
Lin Beishang dan Bei Zhao memerintahkan semua orang orang untuk berlari ke Istana setelah mereka pergi.
Para warga biasa langsung berlari sementara di Istana, Lin Yue dan Ye Xushi sedang berdebat dengan para Pejabat Tua.
"Bixia, kita tidak dapat membiarkan rakyat biasa masuk. Bagaimana jika salah satu dari mereka membuat kekacauan ?" Tanya salah satu bangsawan dengan ketakutan.
"Tidak ada alasan semacam itu !" Bentak Lin Yue.
"Bixia, kita berasal dari cabang perak dan daun emas, tidak dapat dibandingkan dengan mereka. Nyawa mereka hampir tidak memiliki arti. " Ucap yang lain.
(Berasal dari garis darah bangsawan atau orang terhormat. )
"Apanya yang berasal dari Cabang Perak dan Daun Emas ? Kita sedang berada di titik kritis semacam ini kalian masih sempat untuk memikirkan ini ?! Siapapun yang tidak menurut maka maafkan Yang Mulia ini. Penjaga ! Seret mereka yang tidak menurut !" Perintah Lin Yue dengan dingin.
Sudah sejak lama Lin Yue geram dengan sekelompok lintah tua ini, sejak muda dirinya telah dikritik dengan keras karena para lintah tua ini !
Kebencian yang dimiliki oleh Lin Yue untuk orang orang semacam mereka ini telah terukir di dalam tulangnya bahkan tidak akan pernah bisa dihilangkan kecuali tulangnya berubah menjadi tumpukan abu.
"Bixia, kamu harus mendengarkan ku !"Teriak salah satu pejabat sebelum ditarik mundur oleh pengawal.
"Yue, apakah menurutmu ini tidak berlebihan ? Apa yang kamu lakukan bisa menimbulkan pemberontakan. " Ucap Ye Xushi dengan lembut.
"Tidak akan, apa yang aku lakukan adalah untuk memberi mereka kesadaran bahwa yang berkuasa adalah Aku, Kaisar mereka. Aku tidak ingin menjadi boneka yang di kendalikan mereka, aku memiliki harga diri, aku ingin melindungi rakyatku, bukan orang orang seperti mereka, apakah menurutmu apa yang aku lakukan salah ?" Tanya Lin Yue sambil mengepalkan tangan dengan erat.
Tangan Ye Xushi terulur dan merapikan rambut Lin Yue sambil tersenyum meminta maaf karena kata katanya sebelumnya.
"Apa yang kamu katakan tidak salah, aku akan mendukungmu. Bahkan jika semua orang membencimu, maka aku akan datang dan menemani mu menanggung aib itu bersama. " Ucap Ye Xushi sambil menggenggam tangan Lin Yue.
Keduanya saling menatap dan tersenyum, berharap bahwa badai berdarah ini akan segera dihilangkan, akan segera dihanyutkan dan dicuci bersih.
Di perbatasan Kota Siyue, sepasang kekasih yang saling berdiri bersama dengan aura yang sangat kuat tentu saja sangat mendominasi musuh.
Bahkan jika pasukan musuh memilki 9 nyawa, mereka masih tidak akan berani untuk langsung menyerbu mereka.
Lin Beishang memerintahkan pasukannya untuk mendirikan tenda dan hanya menggunakan batas yang dimiliki oleh Kota Siyue dan Ibu Kota.
Kota Siyue adalah kota yang tandus dan kering, tidak memiliki banyak penduduk dan sebagian besar telah ditinggalkan walaupun Kota tersebut sangat luas.
"Kita semua telah memacu kuda selama 2 jam, seharusnya Ibu Kota sedang mengevakuasi warga warga ibu kota. " Ucap Lin Beishang.
"Kalian semua harus beristirahat sejenak. " Ucap Lin Beishang lagi.
"Gongzhu, kamu sendiri telah sangat sibuk sejak awal, kamu harus beristirahat dan memerdulikan kesehatan mu. Kami, para lelaki kasar tidak akan terluka karena 2 jam berkuda. " Ucap para prajurit dengan seringaian yang tulus.
Walaupun kata kata mereka tidak halus seperti orang yang terpelajar, tapi ketulusan mereka tidak memiliki duanya.
