
Dia duduk dengan tangan yang terkepal di balik meja. Kedua jari jari ramping nya saling berkaitan satu sama lain.
Dia dengan tenang menunggu investigasi yang di lakukan oleh Kepala Biro Hukum, Sang Yun Fang. Kepala Biro Hukum yang baru datang lima menit lalu langsung bekerja sama dengan Tabib Istana untuk memeriksa mayat Nyonya Yu.
Dia dengan tenang duduk seolah olah tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi pada Bei Wang, jebakan ada dimana mana. Dia tidak boleh lengah, Bei Zhao mungkin akan disergap oleh orang tapi bukan berarti pria itu tidak bisa menghadapi nya.
Dia percaya pada kemampuan pasukan pria itu.
"Nona, apakah aku harus menyelinap keluar untuk memberi tahu saudara kita untuk membantu Bei Wang ?" Tanya A Xiang.
(Note : A Xiang disini adalah panggilan dekat karena A Xiang tidak mempunyai marga, jadi namanya cuma Xiang. Karena Zhou Beishang dekat dengan Xiang jadi di tambah A di depan nya jadi A Xiang. )
"Tidak perlu, jika kamu keluar maka kamu pasti akan di tangkap dan ini akan sampai ke telinga Kaisar. Ini semua sudah terencana dengan baik, tidak perlu keluar." Ucap nya dengan tatapan dingin.
Dia memutar mutar cangkir teh nya, hanya dia yang tahu apa yang ada di dalam pikiran nya. Kerja sama dengan Ibu Suri ? Dia sudah tidak tertarik.
A Xiang sebenarnya dulu adalah seorang putri seorang pembantu di Keluarga Xie, dulu marganya adalah Lan. Ikut dengan Ibu, tapi semenjak ikut dengan Zhou Beishang.
A Xiang sudah mencabut marga nya dan memilih untuk tidak menggunakan marga, hanya menggunakan karakter Xiang sebagai namanya.
Ayah nya adalah Jenderal Xie yang sekarang, itulah kenapa kebencian A Xiang pada Jenderal Xie sama dalam nya dengan dia.
Jenderal Xie memperkosa Ibu A Xiang tanpa ingin bertanggung jawab dan membuat gadis kecil itu mengalami banyak hal buruk.
Memikir kan ini membuat hatinya sakit, bagaimana mungkin seorang gadis kecil harus menanggung begitu banyak penderitaan ?
Alasan kenapa A Xiang tidak ingin menggunakan marga ibunya lagi adalah karena menggunakan marga ibunya mengingatkan gadis itu dengan ibunya yang sudah meninggal.
Setiap kali A Xiang mengingat Ibu nya, maka air mata tidak bisa di hentikan.
__ADS_1
"A Xiang, tenang dan bersabar lah. Kamu pasti bisa membalas dendam di masa depan. " Bisik nya untuk menenangkan A Xiang.
Baginya, A Xiang sudah seperti adiknya sendiri.
Dia kembali memandang ke arah Tabib Istana Ling bersama dengan Kepala Biro Hukum, Sang Yun Fang. Dia telah duduk disini dan menunggu mereka hampir 2 jam.
Ini membuat seluruh tubuh nya pegal pegal dan dia juga sudah beberapa kali berganti posisi, ada beberapa nyonya yang lain, mulai menangis kala terkurung di dalam istana Ibu Suri.
Tidak lama, seorang pria paruh baya tampak datang dengan wajah panik, takut dan marah. Pria itu adalah Walikota Nanzhou, Yu Lian Xi.
"Walikota Nanzhou akhirnya sudah datang. " Ucap Ibu Suri.
Dia menggeser tubuh nya dan lebih dekat pada A Xiang.
"Bersiaplah, tujuan utama Walikota Nanzhou adalah aku. " Ucap nya dengan datar.
A Xiang tampak kebingungan dengan kata kata nya tapi tetap mengangguk.
Saat ini, semua orang disini yang bisa dia tekan adalah istri keempat Jenderal yang suaminya sedang pergi berperang.
Tapi, karena ketiga dari empat itu berteman dengan Walikota Nanzhou maka tujuan nya satu satunya hanya bisa mendarat di Zhou Beishang.
"Huangtaihou, kami menyimpulkan bahwa Nyonya Yu sudah teracuni sejak 12 jam yang lalu. Racun ini haruslah berasal dari makanan yang di telan oleh Nyonya Yu. Siapapun yang memberi racun ini pastilah seorang ahli Racun. " Ucap Tabib Istana Ling.
