
Beberapa hari kemudian
Lin Qiaofeng atau Zhou Beishang, sudah sampai di kediaman Bei Wang dengan pakaian serba hitam dan berjalan dengan santai di pekarangan kediaman Bei Wang.
Tatapan nya tertuju pada suatu tempat dan untuk sejenak merasa membeku, seluruh tempat penuh dengan kegelapan.
Tapi, salah satu halaman dipenuhi dengan bunga Jin Zhan Hua yang berwarna oranye cerah layaknya sinar matahari yang menerangi kegelapan.
Itu adalah halaman nya dulu ketika masih menjadi Bei Wangfei, dia terdiam untuk sejenak dan tidak bisa mengatakan apapun.
Bahkan lidahnya terasa seperti diikat dan tidak bisa bergerak, mulutnya berubah menjadi pahit dan bibirnya menjadi kering.
Pikiran nya berubah menjadi rumit dan tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Bei Zhao. Dia pikir, halaman kediaman nya pasti sudah di hancurkan dari hari sejak dia pergi.
Tidak menyangka bahwa itu masih ada, bukan hanya masih ada itu bahkan di isolasi agar tidak terdistorsi oleh kegelapan yang ada di luar.
Tempat itu di lindungi, layaknya permata yang berharga. Dirawat dengan kehati hatian dan penuh kasih sayang.
Itu bisa dilihat dari rumput yang hanya setinggi mata kaki dan tidak lebih sejak dia pergi, jika itu tidak dipotong secara rajin dan terus menerus.
Maka seluruh halaman itu akan ditutupi oleh oleh rumput liar, lalu rumah bagian luar juga jika tidak di bersihkan maka debu akan menumpuk dengan liar.
Tapi, tidak hanya tidak ada debu yang menempel, itu bahkan terlihat lebih cerah daripada sebelumnya, tampak seperti sedang di tinggali oleh seseorang.
"Qiaofeng. " Panggil suara berat di belakangnya.
"Bei Wang. " Balasnya dengan sopan.
"Ayo ikut aku. " Ucap Bei Zhao dari belakang dan mengajaknya untuk masuk kedalam kediaman nya yang lama.
Dia merasa sangat akrab dengan tempat yang telah di tinggali olehnya selama setahun penuh ini tapi juga merasa asing.
Dia merasa bingung dengan perasaan nya sendiri dan merasa sesak oleh perasaan nya yang tidak jelas.
__ADS_1
Dia duduk di depan Bei Wang dan menuangkan teh untuk pria yang lebih tua darinya itu. Ini hanya bentuk kesopanan, bukan sebagai bentuk suami istri.
"Jadi, apa yang ingin dikatakan oleh Bei Wang padaku ?" Tanyanya dengan santai.
"Apakah yang kau katakan pada saat di kedai itu benar ?" Tanya Bei Zhao dengan ragu ragu.
Dia terdiam sejenak dan memikirkan kata katanya di kedai, bagaimana dia menceritakan betapa sulitnya kehidupan saat menjadi Bei Wangfei.
Dia mau tidak mau merasa malu dan tidak nyaman, dia sendiri tidak menyangka bahwa penyamaran nya akan dengan sangat cepat terbuka.
"Tidak, tentu saja tidak. Itu hanya kata kata kosong yang keluar dari mulutku, bagaimanapun itu hanya upaya dalam mengelabui anda. Tidak menyangka bahwa Bei Wang sangat cerdas untuk langsung bisa menemukan penyamaran ku. " Ucapnya dengan senyum percaya diri, seolah olah semua yang dia katakan adalah kenyataan tanpa kebohongan.
"Beishang, tidak bisakah kau berbicara dengan jujur padaku ?"Tanya Bei Zhao dengan permohonan.
Dia tersenyum dan tidak langsung menjawab, meskipun wajahnya tersenyum tapi dia sebenarnya merasa tegang.
Dia tidak menyangka bahwa Bei Zhao bisa melihat bahwa dia sebenarnya berbohong, apakah kemampuan berbohong nya berkurang jauh ?
Atau Bei Zhao yang memiliki kemampuan menganalisis jauh lebih tinggi di bandingkan beberapa orang biasa.