Melihat senyum tulus mereka membuat hati Lin Beishang tersayat sayat, membayangkan bahwa senyum tulus itu satu persatu tumbang seperti bunga pada musim gugur membuat Lin Beishang merasa sakit.
Bei Zhao menggenggam tangannya dan memberinya semangat, Lin Beishang menarik nafas lalu menghembuskan nya dengan perlahan dan menyembunyikan kesedihan nya.
"Baiklah jika begitu, maka aku tidak akan menolak niat baik kalian. " Ucap Lin Beishang dengan senyum yang dipaksakan, bagaimanapun ini adalah pasukan yang dilatih oleh dirinya secara pribadi dan Bei Zhao.
Lin Beishang berjalan menuju tenda miliknya dan milik Bei Zhao lalu duduk di sudut tenda dan memeluk dirinya sendiri.
Berulang kali menenangkan dirinya sendiri dan mencoba untuk tidak berlebihan dalam hal emosionalnya.
"Kamu sedih bukan ?" Tanya Bei Zhao lalu duduk di sampingnya dan membawa tubuhnya ke dalam pelukan.
"Aku hanya merasa tidak adil, mereka sangat tulus dan baik tapi karena kekurangan uang, mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka untuk Istana. Tapi, ketika mereka meninggal, selain keluarga mereka, siapa yang akan berduka untuk mereka ? Bagaimana jika mereka tidak memiliki keluarga ? Siapa yang akan berduka untuk mereka ?"
__ADS_1
"Siapa yang akan membakar uang kertas untuk mereka ? Siapa yang akan mengukir nama mereka di dalam hati dan mengingat mereka sebagai pahlawan peperangan ?" Tanya Lin Beishang dengan suara yang sedikit bergetar.
"Istana tidak mampu untuk memberi semuanya penghargaan, tapi kita sebagai pemimpin harus bisa memberi mereka penghargaan. " Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis.
"Setiap ada yang meninggal dalam peperangan, aku merasa sangat bersalah tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Orang orang menganggap ku sebagai seorang pria yang berhati dingin, jadi aku memberikan keluarga mereka bantuan secara diam diam agar mereka tidak merasa ketakutan. " Ucap Bei Zhao sambil tersenyum lebar.
Tapi, siapa pun yang mendengarnya akan merasakan kesakitan yang mendalam di dalam nada suaranya.
Kesakitan semacam itu, sangat mengoyak hati dan merusak akal sehat. Bagaimana mungkin, orang orang seperti para Bangsawan yang terhormat bisa menganggap bahwa nyawa nyawa ini tidak penting ?
"Kadang kadang, kita tidak bisa melakukan semuanya bahkan ketika kita ingin. Satu satunya yang bisa kita lakukan adalah melakukan hal yang terbaik dan tidak merugikan orang lain. " Ucap Bei Zhao lagi.
"Apa yang kamu katakan benar, Istana tidak dapat mengukir nama mereka sebagai pahlawan maka aku akan mengukir nama mereka sebagai pahlawan di dalam hatiku. " Ucap Lin Beishang.
"Yang menjadi Kaisar sekarang adalah Saudarimu, kamu sekarang adalah Bibi Kekaisaran, bukan tidak mungkin untuk meminta Istana untuk mengenang hal ini. " Ucap Bei Zhao berusaha untuk menghibur Lin Beishang.
"Yang menjadi Kaisar adalah saudariku, itu benar. Tapi, Istana tidak pernah menjadi milik Kaisar. Bahkan, Kaisar hampir tidak memiliki kemampuan apapun untuk mengubah hal ini. Yue memiliki banyak hal untuk diurusnya, membebani nya dengan hal semacam ini tidaklah baik. " Ucap Lin Beishang.
"Lalu, apakah kamu akan menampung semuanya ?Kamu tidak ingin membaginya dengan orang lain, kamu adalah manusia dan memiliki perasa sedih atau sakit. Walaupun hatimu seluas samudera dan kesabaranmu seluas langit, kamu juga akan menderita karena menanggung ini semua !" Ucap Bei Zhao dengan putus asa.
"Aku menderita itu sudah biasa, kamu dan Lin Yue adalah orang terdekat ku. Aku tidak bisa membuat kalian berdua tenggelam dalam penderitaan ini bersama dengan ku. " Ucap Lin Beishang sambil mengelus wajah Bei Zhao dengan senyum tipis.
