
Bei Zhao sendiri menyadari banyak hal belakangan ini, hati Zhou Beishang sendiri sangat lembut tidak seperti hati orang lain yang keras dan penuh tipuan.
Itu tidak sekeras apa yang dilihat, itu bahkan jauh lebih rentan daripada kaca yang paling mahal. Tapi, sayangnya dia buta di masa lalu dan melempar itu beberapa kali.
Tidak ada yang perlu menjelaskan secara langsung untuk mengungkapkan hasilnya, setiap orang bisa menebak hasilnya.
Yaitu, pecah menjadi ribuan keping yang halus dan tidak bisa disatukan kembali. Menyesal pun tidak ada gunanya lagi, yang bisa dia lakukan adalah hanya menyimpang setiap pecahan yang dia temukan.
Tatapan nya kembali menuju pada gadis itu yang duduk di seberang sana dengan senyum tipis yang mempesona.
Baru kali ini dia menemukan bahwa sebenarnya wajah Zhou Beishang dan Lin Yue sangat mirip bahkan seperti kembar.
Tapi, umur Lin Yue dua tahun lebih tua dari Zhou Beishang. Itu tidak mungkin untuk menyebut mereka sebagai kembar.
Dia berpikir sebentar tapi tidak bisa menemukan hal apapun yang masuk akal di dalam pemikiran nya.
Dia menghela nafas dan menyerah untuk memikirkan hubungan Lin Yue, dia kembali mengingat masa lalu.
Dimana dia terlalu bodoh dan buta untuk menemukan ketulusan Zhou Beishang, sekarang dia bahkan tidak bisa membedakan yang mana kenyataan atau yang mana karangan yang keluar dari bibir tipis gadis itu.
Tatapan nya berubah menjadi redup kala memikirkan rasa dari bibir manis yang tipis dan semerah ceri itu.
Itu membuatnya kecanduan,
Dia tidak pernah bisa berhenti memikirkan nya seharipun dan merasa hampir gila, itu hanya karena kecelakaan dan sebentar tapi itu sudah mampu untuk membuatnya kecanduan.
Dia terlambat untuk menemukan bahwa sebenarnya gadis itu memiliki sangat banyak daya tarik yang unik dan tidak dimiliki oleh gadis gadis lain, bahkan tidak dengan Lin Yue.
Dia sekarang mengetahui bahwa ternyata perasaan nya pada Lin Yue hanya rasa terima kasih dan tidak lebih.
Disisi lain, Lin Qiaofeng sendiri tersenyum tipis untuk menyembunyikan ketidak nyamanan nya. Entah apa yang ada di dalam pikiran Bei Zhao.
__ADS_1
Pemuda itu terus menerus menatapnya sambil menopang dagu, dia tentu saja merasa tidak nyaman ketika mengalami hal tersebut.
Tapi, dia juga tidak bisa kabur sehingga dia hanya bisa duduk dan menyembunyikan seluruh rasa ketidak nyamanan nya.
Bohong apabila dia mengatakan tidak memiliki perasaan yang tersisa untuk Bei Zhao, itu bukan hanya berkurang justru bertambah belakangan ini.
Hanya saja, dia terlalu pandai menyembunyikan diri sehingga bisa dengan mudah memasang wajah dingin dan menyembunyikan seluruh perasaan nya.
Dia telah beberapa kali menegaskan hal ini pada Bei Zhao dan jawaban pemuda itu selalu sama, yaitu suka pada jie jie nya, Lin Yue.
Jadi, dia tidak memaksa dan tidak ingin berharap lagi. Dia tidak berani, terlalu takut bahwa dia akan kembali mendapat penolakan secara tidak langsung.
Sehingga dia menyembunyikan perasaan nya sedemikian rupa, dia menyembunyikan semuanya dan menyimpannya sendirian.
Inilah dia, orang yang tampak berani tapi nyatanya bahkan tidak berani untuk mengungkapkan perasaan nya sendiri.