"Itu memang tidak memiliki manfaat untukmu, tapi aku sudah melihat bahwa kamu telah berulang kali membohongi ku. " Ucap Bei Zhao dengan keras kepala.
"Kapan aku pernah membohongi Bei Wang ?" Tanya nya ikut putus asa.
"Kapan kamu pernah jujur padaku ?" Tanya Bei Zhao dengan ratapan.
Dia tenggelam kedalam hatinya dan merasa bahwa seluruh tubuhnya mendingin setelah mendengar kata kata ini, dia tertawa kecil dengan paksa.
"Aku selalu menjadi orang yang jujur, jika Bei Wang tidak memiliki hal lain untuk di katakan maka aku akan pergi. " Ucapnya dengan tidak tahan lagi.
"Tunggu, aku ingin meminta maaf. " Ucap Bei Zhao.
Dia menghentikan langkah nya dan berbalik badan, dia menatap Bei Zhao dengan tatapan yang dalam dan rumit.
__ADS_1
"Zhou Beishang ataupun Lin Qiaofeng, aku meminta maaf atas kelakuan ku di masa lalu. Mungkin minta maaf tidak cukup untuk menebusnya, hanya saja jika tidak dikatakan maka aku tidak akan merasa lega. " Ucap Bei Zhao dengan serius.
Senyum sepenuhnya hilang di wajahnya, dia merasa tubuhnya menjadi berat dan kaku.
"Apa yang diinginkan Bei Wang sebenarnya ? Apa kesalahan Bei Wang sampai sampai ingin meminta maaf padaku ? Bei Wang sudah akan menikah dengan kakakku, tidakkah tindakan mu saat ini menyimpang dari hal yang seharusnya ?" Tanya nya dengan sedikit gemetar karena marah.
"Aku ingin meminta maaf, sebenarnya aku me-" Ucapan Bei Wang terputus kala Wen Yao masuk dengan wajah panik.
"Tuan ! Rombongan kita yang berada di perbatasan telah dibakar oleh sekelompok perampok !" Ucap Wen Yao.
"Apa ?!" Bei Zhao berdiri dengan khawatir dan marah ketika mendengar kabar yang dikatakan oleh Wen Yao.
Sementara dia sendiri langsung berdiri setelah mendengar hal tersebut, ini adalah hal yang tidak biasa.
Orang yang biasanya mengawal barang barang perdagangan milik kediaman Bei Wang pastilah bukan orang biasa.
Tapi, ini semuanya dibakar, siapa yang bisa melakukan itu ? Dia merasa curiga pada setiap orang, tidak terkecuali Lin Yue.
Tapi, dia segera mengenyahkan pikiran tersebut. Ini adalah barang dagangan kerja sama antara Lin Yue dan Bei Zhao.
Tidak mungkin Lin Yue melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri semacam ini, ini agak aneh. Hal yang lebih mungkin adalah ada saingan Bei Zhao yang tidak senang dan mengambil langkah penyerangan ini.
"Apakah ada petunjuk lain?" Tanya nya pada Wen Yao.
"Siapa ini ?" Wen Yao tampak agak bingung dan ragu ragu dengan nya.
"Aku adalah Lin Qiaofeng, teman Bei Wang. " Ucapnya dengan cepat, dia tidak akan mengurusi hal hal kecil di saat saat mendesak semacam ini.
"Dikatakan bahwa ada lebih dari 10 orang yang menyergap, tidak ada yang tahu seperti apa rupa mereka dengan jelas karena mereka menggunakan pakaian serba hitam. " Ucap Wen Yao.
"Siapa yang memberimu informasi ini ? Semua orang seharusnya sudah mati bukan kalau mendengar kata katamu sebelumnya ?" Tanya nya sambil mengerutkan dahi.
"Ya, tidak menyisakan satu orangpun. Aku berinisiatif untukencari di desa terdekat dan dua desa dari empat desa mengaku memang pernah melihat sekelompok orang yang mencurigakan. " Ucap Wen Yao.
__ADS_1
Dia mengangguk , sekumpulan orang pastinya tidak bisa bersembunyi dengan sangat mudah layaknya asap.
Sepertinya ini akan menjadi hal yang panjang, Bei Wang sendiri memiliki banyak pemikiran dalam hatinya.