Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
249. Sakit


__ADS_3

Murong Yan terus duduk di pinggir kolam ikan dan terus berbicara pada dirinya sendiri dengan penyesalan yang mendalam.


Orang orang yang lewat atau penjaga pintu masuk rumah sakit tampak menatap Murong Yan yang terus menerus mengoceh sendiri dengan tatapan aneh dan takut.


Tapi, Murong Yan tidak peduli dengan semua pandangan orang orang ini dan terus sibuk dengan kegiatannya.


Murong Yan merasa bahwa dengan mengungkap kan apa yang dia rasakan, itu membantunya bernafas lebih lega.


"Aku berharap bahwa aku tidak di lahirkan, dengan begini semua bencana tidak akan ada dan dia tidak akan menderita seperti ini. " Ucap Murong Yan dengan sedih lalu menatap ke langit.


Sampai akhirnya seorang wanita yang tampak terburu buru ingin masuk ke dalam Rumah Sakit tampak terkejut dengan anak anak yang duduk sendirian ditepi kolam.


"Adik kecil, apa yang sedang kamu lakukan disini sendirian ? Dimana kedua orang tuamu ?" Tanya wanita itu dan berjongkok di depan Murong Yan.


Murong Yan menoleh dan melihat sebuah wajah yang sudah lama tidak di lihat olehnya lalu menghela nafas, itu adalah Lan Xiang.


"Lan Xiang, Beishang sedang dirawat. " Ucap Murong Yan.


Lan Xiang yang mendengar kata kata Murong Yan tampak terkejut, bagaimana anak anak ini bisa tahu namanya dan tahu Beishang ?


"Siapa kamu ?" Tanya Lan Xiang dengan waspada.


"Roh Racun Gu, Murong Yan. " Ucap Murong Yan dengan tidak niat.


Lan Xiang tampak terkejut setelah mendengar nama ini dan tampak tersambar oleh petir, kenangan dari masa lalu kembali memenuhi kepala Lan Xiang dan menolak untuk melepaskannya.


"Kamu benar benar Roh Racun Gu ? Apa yang terjadi pada Beishang ?" Tanya Lan Xiang dengan khawatir.


"Dia telah menanggung banyak hal, aku akan menceritakannya padamu, duduklah terlebih dahulu. " Ucap Murong Yan menunjuk tempat duduk di sebelahnya.


Murong Yang menceritakan semua yang terjadi pada Lan Xiang dan Lan Xiang mendengarkan semuanya tanpa menyela sedikitpun, hanya saja seiring berjalannya waktu, wajah Lan Xiang berubah menjadi semakin muram dan semakin sedih.


"Dari apa yang kamu ceritakan, itu memang apa yang akan dilakukan oleh Beishang. Dia suka berkorban untuk orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri. Ini pasti berat untuk Tuan Bei juga. " Ucap Lan Xiang dengan helaan nafas.


"Bei Zhao ingin marah padamu tapi tidak bisa melakukannya karena bisa dianggap, kamu adalah salah satu penyebab bagaimana penyakitnya bisa sembuh di kehidupan lalu. Tapi, di satu sisi dia juga kesal bagaimana Beishang bisa mengambil keputusan ini bahkan tanpa mempertimbangkannya sama sekali. Jika aku menjadi dirinya, maka aku benar benar tidak tahu harus mengatakan apa. " Ucap Lan Xiang lagi dengan sedih.


Semua orang bisa tahu, bahkan jika Lin Beishang adalah yang menyedihkan, masih ada Bei Zhao yang merasa sakit.


Benar kata Lan Xiang, kondisi Bei Zhao tidak terlalu baik tapi dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan perasaan nya sendiri dan hanya bisa khawatir tentang Lin Beishang sepanjang waktu.


"Aku tahu hal itu dan aku merasa tidak layak untuk muncul di hadapannya lagi. " Ucap Murong Yan dengan sedih.


