
Lin Yue tampak memejamkan mata kala meminum sedikit teh utara yang di pesannya.
"Seperti apa yang dikatakan olehmu, itu sangat baik. Menjalani hidup menjadi pengembara, aku sama sekali tidak keberatan. " Gumam Lin Yue.
"Pasti berat bagimu untuk hidup di dalam istana untuk waktu yang sangat lama. " Ucapnya.
"Jika dibandingkan dengan dirimu, maka aku belum apa apa. Kamu telah mengajariku banyak hal, sebelumnya aku berpikir bahwa aku menanggung terlalu banyak beban dan sangat menderita. Tapi, kamu mengajarkanku bahwa ada yang lebih buruk dariku, aku harus bersyukur. Aku pikir, kehidupanku sebelumnya tidak terlalu buruk, aku hanya kurang menghargainya. "Ucap Lin Yue sambil menunduk.
Dia diam dan tidak mengatakan apapun, bukan karena dia tidak memiliki kata kata untuk di katakan tapi memang dia sedang menunggu kata kata Lin Yue selanjutnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu dengan tulus, aku berterima kasih padamu dan aku sangat mengagumi, ini adalah pertama kalinya aku merasa sangat kagum pada seseorang. " Ucap Lin Yue sekali lagi.
"Terima kasih. " Ucapnya sambil tersenyum tipis.
Keduanya saling berpegangan tangan sebelum akhirnya makanan mereka datang dan mereka menyantap makanan mereka tanpa ada yang membuka suara.
Keduanya adalah wanita dari kalangan bangsawan, mereka tahu tata krama di meja dengan sangat baik. Jadi, tidak ada yang berbicara selama acara makan berlangsung.
Sesudah makanan selesai, Lin Yue mengelus perutnya dengan wajah puas. Tidak ada ketidak puasan yang tersisa di wajah gadis itu karena makan ditempat kedai kumuh ini.
"Bagaimana menurutmu tentang makanan di kedai ini ?" Tanya nya dengan usil.
"Aku akan datang lagi tentu saja dimasa depan, ini sangat memuaskan. " Ucap Lin Yue dengan semangat.
"Jika aku tidak memikirkan apapun lagi maka aku akan memesan dua porsi nasi lagi untuk aku makan disini. " Lanjut Lin Yue.
"Kau tidak boleh makan terlalu kenyang, atau kau akan muntah. " Ucapnya.
Dia telah mendengar bahwa Lin Yue memiliki kebiasaan atau penyakit yang membuat gadis itu tidak bisa merasa kenyang.
Tapi, jika sudah satu jam maka itu akan berubah menjadi sangat kenyang dan makanan akan kembali di muntah kan apabila makan terlalu banyak.
Itu cukup berbahaya, seseorang tidak akan bisa merasakan batas kenyangnya dan terus merasa lapar layaknya hantu kelaparan.
Tapi, setelah beberapa saat rasa kenyang yang nyata akan muncul dan pada saat itu perut telah penuh oleh makanan, tidak ada jalan lain selain harus dimuntahkan.
"Kita baru bertemu beberapa kali dan kamu sudah sangat perhatian, aku sangat terharu. Ini adalah kali pertamaku memiliki seorang saudara perempuan. " Ucap Lin Yue.
"Aku adalah seorang tabib, tentu saja aku harus memperhatikan kesehatan orang lain sebaik mungkin." Ucapnya dengan santai.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, suara berisik terdengar dari bawah. Awalnya dia tidak peduli dan tetap berbincang santai dengan Lin Yue.
Lagipula, beberapa keributan dan kehebohan di antara orang orang bukanlah hal langka. Orang orang di sekitarnya juga berpikiran sama dengannya dan tidak peduli dengan keributan kecil di bawah.
Tapi, keributan itu berubah menjadi lebih besar saat suara pecahan cangkir terdengar. Dia tidak bisa tidak menoleh, saat dia melihat satu set cangkir telah pecah di lantai satu.
Matanya menyipit kala melihat pelaku dari keributan yang ada di lantai 1 , bahkan Lin Yue pun menatapnya.
"Aku ingin seluruh meja yang ada di lantai dua !" Ucap suara nyaring yang menyakiti telinga.
Orang itu adalah seorang gadis yang memakai sulaman emas dan dari wajahnya saja semua orang tahu bahwa itu adalah seorang putri bangsawan yang manja.
Di belakang gadis itu ada 4 pelayan dengan beberapa belas putra putri bangsawan lain yang tampak sama menyebalkannya dengan pemimpinnya.
"Siapa itu ? Wajahnya tampak sangat menyebalkan. "Ucap Lin Yue sambil mengerutkan dahi.
Dia menatap dan tidak langsung menjawab , dia terus menatap dibalik topi bambu nya dengan tatapan sinis.
"Putri Huayang, putri kesayangan Kaisar. " Ucapnya dengan datar.
"Ha ha ha, ini yang dikatakan sebagai sainganku ?" Tanya Lin Yue dengan sinis.
Tapi, jika harus dibandingkan maka Putri Huayang tidak akan bisa dibandingkan dengan Lin Yue dalam hal apapun, mungkin bisa dibandingkan dalam hal tidak tahu malu.