"Beishang...... " Ucap Bei Zhao dengan lirih.
Sementara Lin Beishang hanya tersenyum tipis dan berbaring beralaskan kain tipis di dalam tenda dan memejamkan matanya, itu adalah tanda bahwa dia tidak akan melanjutkan hal tadi lagi.
Tidak ingin membahas hal itu lagi.
1 jam kemudian
Lin Beishang bangun dan merasa bahwa tenaganya telah kembali terisi dan meminta Bei Zhao untuk beristirahat menggantikan nya.
Bei Zhao merasakan tangan Lin Beishang yang halus tapi sangat dingin, seolah olah tangan itu tidak berasal dari seseorang yang hidup.
Bei Zhao mau tidak mau merasa menggigil dalam hatinya dan tidak ingin melepaskan tangan Lin Beishang, takut bahwa ini semua hanya mimpi.
Takut, bahwa ketika dia bangun hanya menyisakan mayat Lin Beishang yang dingin. Bei Zhao selalu ketakutan akan hal semacam ini.
"Tidurlah, aku akan baik baik saja. Aku bukan seseorang yang lemah, dimasa lalu kamu melindungi ku maka kali ini, biarkan aku yang melindungi mu. " Ucap Lin Beishang dengan halus.
Bei Zhao merasa bahwa hatinya mendingin tapi perlahan lahan kesadarannya menghilang dan tertidur.
Wajah Lin Beishang berubah dan tampak tersenyum tipis lalu mencium bibir Bei Zhao sejenak dan melepaskan nya.
"Maafkan aku. " Ucap Lin Beishang sambil memeluk tubuh Bei Zhao.
Teh hangat yang dibuat olehnya tadi, memiliki obat tidur. Pertandingan ini tidak akan mudah, karena dari jumlah saja mereka kalah.
Lin Beishang tidak berniat untuk menang dengan cara yang terhormat melainkan memutuskan untuk menang dengan cara yang dianggap menjijikkan bagi banyak orang.
Racun......
"Yanji, jaga dia. " Perintah Lin Beishang dan menarub Yanji disamping Bei Zhao.
Belati itu bergetar yang sebagai tanda bahwa roh senjata setuju untuk menjaga Bei Zhao sesuai dengan permintaan nya.
Lin Beishang memandang Bei Zhao untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya berjalan keluar, sangat sepi dan tidak ada prajurit yang berjaga jaga.
Karena, semuanya telah menyembunyikan diri, para Prajurit telah masuk ke dalam tenda mereka masing masing, mencegah agar tidak terkena racun.
__ADS_1
Lin Beishang telah mendiskusikan hal ini kepada mereka dan mengatakan bahwa ini adalah salah satunya cara untuk membersihkan musuh dengan cepat.
Lin Beishang duduk di dekat gerbang dengan santai di tanah dan di depannya ada tumpukan kayu bakar.
Lin Beishang menghidupkan korek api dan melemparnya ke tumpukan kayu bakar, api mulai tersulut dan Lin Beishang dengan santai mengeluarkan sepotong paha ayam mentah dan membakarnya dengan cara menusukkan ranting lalu memutar nya di atas api.
Sementara itu, Lin Beishang menuangkan racun racun dan berubah menjadi uap yang terbang dengan bebas.
Sebelum melakukan ini, Lin Beishang telah menilai mata angin yang ada. Alasan kenapa Lin Beishang memberikan obat tidur pada Bei Zhao.
Adalah karena pria itu tidak akan membiarkan dirinya mengambil resiko ini sendirian, tidak akan membiarkan nya mengambil jalan berbahaya ini walaupun dirinya kebal terhadap racun.
Alasan kenapa dia berpura pura memanggang ayam adalah karena agar tidak membuat musuh curiga.
Musuh musuh akan memikirkan bahwa dia hanya sekedar memanggang ayam karena kelaparan dan akan mendekat untuk memeriksanya.
Tapi, pada kenyataan nya itu hanyalah pengalihan. Yang asli adalah dia ingin semuanya mendekat padanya lalu racun dengan sangat cepat menyebar.
Ketika racun mulai menyebar, musuh perlahan lahan jatuh tanpa suara dan kehilangan nyawa sementara Lin Beishang berlaku seolah olah tidak memiliki perasaan.