"Ini bukan salahmu juga, ini adalah Takdir yang mempermainkan kita semua. Langit pasti tahu bahwa Lin Beishang tidak akan bisa melepaskan sahabatnya dalam keadaan sulit, tapi Langit menempatkan mu dalam kondisi yang sulit seperti ini. Kita semua hanyalah korban disini, huft. " Ucap Lan Xiang.


Lan Xiang memandangi langit dengan kesedihan, semua orang tidak layak untuk menanggung berbagai macam kesedihan ini.


Kesedihan ini mungkin saja akan bisa membuat seseorang runtuh, jika memang cobaan ini diperuntukkan untuk membuat seseorang runtuh.


Maka tujuannya pastilah Lin Beishang, hanya saja Lin Beishang seperti kerak yang tidak ingin melepaskan bahkan setelah disikat dengan sangat kuat sampai sampai orang yang ingin menyingkirkannya menyerah.


"Aku benar benar tidak ingin semua ini terjadi, tapi aku tidak bisa memutar balik waktu. Jika aku tahu, maka aku akan pergi lebih jauh, dimana dia tidak bisa menemukanku. Aku benar benar tidak bisa melihatnya dalam kondisi ini. " Ucap Murong Yan.


Murong Yan dan Lan Xiang, masing masing menghela nafas dengan berat semua orang memandangi mereka dengan aneh.

__ADS_1


Satu orang anak anak berumur 5 atau 6 tahun dengan seorang gadis muda dengan rambut yang dikepang dua.


Orang orang membicarakan tentang betapa mudanya umur Lan Xiang untuk memiliki seorang putra seumuran itu.


Sampai akhirnya seorang wanita paruh baya mendekati Lan Xiang dengan ekspresi prihatin yang membuat Lan Xiang dan Murong Yan bingung.


"Anak muda kamu pasti menderita untuk memiliki seorang putra di umur yang sangat muda, bukan ? Lebih baik jika kamu tidak melakukan sesuatu pada pacar yang tidak bertanggung jawab !" Ucap wanita tua itu sambil menghela nafas lalu berjalan pergi.


Lan Xiang menatap dengan mata yang membulat lalu memandang Murong Yan dan Wanita tua itu bolak balik.


"Aku memiliki putra seumuran denganmu ? Aku pikir dunia ini telah gila, aku baru saja berumur 17 tahun. Aku baru saja berulang tahun minggu lalu, bagaimana mungkin mereka menganggapku telah memiliki Putra seumuran 5 atau 6 tahun ?" Umpat Lan Xiang dengan murka.


"Aku benar benar tidak mengerti dengan pola pikir orang orang ini. " Keluh Murong Yan.


"Sama denganmu ! Aku juga tidak mengerti ! Aku pikir mereka semua sudah gila ! Apakah mereka berpikir aku hamil ketika berumur 10 atau 11 tahun ?" Tanya Lan Xiang tidak habis pikir.


Lan Xiang menggeleng geleng kan kepalanya dengan murka, ini masihlah Lan Xiang yang emosional.


Mudah marah, mudah senang , dan mudah sedih, jadi ketika dipancing seperti ini telah menyulut seluruh api amarah yang dimiliki olehnya.


Sayangnya, kemarahan ini tidak bisa di biarkan keluar atau semua orang akan memandang mereka dengan aneh dan yang kena akibatnya adalah Lin Beishang lagi.


Bagaimanapun, saat ini, hubungan Lin Beishang dan Bei Zhao sedang menjadi buah bibir semua orang. Lan Xiang baru saja akan mengoceh lagi sebelum akhirnya melihat seorang pria yang sedang membawa wanita berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


"Ikuti dia !" Ucap Lan Xiang dengan kesal dan kemarahan tampak di matanya yang selalu berapi api.


Itu adalah Yang Xin yang sedang merangkul pinggang seorang gadis cantik dengan rambut yang bergelombang.


"Apakah itu adalah kekasih mu ?" Tanya Murong Yan berbisik pada Lan Xiang.


"Lalu, apakah dia cinta mu ? Kamu cinta bertepuk sebelah tangan ?" Tanya Murong Yan yang tidak bisa menilai keadaan yang sudah memanas dan wajah Lan Xiang yang sudah berubah seperti ingin memakan orang hidup hidup.


