
Warning. Hot. Plis ini bukan area jomblo.
***
"Kalau begitu, ayo."
Arjun balik tubuh Kinar yang memunggunginya. Mata mereka bersitatap. Ia yang sudah dipenuhi hasrat tersenyum tulus lantas mendaratkan bibir ke dahi wanita itu. "I love you, Kinaryosih."
"Me too, Arjun."
"Aku sudah lama menunggu saat ini. Kau tau, setiap kali berdekatan sama kamu aku hampir kehilangan kendali. Aku benar-benar terhipnotis. Lamaran kamu lima tahun lalu sudah seperti mantra. Aku gak bisa lepas dari bayangan kamu. Sepertinya aku tersantet cintamu."
"Tersantet?" Kinar tertawa.
"Kenapa? Apa hanya kamu yang boleh nyeleneh?" lirih Arjun sensual. Ia belai rambut Kinar dan menyelipkan ke belakang telinga wanitanya itu. Mata masih fokus memindai seluruh area wajah. Sangat cantik dan menggemaskan menurutnya.
Kinar terdiam. Kini tangan sudah terkalung di leher Arjun. "Ya, aku memang sudah nyantet kamu dengan ajian paling kuat. Kamu gak bakal bisa hidup kalau gak ada aku. Karena dalam santetku itu ada mantra yang gak bakalan bisa kamu tangkis. Mau ke mana pun kamu pergi, kamu akan selalu ingat aku. Semakin kamu ingin lari semakin kamu gak bisa pergi."
__ADS_1
Arjun kembali menipiskan bibir, matanya masih mengunci pandangan Kinar. "Aku senang jadi korbanmu."
"Aku juga gak menyesal memilihmu," balas Kinar.
"Terima kasih banyak."
Hari ini pria berusia hampir 30 tahun itu tak henti tertawa dan tersenyum. Ia bahagia, ucap syukur selalu terpanjat kepada Tuhan karena telah menghadirkan Kinar di hidupnya yang sebatang kara.
"Aku sayang kamu, Kinar. Terima kasih kerena sudah menerimaku, mengejarku, mengisi hariku dengan rayuanmu yang receh itu. Kekonyolan kamu dan sikap menyebalkan kamu selalu aku rindukan. Semua yang ada di diri kamu sudah menjadi candu untukku. Kalau gak ketemu kamu aku pasti akan makin kesepian."
Kinar mengangguk. Ia daratkan kecupan di pipi kiri Arjun. "Mulai sekarang aku gak bakalan biarin kamu kesepian lagi. Aku akan terus mengganggumu dengan melahirkan anak-anak kita. Aku ingin punya banyak anak."
Cukup penderitaannya menahan rindu selama bertahun-tahun karena Kinar pergi tanpa memberi kabar. Belum lagi 2 bulan ini terasa sangat berat untuknya menahan diri.
Namun, hari ini semua telah usai, pengorbanan selama ini tak sia-sia. Kinar kini secara utuh telah menjadi miliknya. Sah. Tak hanya bibir, segala yang ada di tubuh Kinar adalah kepunyaannya. Jam dinding yang baru menunjukkan pukul sembilan tak jadi penghalang untuk mereka melakukan malam pertama yang sejujurnya kesiangan.
Kini Kinar sudah terlentang dengan napas memburu, dadanya naik turun menahan tabuhan gejolak birahi yang mengguncang akal sehat. Tak ada lagi rasa malu, sungkan atau apa pun, yang ada hanya keinginan untuk saling memberi kehangatan dan kepuasan.
__ADS_1
Satu fakta yang Kinar sadari. Ternyata Arjun pencium handal. Sampai-sampai ia kewalahan mengimbangi.
Tiba saatnya ke permainan inti. Arjun sudah berada di antara paha Kinar. Matanya yang teduh menatap sendu. Keduanya mengatur napas sambil bertatapan. Seolah lisan tak bekerja sekarang. Mereka saling menginginkan tanpa harus berkata.
Arjun mendorong. Kinar menjerit bersaman dengan darah yang mengucur dari pangkal paha. Mahkota suci yang mereka jaga telah pergi dengan semestinya.
"Maaf, Kinar," ucap Arjun singkat. Tak tega melihat air mata Kinar menetes karena ulahnya.
"Gak masalah, Jun. Ini hadiah dariku karena aku sangat mencintai kamu," balas Kinar dengan napas tersengal. Kening sedikit berlipat karena menahan sakit di bawah sana. Ia meringis kesakitan dan tersenyum bahagia di saat bersamaan.
"Ayo lanjutkan, Jun."
Kinar makin menggenggam erat ujung bantal saat Arjun kembali memacu. Pelan tapi pasti. Lama-lama vibra Arjun lumayan cepat. Kinar yang awalnya kesakitan mulai menikmati permainan. Ia mendesah makin sering. Di saat gelombang itu datang keduanya sama-sama mengerang, mengejang dengan mata terpejam.
Mengecup kening Kinar yang berkeringat, Arjun pun berucap, "Terima kasih karena sudah memberiku hadiah yang berharga ini."
"Terima kasih juga karena memberiku pengalaman pertama ini."
__ADS_1
***
Maafken. part hareudang ya udah aku edit. wkwkw.