Istri Barbar Kesayangan CEO

Istri Barbar Kesayangan CEO
Masih Orisinil


__ADS_3

Nadya mulai meragu, ditatapnya wajah Arjun dan Kinar bergantian. Ingin meyakini bahwa Kinar adalah wanita gila, tapi setelah melihat Arjun yang pasrah saat dipeluk Kinar, menyisakan keraguan juga dalam dada. Ia mempertanyakan kebenaran statement pria itu. "Arjun, tolong jelasin. Katakan kalau wanita ini gila. Katakan kalau kamu emang gak punya hubungan apa pun sama dia," tunjuk Nadya pada Kinar.


Namun, Arjun tak merespon perkataan Nadya. Tangisan Kinar serasa lantunan lagu. Suara syahdu yang sudah lama ia rindukan.


"Aku sayang kamu, Jun. Apa kamu tega buang aku? Diperutku ada benih cinta kita."


Sumpah, mata Arjun membulat sempurna. Ditatapnya wajah basah Kinar. Ingin memastikan apakah itu hanya kebohongan. Namun, tetap tak mendapat jawaban hingga mata kembali membelalak saat Kinar memegang perut, lantas kembali melanjutkan kata, "Kandunganku sudah berusia dua bulan, Arjun. Kalau kamu gak mau tanggung jawab dan memilih wanita lain, aku ikhlas. Aku akan jaga anak buah cinta kita. Akan aku besarkan dengan baik. Biar bagaimanapun, janin ini anak kita, buah cinta kasih kita."


Nadya meradang. "Arjun! Ini beneran kalau dia hamil anak kamu? Aku beneran gak nyangka kalau kamu—" Tak sanggup lagi melanjutkan lisan, wanita itu pun berlalu pergi membawa luka. Air matanya merembes. Ia berlari keluar dari restoran.


Sementara di dalam, Arjun tercengang, masih shock. Matanya menatap nyalang air mata buaya Kinar.


"K-kinar, k-kamu beneran hamil?" Pandangan Arjun tertuju pada perut Kinar yang sedikit membuncit, lalu sedetik kemudian suara gelak tawanya menggema. "Wah ... kamu emang bener-bener."


"Hm itu ... itu ...." Kinar gelagapan, sandiwaranya sukses mengusir Nadya. Namun, masalah baru sepertinya akan muncul beberapa detik lagi jika tidak cepat diklarifikasi.

__ADS_1


Akan tetapi, pria berpakaian formal itu tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Tawanya terdengar hambar bahkan terkesan menyedihkan. Tampak setitik air dipeluk mata. Ia tepis tangan Kinar lantas pergi. Pikirannya berkecamuk. Langkahnya begitu lebar meninggalkan wanita yang sudah mencuri hati dan juga perhatian selama ini.


"Arjun, tunggu!" teriak Kinar seraya mengejar.


Namun, Arjun tak menanggapi, ia tetap melangkah hingga masuk ke dalam gedung tempatnya bekerja.


Sial! lift tertutup. Arjun benar-benar ingin menghindari Kinar. Hatinya hancur sekarang. Beranggapan bahwa Kinar juga sama seperti Meli—tak setia.


"Arjun, tunggu sebentar! Kita harus bicara!" Teriakan Kinar menggema lagi, cepat-cepat ia menjauhi lift dan menuju tangga darurat.


Arjun berhenti melangkah karna Kinar telah memegang pergelangan tangannya. Wanita itu kini bahkan menghadang langkah Arjun dengan membentang kedua belah tangan dengan napas yang terputus-putus. Mereka berdua ada di tengah tangga dengan Kinar berada di satu tingkat darinya.


"Apa lagi maumu?" tanya Arjun ketus. "Aku bukan laki-laki bodoh yang mau nerima barang bekas."


Nyes! Rasanya dada Kinar serasa tertusuk belati, beruntung dia masih orisinil. Onderdil dalam tubuh masih tersegel.

__ADS_1


Kinar tersenyum, beranggapan bahwa pria yang ada dihadapannya kini tengah cemburu. Itu berarti harapan selama lima tahun belakangan menjadi kenyataan. Arjun ternyata juga mencintainya. "Arjun, kamu marah? Kamu cemburu?"


Arjun tak merespon. Wajah dan tubuh ditolehkan ke arah lain. Kedua belah tangan bahkan sudah menggenggam erat pegangan tangga yang terbuat dari stainless. Ia sungguh benci dengan situasi rumit yang tengah dihadapi. Satu sisi merindukan gadis itu, tapi sisi lain membenci kenyataan kalau Kinar hamil anak orang lain.


"Sebenarnya tadi cuma becanda. Aku gak suka liat kamu dengan wanita lain. Aku cemburu," jelas Kinar, jujur.


Memberanikan diri, wanita bergaun selutut itu kembali bergelayut manja. "Aku kangen, Jun. Aku kangen sama kamu."


"Kalau kangen kenapa gak pernah kasih kabar?" Arjun berdengkus, ia tepis lagi tangan Kinar. Meski drama hamil tadi sudah kelar, tapi tetap menyisakan kekesalan. Bagaimana bisa gadis itu mengabaikan perasaanya selama lima tahun belakangan ini?


***


Bersambung lagi. hehehe


jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


oiya, maaf beberapa part ini aku khususkan ke Arjun Kinar. Gapapa, 'kan?"


__ADS_2