
"Jujur sama aku. Kamu ... kamu main gila sama perempuan lain, 'kan?" hardik Litania dengan kepalan tinju yang sudah sempurna.
Gila, pikiran dari mana itu? Batin Chandra. Mendekati Litania yang berdiri tiga langkah darinya, Chandra pun mencoba meluruskan kesalahpahaman yang ada. "Aku gak pernah selingkuh, Litan."
"Bohong!"
Mata Litania melotot saat mengucapkan itu. Satu kata mewakili kebencian hati. Tak bisa dipercaya, bisa-bisanya Chandra selingkuh saat ia telah memberikan segalanya. Cinta dan masa muda yang berharga.
Menepis tangan Chandra yang menyentuh pundaknya, Litania lantas melemparkan kemeja yang ada di tangan. "Itu bukti kalau kamu ganti baju."
"Bukti? Bukti apa, sih, Sayang? Kalau ngomong yang bener. Aku salah apa? Itu 'kan baju yang biasa aku pake," kilah Chandra lagi, sok tenang. Padahal dalam dada sudah bertalu bak genderang perang. Tangan bahkan sudah mengeluarkan peluh. Namun, jangan sampai Litania mengetahui kebenaran yang ada.
Litania berdecak. Air matanya meluruh juga. Sakit hati melihat Chandra yang memasang tampang tak berdosa, terlebih lagi tak mengakui kesalahan. Ia tolehkan muka yang telah bergelimang air mata ke arah lain lantas menghapusnya.
__ADS_1
"Sayang, aku gak selingkuh," ucap Chandra lirih. Perasaanya makin tak tenang saat air mata Litania meluruh. "Ini semua salah paham, Litan. Aku sayang sama kamu. Kamu udah ngasih aku anak dan kebahagiaan, aku bahagia dengan keluarga kecil kita. Jadi untuk apa aku selingkuh?'
Namun, perasaan Litania yang sudah bercampur aduk membuatnya malas untuk mendengar penjelasan apa pun, bahkan menatap suaminya saja, enggan. Ia berjalan gontai menuju lemari dan mengeluarkan koper.
Sementara Chandra yang tahu gelagat Litania langsung mencegah dengan mencekal lengan wanita berpiyama wajah idol itu. "Sayang, dengerin aku dulu. Aku beneran gak selingkuh. Lagian kenapa bisa kamu bilang begitu. Mana buktinya. Bajuku aja bersih begini. Gak ada noda lipstik atau apa pun."
"Justru dari itu." Litania menjeda kata. Matanya menatap nanar manik netra teduh Chandra. "Kamu pikir siapa yang kamu coba bo'ongin. Aku itu tau kondisi semua kemeja kamu. Dan ini." Litania kembali mengambil kemeja yang Chandra pegang lantas melemparkannya lagi. "Ini tu baju baru. Aku tau bentuk kemeja kamu. Kancing cadangannya cuma tinggal satu. Dan di situ semuanya masih lengkap."
Degh!
"Aku gak nyangka kamu setega ini. Apa salahku? Aku tu udah berusaha keras untuk berubah. Aku kira kita bakalan bahagia sampe tua. Aku kira cinta kamu kokoh kek tugu Monas. Tapi ...."
Litania sesenggukan dengan sesekali membuang ingus. "Aku gak nyangka cinta kamu tipis banget kek daun bawang. Aku kira dengan hadirnya anak-anak di antara kita, kamu bakalan seneng dan cinta terus sama aku. Tapi apa ini? Kamu main gila sama perempuan lain. Apa salahku, apa kurangku?" tanya Litania yang kembali mendramatisir.
__ADS_1
"Kalau wanita itu bisa kasih kamu sesuatu yang gak bisa aku punya, aku gapapa jadi janda. Anak-anak sama aku. Nanti kalau kamu mau ketemu mereka, aku welcome. Aku gak mau ngemis-ngemis hati orang yang jelas-jelas udah lari. Kalau kamu sudah nyaman dengan dia. Aku mundur. Moga kalian bahagia. Dan aku, aku juga akan bahagia dengan anak-anak."
Sial, ocehan Litania membuat Chandra makin kalang kabut. Benar-benar tak menyangka akibat pergi ke kelab ia harus menduda dan ditinggal anak.
Gak, itu gak boleh terjadi. Chandra membatin. Ia tarik lagi lengan Litania yang tengah menata pakaian ke dalam koper. Istrinya itu masih sesenggukan. "Litan, aku gak selingkuh. Ini memang baju baru. Tapi bukan karna aku selingkuh."
"Ha!" Litania langsung menghentikan kegiatan. Kini ia tatap lekat wajah gelisah Chandra. Menunggu ucapan selanjutnya dengan perasaan tenang plus penuh pertanyaan.
Kalau gak selingkuh lalu apa? Namun, belum dapat melisankan isi kepala, Chandra telah memeluknya erat.
"Sayang, maaf. Aku beneran setia. Aku sayang sama kamu dan anak-anak. Kalianlah penyemangatku, jadi untuk apa aku selingkuh? Kemejaku baru karana aku ganti. Aku ke kelab tadi."
"Apa? Jadi selama ini kamu masih minum alkohol tanpa sepengetahuanku?
__ADS_1
**