Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
120. Ekor Yang Xin


__ADS_3

Lin Qiaofeng dengan tenang menaiki kuda dan meninggalkan lembah tempat Paviliun Qiao Yao, bersiap untuk melakukan perjalanan menuju Chang'an hanya dengan satu pedang dan seekor kuda yang menemani.


Lin Qiaofeng sekali lagi menoleh ke belakang hanya untuk melihat Paviliun Qiao Yao yang mengecil, lalu tersenyum pahit.


"Kamu tentu saja akan kembali kesini di masa depan, tapi kenapa rasanya sangat berat untuk pergi ?" Tanya nya dengan senyum pahit.


Dia tidak berani menoleh sekali lagi seolah olah takut bahwa jika dia menoleh sekali lagi maka dia tidak akan bisa pergi dan berlari kembali.


Pengaruh yang dimiliki oleh 'orang itu' sangat besar bagi Lin Qiaofeng, hanya bertemu sekali dan Lin Qiaofeng merasa berat untuk meninggalkan 'orang itu'.


"Tidak ada gunanya menyesali hal ini, aku harap pilihanku tidak salah. Mari jalani kehidupan yang tenang di masa depan. " Gumam nya sambil menghibur diri sendiri.


Lin Qiaofeng memacu kudanya dengan sangat berani dan melintasi hutan sepi yang penuh dengan kesepian. Bahkan, tidak ada suara burung berkicau atau suara hewan lain, seolah olah itu benar benar kosong.


Langit berubah menjadi gelap dan tampaknya akan segera turun hujan seolah olah langit pun tahu seberapa besar kegelisahannya saat ini.


Air hujan mulai turun dan mengguyur tubuhnya, Lin Qiaofeng masih memacu kudanya dan tidak menunjukkan tanda tanda akan berhenti.


Sementara disisi lain,


Lin Yue dan Yang Xin saat ini sedang berada di dalam halaman Sekte Pedang Surgawi dan tampaknya sedang berdebat.


Atau lebih tepatnya, Lin Yue terus mengikuti kemanapun Yang Xin pergi dengan wajah yang tebal dan tidak tahu malu.


Saat ini, mereka berdua sedang berada di perpustakaan dan Yang Xin tampaknya kesal dengan keberadaan Lin Yue yang terus menerus mengikuti nya.


"Apa yang sedang kau lakukan ?! Apakah kau tidak lelah karena mengikuti ku dari pagi ?! Jangan ikuti aku lagi !" Ucap Yang Xin dengan marah.


"Ketua Muda, kau sudah berjanji apabila aku diterima olehmu maka kamu akan mengajarku. Apakah kamu akan menelan janjimu sendiri ?" Tanya Lin Yue dengan polos.


"Aku tidak ada berbicara semacam itu ! Nona Lin, sebaiknya kamu tidak mengikutiku lagi. Apakah jika aku pergi ke pemandian kamu juga akan mengikuti ?" Tanya Yang Xin dengan kesabaran yang telah habis.


"Siapa yang peduli ?" Tanya Lin Yue sambil mengangkat kedua bahunya dengan acuh tak acuh.


"Kau ?! Sebaiknya kau tidak mengikuti ku lagi. " Ucap Yang Xin dengan kesal dan berjalan pergi.

__ADS_1


Lin Yue tidak menuruti tapi juga tidak membantah, Lin Yue berjalan tepat berjarak lima langkah di belakang Yang Xin, tidak lebih tidak kurang.


Setelah beberapa saat, akhirnya Yang Xin sudah tidak tahan lagi dengan perilaku yang dimiliki oleh Lin Yue.


"Sudah kubilang, jangan ikuti aku lagi !" Teriak Yang Xin yang membuat seluruh orang di perpustakaan melihat pada mereka.


"Ketua muda, jangan berteriak. Disini tertulis bahwa semua orang harus tenang. Aku tidak mengikuti mu, aku sedang membaca. Apakah Perpustakaan adalah tempat yang hanya boleh dimasuki oleh Ketua muda ?" Tanya Lin Yue dengan wajah yang tebal.


"Kau ! Baik, kau tidak mengikutiku. Aku ingin melihat sampai kapan kamu akan bertahan. " Ucap Yang Xin dengan kesal tapi tidak bisa mengatakan apa apa.


Lin Yue yang melihat dari belakang hanya tersenyum penuh kemenangan dan mengikuti langkah Yang Xin lagi seperti sebelumnya.


Bahkan sampai siang juga seperti itu, Yang Xin pergi ke Aula Jinyi, aula ini merupakan tempat makan dan sangat ramai.


Setiap murid akan makan disini dan disini terdapat banyak makanan, ketika mereka sampai disana, disana sudah terdapat antrian panjang.