Asap terus menyebar sementara tenda orang orangnya telah tertutup rapat, di tempat yang begitu sempit maka Lin Beishang memperkirakan bahwa mereka hanya bisa bertahan disana selama 4 Jam.
Pada saat itu, asap beracun ini akan sepenuhnya dibawa pergi oleh angin perbatasan yang cenderung kencang.
Rambut Lin Beishang yang diikat dengan tinggi menunjukkan keangkuhan yang dimiliki olehnya, musuh masih belum menyadari.
Tapi, ketika menyadari, itu telah terlambat, pemimpin pasukan musuh jatuh berlutut ke arahnya yang masih terduduk dengan manis di tanah.
"Kau ! Uhuk, berani berani nya meracuni kami ! Kami walaupun bukan orang terhormat, tapi kami tidak akan pernah menggunakan teknik kotor ini !" Teriak pemimpin pasukan musuh sambil terbatuk batuk.
"Lalu ? Bagaimana ? Pada akhirnya, kalian telah memilih jalan ini. Kalian mengatakan bahwa teknik ini kotor, tapi ini telah digunakan dari waktu ke waktu. Aku adalah orang yang tercela dengan ribuan teknik yang tidak beradab. Tapi, apa yang bisa kamu lakukan padaku ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut dan terus membalikkan ayam miliknya.
"Di dunia ini, tidak selamanya menggunakan cara yang baik bisa membuatmu terus bertahan. Kamu harus menyesuaikan diri dengan baik, jika memang tidak memiliki jalan lain, maka aku tidak akan segan untuk memilih jalan ini walaupun kamu mengatakan bahwa aku adalah orang yang tercela dan tidak tahu malu. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.
"Kamu adalah orang gila ! Kamu membunuh begitu banyak, apakah tidak takut bahwa suatu hari nanti , jiwa jiwa yang pergi akan mengejarmu dan meminta bayaran padamu ?!" Tanya pemimpin pasukan itu dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
"Lalu ? Mereka hanya sekelimpok jiwa yang tersesat, aku tidak akan menyibukkan diriku untuk mengurusi sekelompok jiwa seperti mereka. " Ucap Lin Beishang dengan sudut bibirnya yang melengkung tapi wajahnya tidak tampak tersenyum.
Justru, di atas cahaya api yang berkobar, wajah pucat Lin Beishang, tangannya yang dingin, tatapannya yang kejam dan senyuman tapi bukan senyuman membuat orang orang ketakutan.
Bahkan, orang barbar yang terkenal memiliki jiwa pemberani layaknya Ksatria tiba tiba merasa gemetar dibawah tatapan mematikan milik Lin Beishang.
Tatapan itu, seolah olah bukan berasal dari orang yang hidup melainkan hantu tua dari beberapa kehidupan.
Orang barbar itu memuntahkan seteguk darah dan mulutnya penuh dengan darah sebelum akhirnya jatuh ke depan.
"Kami, tidak akan pernah menggunakan cara kotor seperti ini. " Ucap pemimpin pasukan musuh sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir nya.
Wajah Lin Beishang tidak menunjukkan apapun selain kehampaan tapi hatinya berkata lain, hatinya tidak tenang ketika mendengar kata kata yang dilontarkan oleh pemimpin pasukan musuh.
"Hati telah lama pergi, tidak menyisakan apapun lagi. " Ucap Lin Beishang bersenandung dengan santai dan terus membalikkan ayam yang di panggang nya.
Orang orang berkata bahwa dia memiliki hati yang kejam dan tidak memiliki belas kasihan sama sekali, tapi pada kenyataan nya tidak begitu.
Lin Beishang adalah manusia yang hidup, terbuat dari daging dan darah, masih bisa merasakan sakit dan kesedihan sama seperti orang lain.
Hanya saja, yang membuat nya berbeda dari orang lain adalah dia memiliki jiwa yang kuat, sehingga bahkan jika dia telah dipukul sampai ke titik terdalam, itu masih tidak bisa meruntuhkannya.
Dia seperti tulang ikan ditengah tenggorokan , sangat keras dan tidak ingin turun, bahkan ketika orang menghantam nya dengan air atau nasi.
__ADS_1
Dia tetap bertahan di tengah terjangan serangan itu, berdiri sendiri di tengah kekacauan yang menyedihkan ini.