
"Mau ngapain?" tanya Derry saat pintu tertutup. Ia heran melihat gelagat Anya yang grasak grusuk mengajaknya masuk ke kamar.
"Aku mau villa," sahut Anya seraya membalik diri. Ia punggungi Derry lantas kembali berkata, "Bisa turunin pengaitnya gak? Biar gampang. Aku gak punya waktu lagi. Pokoknya aku gak mau kalah dari Bang Dafin," lanjutnya lagi.
Meski tak paham perkataan Anya, Derry tetap melakukan apa yang diperintahkan. Ia tarik ritsleting gaun yang membalut tubuh Anya, sedetik kemudian matanya membulat. Kulit punggung yang begitu mulus dan putih memanjakannya. Mendadak sorot mata yang tadinya lelah sekarang sudah berkabut hasrat.
Tersenyum sedikit, Derry bernapas lega. Menghabiskan tiga tahun bersama bukanlah perkara mudah. Belum lagi godaan yang selalu ada di saat mereka bersama. Anya cantik, energik dan begitu tergila-gila padanya. Jika tidak benar-benar menjaga iman, sudah lama ia terkam gadis itu.
Dan sekarang setelah tiga tahun perpuasa tanpa berbuka akhirnya ia bisa melihat kulit Anya. Tak hanya melihat, ia siap melakukan apa saja. Sorot matanya bak singa kelaparan yang tidak makan selama tiga tahun. Bagaimana bisa makan, wong puasa.
"Lah, kenapa berenti, cepetan." Anya mendesak. Kesal pada Derry karena menarik ritsleting saja memerlukan waktu lama.
"Iya, bawel banget, sih. Sabar dong."
Sreet!
Menelan saliva, Dery lantas berdeham saat ritsleting itu sudah menyentuh ujung. Melihat punggung saja sudah membuatnya on. Ia tak sabar ingin menerkam dan merasakan hangatnya dua bakpau legit serta apam pinang berselai kacang milik Anya yang hangat. Ia ingin segera menuntaskan dahaga dan lapar
Sialnya dengan memikirkan malam pertama saja membuat Derry makin deg-degan. Di saat hendak memegang pundak Anya, suara dering telepon di sakunya mengangetkan. Kesal, Derry jawab juga panggilan telepon itu.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Anya seraya membalik diri. Ia tekan bagian dada karena gaun cantik panjang yang menghiasi tubuhnya hampir terlepas.
"Aku keluar sebentar. Mau ketemu papa," sahut Derry setelah menutup telepon. Dengan berat hati ia pun pergi meninggalkan Anya yang memasang wajah masam.
Sepuluh menit
Dua puluh menit.
Setengah jam pun berlalu sia-sia.
Anya yang sudah cantik dan siap melakukan ninu-ninu hanya bisa menunggu sampai bosan. Sesekali ia merapatkan telinga ke dinding kamar, bahkan dengan yakin menggunakan gelas untuk mencuri dengar apa yang dilakukan Dafin dan istrinya. Nihil, tak terdengar apa pun. Memikirkan itu Anya makin kesal.
"Jangan sampe kak Fia hamil duluan. Pokoknya harus aku. Bang Dafin kan duitnya udah banyak," gumam Anya. Ia lalu berdiri dan mondar-mandir di dekat jendela.
-
Jeng jeng jeng.
__ADS_1
Derry yang baru saja membuka pintu, tertegun dengan ekspresi ambigu.
"Kamu mau ngapain?" tanya Derry seraya membuka jas dan kemeja. "Lagi kebelet pipis apa gimana?" lanjut Dery lagi. Ia melirik Anya yang masih saja berdiri.
Anya tak menyahut. Ia yang kehilangan mood buat menghidupkan momen romantis langsung melewati Derry dan mengibas selimut. Kelopak bunga mawar merah yang awalnya berbentuk hati di atas ranjang sekarang sudah tergeletak di lantai dengan tidak beraturan.
"Aku mau tidur," rajuknya dengan memasang wajah masam, lantas masuk ke dalam selimut.
"Loh, kok tiduran? Gak jadi ke kamar mandi? Kalau mau ke kamar mandi, buruan sana. Aku mau mandi. Gerah ini," lanjut Derry lagi.
Anya makin kesal. Ia bergerak-gerak dalam selimut lalu menarik kain tebal itu hingga menutup kepala. Sungguh, ia kesal pada Derry yang tidak peka.
Sementara Derry yang sudah bertelanjang dada hanya tersenyum. Ia bukan tidak peka, hanya saja sengaja menggoda. Lekas ia masuk ke dalam kamar mandi dan mempersiapkan segalanya. Ini malam pertama. Di malam pertama ini Derry ingin memberikan kenangan indah yang tidak akan Anya lupakan.
Ranjang bergerak-gerak. Anya tahu kalau Derry sudah merebahkan diri di sebelahnya. Namun, rasa kesal bercampur malu membuatnya enggan bergerak apalagi membalik badan. Ia mematung sebelum akhirnya sentuhan di pinggang mengentak kesadaran.
"Jangan ngambek," bisik Derry setelah sukses merapatkan diri dibelakang punggung Anya.
__ADS_1
***
like komen dan vote jgn lupa