Istri Barbar Kesayangan CEO

Istri Barbar Kesayangan CEO
Cmimiw


__ADS_3

Arjun menggeleng, senyumnya makin merekah. Begitu menggoda iman hingga tanpa sadar membangunkan singa betina yang lapar akan cinta dalam diri Kinar.


"Aku sayang kamu, Arjun," ucap Kinar histeris dengan kuda-kuda ingin menerkam bibir Arjun yang menggoda. Hasratnya tak bisa ditahan hingga berani mengambil langkah pertama. Ia dekatkan wajah dengan cepat, ingin sekali melahap bibir pria yang berbelit dengan perasaan sendiri. Pria yang membuatnya harus tetap semangat 45 dan berjuang penuh darah padahal bukan pahlawan kemerdekaan.


Namun, Arjun yang mengerti gelagat mesum Kinar langsung menutup mulut dengan punggung tangan. Matanya melotot dengan bola mata yang bergerak liar.


"Kamu mau ngapain?" tanya Arjun.


Kinar yang kepalang tanggung pun mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke telapak tangan Arjun. Tanpa malu, tanpa rasa bersalah juga, ia tumpahkan kebahagiaan dengan menciumi telapak tangan pria itu. "Aku seneng, aku seneng," balas Kinar lantas memeluk erat tubuh Arjun.


Sementara Arjun, hanya bisa tersenyum gemas. Ia belai rambut hitam panjang Kinar lantas melepaskan pelukan wanita itu.


"Kenapa?" tanya Kinar.


"Ayo ikut aku." Arjun tarik tangan Kinar. Keduanya tergesa-gesa melewati karyawan lain menuju lantai dasar gedung. Di sana mereka bertemu Litania yang tengah menggandeng Dafan dan Dafin.


"Kinar! Arjun! Kalian mau ke mana?" seru Litania, bingung. Padahal beberapa saat sebelumnya pikiran dipenuhi dengan kelakuan absurd Kinar. Bayangan kalau sahabatnya itu akan berulah mendadak luntur, kini ia hanya melongo melihat kedua punggung sejoli itu menjauh.


"Bunda Bunda, perempuan cantik yang pegangan dengan Om Arjun siapa?" tanya Dafan dengan wajah mendongak.


"Apa itu Tante Kinar yang tadi gagal kita jemput?" timpal Dafin dengan wajah yang juga menengadah. Menatap Litania dengan keheranan.

__ADS_1


"Iya, itu temen Bunda, namanya Tante Kinar. Kenapa?" tanya Litania, bergantian menatap wajah bingung sang buah hati.


Twin D tersenyum ambigu. Keduanya lantas memeluk pinggang sang bunda, mesra. "Tante Kinar cantik. Lebih cantik dari Bunda," ucap kembar tampan itu serentak.


"Dasar bocah. Masih kecil aja udah tau apa itu cantik. Kalian mau gak Bunda kasih jajan sebulan? Gak bunda kasih mainan? Mau kayak begitu?"


Sontak kedua putranya menggeleng dengan cepat. "Gak mau, Bunda."


"Nah kalau gitu, siap wanita paling cantik?" tanya Litania dengan senyum smirk.


"Tentu aja Bunda," jawab Dafan dan Dafin secara bersamaan. Lebih tepatnya terpaksa berbohong demi mainan.


"Mau ngapain, Bun?" tanya Dafin.


Mau ngasih pelajaran sama pemilik gen ganjen, batin Litania dongkol.


Sementara itu, Kinar dan Arjun sudah berada di parkiran gedung.


"Ini pakailah." Arjun sodorkan helm ke Kinar. "Kamu gak masalah kan kita pergi pake motor?" lanjut Arjun seraya menepuk motor sport R15 miliknya.


Kinar melongo, masih bingung hingga Arjun yang memasangkan pengaman kepala itu secara langsung lantas memegang erat pundaknya. "Kamu gak malu, 'kan?"

__ADS_1


"Tentu aja enggak. Itung-itung latihan. Lagian imam itu posisinya di depan bukan bersebelahan," balas Kinar dengan cengiran yang khas. "Tapi kita mau ke mana?"


"Kita ketemu ayah kamu. Orang tuamu ada di Jakarta, 'kan?"


Oh my God! Senyum Kinar makin lebar, hatinya makin meleleh karena keputusan berani Arjun. "I-ini beneran?"


Arjun mengangguk. "Iya, jadi ayo cepetan naik. Kita minta restu orang tua kamu."


"Secepat inikah?" tanya Kinar yang masih tak percaya.


"Iya, aku sudah mapan. Aku yakin bisa bahagiain kamu tanpa campur tangan orang tuamu."


"Tapi ...." Kinar tarik lepas tangan Arjun dari pundak. Wajahnya tampak gelisah.


"Kenapa?" tanya Arjun, "kamu gak seneng?"


"Bukan gitu, Jun." Kinar buka helm lantas menyerahkannya ke tangan Arjun. "Aku mau ke toilet sebentar. Perut aku kembung karna tadi minum dua botol air mineral."


Kinar langsung berlari meninggalkan Arjun, rasanya sudah ke ubun-ubun. Sementara Arjun, melongo, tapi sedetik kemudian senyumnya yang kaku kembali terbit. "Pantesan perut kamu buncit, minum sampe dua botol gitu. Dasar aneh," gumamnya seraya menggelengkan kepala.


Holla, jangan lupa like sama komen dan vote ya. Bantu pop aku biar bisa tembus 1 m. Hehehe.

__ADS_1


__ADS_2