"Siapapun yang berani membunuh seorang pejabat di bawah cahaya harus dihukum berat tidak peduli apapun status nya !" Ucap Kepala Biro Hukum sambil melirik nya dengan tatapan kejam.
Dia hanya tersenyum tipis ketika mendapatkan tatapan itu, dia sekarang mengerti. Ternyata orang orang telah berkumpul menjadi satu untuk menyingkirkan nya di saat Bei Wang sedang pergi.
Masalahnya, jika dia ingin, bukankah dia bisa meruntuhkan Dinasti Qin ? Memikir kan ini membuat senyum nya melebar.
__ADS_1
Semua orang memandang ke arahnya karena hanya dia yang mengetahui tentang racun di bandingkan yang lainnya.
"Bei Wangfei Niangniang, anda harus di investigasi dan kediaman Bei Wang harus diperiksa. " Ucap Sang Yun Fang.
"Tentu, aku tidak masalah jika aku harus di investigasi. Tapi, dimana bukti yang mengarah padaku ? Apakah sekarang cara kerja Biro Hukum adalah menebak nebak ? Kenapa tidak membawa nya ke peramal di pinggir kota ?" Tanya nya dengan tenang.
"Bei Wangfei Niangniang , hanya anda satu satunya yang mengerti tentang racun di ruangan ini. Bagaimana mungkin kami bisa menuduh orang lain ? Lalu, dari semua orang hanya anda yang begitu tenang. Ini membuat semua orang curiga pada anda. " Ucap Sang Yun Fang dengan tenang.
"Apakah salah untuk belajar tentang racun ? Aku tidak mendengar bahwa ada dekrit Kekaisaran yang menentang seseorang untuk mempelajari racun. Lalu, dengan bukti yang begitu ringan apakah anda bisa menuduh seseorang sembarangan ? Walaupun nanti hasilnya bukan aku yang melakukan nya, bagaimana dengan reputasi ku yang sudah tercemar ?" Tanya nya.
" Bei Wangfei Niangniang, semakin anda melawan maka semakin mencurigakan anda. Lebih baik untuk ikut kami dengan segera. " Ucap Sang Yun Fang dengan segera.
"Baik, tapi dimana dekrit Kekaisaran yang menunjuk untuk penangkapan ku ? Jangan lupa Kepala Biro Hukum Sang, aku adalah Putri Kekaisaran. Bagaimana pun status ku jauh lebih tinggi darimu, apakah begini cara mu untuk memperlakukan Keluarga Kekaisaran ?" Tanya nya dengan menjebak.
"Aku bisa melakukan apa pun, tidak peduli apakah itu Keluarga Kekaisaran atau rakyat jelata. " Ucap Sang Yun Fang.
Mendengar ini bukan nya panik dia justru tertawa kecil dan bertepuk tangan, Sang Yun Fang akhirnya jatuh ke dalam jebakan nya.
"Kalau begitu, bukankah kamu harus membawa Huangtaihou juga ? Aku mendengar bahwa Huangtaihou mempelajari tentang racun sejak dia muda, ini membuatku kagum dan terinspirasi darinya. " Ucap nya dengan ramah.
Wajah Sang Yun Fang berubah menjadi muram diikuti oleh wajah muram Ibu Suri, suasana menjadi lebih mencekam.
Tatapan nya berubah menjadi dingin, dia tidak tersenyum lagi dan tampak berbeda dengan sebelumnya.
"Daripada saling menuduh disini, lebih baik untuk berbicara di hadapan Putra Surga. Dengan begini akan membuat semua nya menjadi jauh lebih adil. " Ucap nya dengan tenang.
"Baik." Ucap Sang Yun Fang dan menatap nya seperti seorang serigala yang mengincar kelinci.
Dia hanya membalas tatapan itu dengan tatapan acuh tak acuh, seorang kepala Biro Hukum seperti Sang Yun Fang adalah batu kerikil kecil di hadapan nya.
__ADS_1
Hanya perlu sedikit tekanan untuk membuat batu itu berubah menjadi ribuan keling kecil. Seseorang seperti Sang Yun Fang yang telah menerima suap begitu banyak selama hidupnya, bagaimana mungkin dia bisa melewatkan kartu As seseorang ?