy
"tapi ini mimpi adinda kak.... adinda ingin nama adinda di sebut sebagai pemenang di sana. kakak percaya kalau adinda sehat kan" jawab adinda dan rendy hanya mengangguk saja
"jangan khawatir yah kakak, kalaupun nanti adinda mulai mimisan lagi, adinda tidak takut karena kakak pasti akan jagain adinda" ucap adinda
"yah sudah.... cepat habisakan.... kakak traktir kamu belanja hari ini.... jadi kamu mau apa aja, terserah.... kakak akan tunggu di kasir" jawab rendy
"beneran.... kakak tidak akan menyesal kan.... " tanya adinda untuk memastikan
"tidak.... ayo habiskan makanannya, biar tubuh kamu bisa gemuk lagi.... jangan kurus seperti ini, badan kamu makin tipis tau gak" jawab rendy
"yah biarin... yang penting banyak yang suka sama aku wellkkk" ucap adinda sambil terus menyantap makanannya
setelah makan.... sesuai omongan rendy tadi... adinda akan belanja sepuas mungkin dan tugas rendy hanya menunggu di kasir lalu membayar apa yang di ambil adinda.
adinda benar benar kalap, dia mengambil begitu banyak make up, baju, tas, sepatu, dan tak lupa banyak makanan untuk teman temannya di kamar. rendy tidak marah sama sekali pada adinda walaupun kini begitu banyak tas belanjaan yang mereka bawa
"huuufffft ternyata belanja banyak juga merupakan kegiatan yang melelahkan juga yah.... cukup cukup adinda sudah tidak kuat.... kita pulang aja" ucap adinda sambil duduk di lantai mall
"masa kamu mau nyerah sih dek... katanya hoby belanja, ini di suruh habiskan uang di satu kartu kakak aja tidak bisa, beneran nyerah" goda rendy
"sudah... sudah... masih ada hari esok, dan selanjutnya. untuk hari ini cukup... ayo kita pulang kak.... " ucap adinda yang langsung berdiri dan mengarah ke parkiran mobil.
__ADS_1
adinda dan rendy kembali pulang ke asrama adinda, karena memang belanjaan adinda sudah banyak, dan kini dia hanya bisa tertidur di mobil rendy sampai ke asramanya.