"Dia adalah tunangan ku saat ini !" Balas Lan Xiang dengan geram.


Mendengar jawaban dari Lan Xiang membuat Murong Yan mengerti dan akhirnya mengikuti Yang Xin dengan kekasih kecilnya yang pergi diam diam ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Lan Xiang.


Lan Xiang melihat Yang Xin yang membawa kekasih kecilnya ke dalam ruangan Dokter kandungan dengan tatapan yang terluka dan menghela nafas panjang.


Lan Xiang memandang ke arah Yang Xin dan kekasih kecilnya menghilang di balik pintu, tubuh Lan Xiang merosot ke atas tempat duduk besi dan tampak seperti busa yang tidak memiliki penyangga.


Kejadian seperti ini, mungkin saja akan terulang lagi di masa depan, sepertinya dia harus segera menghapuskan hubungan mereka.


Perlakuan yang diberikan oleh Yang Xin padanya sangat baik dalam kehidupan lalu maupun dalam kehidupan ini, tapi pada akhirnya Yang Xin masih mengkhianatinya.


Diam diam berhubungan dengan wanita lain bahkan tanpa sepengetahuan nya, jika menurut apa yang dikatakan oleh Yang Xin padanya, maka seharusnya akan pria itu akan berada di luar kota hari ini.


Tapi, pada kenyataan nya, ini bukan di luar kota, melainkan di dalam rumah sakit dan bersama dengan orang ya dicintai olehnya.


Lan Xiang merasa di khianati dan mengerti bahwa tidak ada yang sama dalam dua kehidupan, jika tidak maka apa lagi tantangan yang ada di dalam hidup ini.


Mungkin, dalam kehidupan ini dia telah terlalu bergantung pada ingatan yang masih ada dalam pikirannya.


Dulu, Lan Xiang menganggap kenangan ini sebagai berkah yang diberikan oleh Langit padanya supaya dia bisa mencari semua orang terdekatnya termasuk Yang Xin lebih cepat daripada yang di jadwalkan.

__ADS_1


Tapi, siapa yang menyangka bahwa ini akan menjadi kutukan padanya ? Kenangan masa lalu itu terputar di otaknya layaknya kaset rusak yang terus mengulangi adegan yang sama.


Lan Xiang bahkan merasa lebih sakit lagi setelah melihat ini semua, dimana dia merasa sangat dekat dengan Yang Xin tapi tidak bisa meraih pria itu.


"Ayo pergi. " Ucap Lan Xiang memaksakan diri untuk tetap tersenyum.


"Apa kamu tidak ingin menunggu lagi dan melihat ? Mungkin saja ini adalah kesalah pahaman ? Ayo tunggu dan lihat hasilnya. " Ucap Murong Yan.


Setelah mendengar kata kata Murong Yan membuat Lan Xiang kembali berpikir sejenak dan mengambil dari sikap Lin Beishang.


Tidak peduli seburuk apa keadaan nya maka harus tetap tenang agar kemarahan tidak mengendalikan diri kita dan membuat kita mengambil langkah yang salah.


Itu mudah untuk dikatakan dan di dengar tapi sulit untuk di lakukan, di seluruh dunia ini, mungkin hanya Lin Beishang dan Bei Zhao yang bisa melakukan itu dengan sangat baik.


Menahan diri sampai ke titik yang mengerikan, setelah mengambil beberapa tarikan nafas yang panjang, akhirnya Lan Xiang berhasil untuk menenangkan dirinya sendiri.


Lalu kembali duduk, menyadari bahwa tempat dia duduk ini agak berkelok jadi tidak akan terlihat oleh Yang Xin, jadi tidak masalah untuk duduk disini.


Lan Xiang menunggu dengan cemas dan berharap bahwa dugaan nya salah, seperti yang dikatakan oleh Murong Yan tadi, tapi pada akhirnya apa yang dia takutkan masih saja terjadi dan menjadi kenyataan.


Bahkan menjadi mimpi buruk baginya, pasangan Yang Xin dan kekasih kecilnya keluar dari ruangan Dokter dengan senyum bahagia.