"Dia bahkan tidak layak untuk membawa sepatuku, orang orang telah menganggap dirinya terlalu tinggi. Aku pikir, dia tidak lebih dari seorang putri bangsawan yang manja tanpa otak. " Ucap Lin Yue dengan datar.
"Maaf nona terhormat, kami tidak bisa mengusir tamu, tapi kami bisa menyusun meja agar mampu menampung orang orang yang nona terhormat bawa. " Ucap pemilik kedai.
"Hmph ! Apa kau pikir aku mau makan dengan mereka ? Orang orang yang menjijikkan ! " Ucap Putri Huayang dengan sombong.
"Aku tidak rela untuk duduk dan menatap orang orang rendahan itu ! Usir mereka untukku dan aku akan memberimu 5 tael emas. "Ucap Putri Huayang lagi.
Pemilik kedai itu membelalakkan mata dan mulai ragu ragu terhadap pendiriannya, dia melihat bahwa Lin Yue sudah tidak tahan lagi dengan kesombongan Putri Huayang.
"Aku beri kau 10 tael emas, usir dia untukku. " Ucap Lin Yue sambil mengeluarkan 10 tael emas.
Bagi seorang Putri Mahkota Dinasti Tang yang sangat kaya, 10 tael emas hanya seperti kotoran di sela sela giginya.
Tapi, bagi dia yang merupakan seorang ratu yang dikhianati 10 tael emas itu lumayan besar dan dia tidak akan membuangnya untuk hal yang sia sia.
__ADS_1
Tatapan Putri Huayang mulai tertuju pada meja mereka dan dia hanya bisa menghela nafas, memang musuh bertemu dijalan yang sempit.
Dia tampak kesal jika mengingat Putri Huayang yang menyebalkan dan mampu membuat darah orang lain mendidih.
"Siapa kau ? Tidak perlu ikut campur !" Ucap Bei Yi Fei dengan marah.
(Bei Yi Fei ini adalah Putri Huayang, nama aslinya. Marganya sama dengan Bei Zhao karena ayah Bei Yi Fei masih sepupu Bei Zhao. )
"Siapa aku, apakah penting ? Aku penasaran dengan Putri Huayang yang terhormat. " Ucap Lin Yue.
Semua orang jatuh kedalam keributan setelah mendengar identitas yang dimiliki oleh Bei Yi Fei. Melihat situasi itu merubah Putri Huayang menjadi lebih sombong lagi.
"Hei, kau sudah tahu identitas ku bukan ? Cepat, tunggu apa lagi ?!"Tanya Putri Huayang pada Pemilik Kedai.
Pemilik kedai gemetar ketakutan dan tidak berani menunda permintaan Putri kesayangan Kaisar, tapi Lin Yue tidak ingin melepaskan hal ini dengan mudah.
"Tunggu, kau pikir kau siapa bisa mengusir ku dengan mudah ? Aku lihat kau tidak lebih dari seonggok sampah yang harus dibuang. " Ucap Lin Yue dengan sinis.
Dia menahan tangan Lin Yue agar tidak berlebihan, bagaimanapun mereka harus menjaga kerahasiaan identitas mereka.
"Maafkan saudariku, Putri Huayang atas kata katanya. Tapi, kami juga tidak ingin pergi, bagaimana menurutmu ?" Tanyanya angkat bicara.
"Bagus.... bagus ! Aku akan melaporkan pada ayahanda !" Ucap Bei Yi Fei dengan marah.
"Silakan saja, aku pikir Kaisar sendiri harus menyapa kami berdua dengan baik. Bagaimanapun kami adalah tamu yang datang dari jauh, aku sudah lama tidak bertemu Kaisar. " Ucapnya dengan senyum dingin.
Dia telah merubah rencananya, tidak ada gunanya untuk terus menyembunyikan identitas, selama identitas Lin Yue tidak terkuak maka tidak masalah baginya untuk terus berjalan.
Lagipula, wajahnya telah berubah cukup banyak dan kecil kemungkinan bagi orang orang untuk mengenalinya.
"Siapa namamu ?! Berani beraninya kau menghina ayahku ?!" Teriak Putri Huayang dengan marah dan mengeluarkan pedangnya.
"Namaku Lin Qiaofeng, aku selalu penasaran dengan Putri Huayang sejak lama. Aku mendengar bahwa reputasi Putri tidak cukup baik, suka menindas orang lain dan menyukai pamannya sendiri. Bukankah itu agak menjijikkan ?" Tanyanya dengan sinis.
"Kau... kau ! Tunjukkan wajahmu kalau berani !" Perintah Bei Yi Fei.
Dia tidak menolak dan mengangkat topi bambu nya, yang menunjukkan wajah cantiknya, semua orang terpanah.
"Aku juga mendengar bahwa Putri Huayang suka menindas mantan Bei Wangfei, padahal semua orang tahu bahwa Bei Wangfei saat itu tidak bisa berkultivasi sama sekali. Bukankah ini adalah bentuk penindasan yang nyata ?"Tanyanya dengan sindiran yang terang terangan.
__ADS_1