Ketika melihat Yang Xin, orang orang yang menyerobot langsung membatalkan niat dan mengarahkan niat mereka ke arahnya yang berada di belakang Yang Xin.


"Minggir !" Ucap orang itu dan berniat untuk mengambil posisi nya.


Yang Xin mengerutkan dahinya ketika melihat ini tapi tidak mengatakan apapun.


"Kalian semua , antri dari belakang sana. " Ucap Yang Xin.


"Ya, Ketua muda !" Ucap para murid itu.


"Kalian mengatakan ya, tapi kalian ingin mengambil tempat di belakangku. " Ucap Lin Yue dengan sinis ketika murid murid itu beralih ke belakangnya.


"Yang aku lihat, kalian semua ini adalah sampah. Orang orang yang tidak memiliki pendirian. Menjijikkan sekali untuk melihat orang semacam kalian ini. " Ucap Lin Yue lagi sebelum akhirnya mengeluarkan pedang.


Tangannya di tahan oleh Yang Xin dan Yang Xin menggelengkan kepala.


"Jangan lakukan itu, ini tempat yang ramai, jika kamu bertarung maka akan ada banyak orang yang terluka. " Ucap Yang Xin.


"Anggap kalian beruntung, jika kalian masih tidak mengantri dari belakang maka aku akan membunuh kalian disini. " Ancam Lin Yue.

__ADS_1


Orang orang itu ketakutan dengan adanya Yang Xin disana sehingga mau tidak mau mematuhi perintah yang dibuat oleh Lin Yue.


"Kenapa Ketua muda hanya diam saja ketika ada hal hal semacam itu terjadi ?" Tanya Lin Yue.


"Karena, kondisi internal Sekte Pedang Surgawi tidak semudah dan seringan yang kamu pikirkan. Siapa yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan dijatuhkan, aku hanya bisa menegur mereka dan tidak memiliki kuasa untuk menghukum mereka. " Ucap Yang Xin dengan tidak berdaya.


Mendengar ini membuat Lin Yue tertawa kecil dan menatap Yang Xin.


"Baru kali ini aku melihat Ketua muda tampak sangat tidak berdaya, apakah memang serumit itu ? Jika sesuai dari yang kamu katakan ini........... bukankah kamu hanya Ketua muda sebagai nama tanpa kekuasaan yang nyata ?" Tanya Lin Yue dengan suara yang dibisikkan di bagian akhir.


Yang Xin tidak menjawab dan hanya menatap Lin Yue dengan tatapan acuh tak acuh. Lin Yue tidak menyerah tapi tidak juga mengatakan apapun lagi, bagaimanapun disini sangat ramai.


Tidak baik untuk membahas hal pribadi semacam ini di tempat umum, bahkan jika di dalam ruangan orang orang masih bisa mendengar apalagi jika di tempat umum semacam ini ?


Sampai saatnya giliran Lin Yue untuk mengambil makanan setelah Yang Xin, Yang Xin pun tidak menunggu lagi.


"Bibi, tolong ambilkan nasi setengah dengan sup tahu, telur rebus, dan sawi tumis daging sapi ini. " Ucap Lin Yue dengan sopan dan senyum cerah.


"Gadis muda, kamu sangat sopan. " Ucap bibi penjaga Aula Jinyi.


Lin Yue yang mendengar pujian itu hanya tersenyum tipis , tidak menunjukkan tanda tanda berlebihan tapi juga tidak terlalu tidak acuh.


"Terima kasih bibi. " Ucap Lin Yue sambil mengambil piring pesanan nya.


"Sama sama gadis muda. " Ucap bibi itu.


Lin Yue menjinjitkan kakinya dan melihat ke sekeliling sebelum akhirnya melihat sebuah meja kosong yang hanya ada seorang pria yang duduk.


Lin Yue langsung saja membawa makanan nya ke meja yang kosong itu, itu adalah meja Yang Xin.


"Ketua muda, kamu tentu saja tidak keberatan bukan untuk berbagi meja denganku ?" Tanya Lin Yue dengan wajah yang tebal.


"Apakah kau tidak bisa berhenti mengikutiku ?!" Tanya Yang Xin dengan putus asa.


"Aku tidak mengikuti mu, tapi meja yang lain benar benar penuh dan aku baru masuk menjadi murid disini, aku tidak memiliki teman untuk mengajakku duduk di meja yang sama. " Ucap Lin Yue dengan kesedihan yang pura pura.

__ADS_1


Lin Yue jika ingin mendapatkan meja kosong dari murid murid ini tentu saja bukan hal yang sulit, tapi Lin Yue lebih senang untuk menjadi 'ekor' Yang Xin.


__ADS_2