Yang Xi merangkul tubuh kekasih kecilnya dan meraba perut kekasih kecilnya dengan senyum bahagia yang tidak pernah Lin Beishang lihat dalam kehidupan sebelumnya.


"Aku tidak menyangka bahwa kandungan mu telah menginjak usia 8 minggu. " Ucap Yang Xin dengan raut wajah bahagia.


"Sayang, kapan kamu akan membawaku menemui keluarga mu ? Kapan kamu akan memutuskan hubungan mu dengan di wanita murahan itu ?" Tanya kekasih kecil Yang Xin dengan cemberut.


Mendengar ini tidak hanya membuat Lan Xiang marah bahwa membuat Murong Yan menjadi ikut marah.


"Apakah kamu sangat membencinya ?" Tanya Murong Yan dengan suara rendah yang berbahaya.


"Kenapa kamu menanyakan ini ? " Tanya Lan Xiang dengan curiga.


"Jika kamu benar benar membencinya maka kamu bisa memanfaat kan ku, dengan racun Gu. Maka tidak hanya bayinya akan meninggal, melainkan dia juga akan meninggal. " Ucap Murong Yan dengan serius dan bersiap siap untuk mmelepaskan sarung tangannya.


"Tunggu sebentar ! Kamu tidak bisa melakukan ini ! Dia bahagia dengan kekasih kecilnya maka aku tidak akan menganggu, tidak perlu melakukan tindakan kekerasan dan pemaksaan seperti ini, aku tidak menyukai nya. " Ucap Lan Xiang dengan mata yang memerah.


"Tapi, dia telah mengatai mu sebagai wanita murahan. " Ucap Murong Yan dengan geram.


"Tidak peduli dengan apa yang dikatakan olehnya, jangan membuatnya tampak seperti itu adalah kenyataan nya. Aku bukan wanita murahan atau wanita perebut, aku memiliki harga diriku sendiri. Karena Yang Xi menyukai wanita itu maka aku akan melepaskan nya, aku tidak akan mengemis pada seseorang karena cinta. " Ucap Lan Xiang dengan tatapan yang tajam dan penuh tekad.


"Aku bisa memohon kepada siapapun untuk belas kasihan tapi aku tidak akan memohon untuk cinta, aku masih memiliki harga diri. " Ucap Lan Xiang sambil menggeleng dengan keras.


Murong Yan yang melihat ini menghela nafas lalu memeluk Lan Xiang seolah olah berusaha untuk menghibur dan memberikan kekuatan tambahan pada Lan Xiang.


"Aku, tidak akan memohon. Aku tidak akan memohon pada siapapun !" Ucap Lan Xiang dengan penuh kebencian.


Melihat kondisi Lan Xiang saat ini bahkan membuat Murong Yan menjadi lebih sedih, saat ini walaupun Murong Yan bukan manusia. Tapi, emosi yang dimiliki oleh nya tidak kalah kompleks dari milik manusia.


Murong Yan merasa tidak tega melihat kesakitan yang dimiliki oleh Lan Xiang, ini bahkan menjadi lebih tidak mudah setelah mendengar Lin Beishang sakit.


Melihat sahabat yang paling dekat terluka parah dan berada di ambang kematian dan melihat tunangan yang kembali dengan kekasih kecilnya pasti tidak mudah bagi Lan Xiang, tidak hanya bagi Lan Xiang melainkan bagi semua orang yang telah mengalami hal ini.

__ADS_1


"Aku benar benar harus menikahi wanita itu, setelah aku menikah dengannya maka aku akan membuat perceraian setelah menikah 3 bulan. Pada saat itu, aku akan menikahimu dan bisnis milik ayahku akan berada di dalam kendali ku. Pada saat itu, Ayah tidak akan bisa menggunakan kekuasaannya untuk mengancamku. Pada saat itu, tidak akan ada yang bisa memisahkan aku dan kamu lagi. " Ucap Yang Xin sambil memegang tangan kekasih kecilnya dan memasang wajah memohon.


__ADS_2