Entah setebal apapun wajahnya, sekuat apapun dirinya, dia masihlah seorang manusia yang memiliki rasa sakit.
Dia masih bisa terluka dan merasa malu seperti manusia lainnya, dia masih terbuat dari daging dan darah seperti manusia lainnya.
Seperti Bei Zhao belakangan ini mendekati nya hanya untuk mendekati Lin Yue dan menggunakan nya sebagai perantara.
Tapi, dia tidak pernah melihat Bei Zhao mencoba untuk berinteraksi dengan jie jie nya bahkan menolak pertunangan yang ada.
Ini membuatnya bingung, dia tidak mungkin dengan begitu percaya diri memikirkan bahwa Bei Zhao melakukan ini karena cinta padanya.
Dia sudah bilang sebelumnya bahwa dia tidak ingin berharap lagi, jika Bei Zhao memang mencintainya, kenapa pemuda itu tidak mengejarnya dan memperlakukan nya dengan buruk di masa lalu ?
Tanpa sadar , semuanya sudah selesai dan Lin Yue hanya kalah tipis dari Yang Xin. Dia mengerti bahwa itu semua hanya akal akalan Lin Yue.
Dia menghela nafas kala melihat Lin Yue yang masih bersikeras untuk mendekati Yang Xin, Yang Xin memang terlihat lembut.
__ADS_1
Tapi, sebenarnya orang yang keras kepala, sulit untuk mengubah keputusan yang telah dibuat olehnya.
Dia sendiri mengerti hal ini dengan baik setelah berteman dengan Yang Xin selama beberapa tahun.
Dia tiba tiba merindukan Xiao didi nya itu, orang yang selalu memanggilnya sebagai Jie jie sekarang telah menjadi orang yang sangat dewasa.
Melihat Yang Xin sekarang membuatnya merasa ragu, dia merasa bahwa Xiao didi yang dikenalnya di masa lalu telah berubah terlalu banyak sampai sampai dia tidak bisa mengenalinya.
Yang Xin telah berubah banyak , mulai wajahnya yang menjadi sangat tirus dan matanya yang tajam dan tidak menyisakan kelembutan seperti sebelumnya.
Tubuhnya berubah menjadi lebih kurus dan kering, dia tidak tahu apa yang membuat Yang Xin telah berubah begitu banyak hanya dalam beberapa tahun singkat belakangan ini.
Lin Yue kembali ke sebelahnya dengan senyum ceria sementara Yang Xin tanpa diduga duga tidak turun dari arena, artinya pemuda itu akan menantang orang lain.
"Aku ingin menantang Bei Wang. " Ucap Yang Xin dengan tatapan tajam.
Dia yang mendengar ini merasa terkejut, jika Yang Xin melawan Bei Zhao maka hasilnya sudah bisa ditebak bukan ? Bagaimana pun Yang Xin belum mencapai tahap penguasa sementara Bei Zhao sudah.
Bei Zhao sendiri, bisa dibilang pemimpin tahap penguasa dan dalam beberapa tahun mungkin naik ke tahap selanjutnya yang belum pernah diraih oleh orang lain.
Dia memandang arena dengan tertarik, meskipun sudah bisa menebak siapa pemenangnya dengan baik.
Keduanya tampak berbicara dan bertukar beberapa kata sebelum akhirnya wajah keduanya berubah muram, dia sendiri penasaran dengan apa kata kata kedua orang itu.
Sejak kapan Yang Xin terlibat permusuhan dengan Bei Zhao ? Itu tidak mungkin hanya karena Yang Xin pernah membawanya bukan ?
Dia mengerutkan dahi, selama dia berada di istana dia tidak pernah mendengar Bei Zhao dan Yang Xin terlibat suatu permasalahan.
Apakah ini salah satu informasi yang disembunyikan oleh Lan Xiang padanya ? Ini membuat dahinya berkerut dengan hebat.
Dia berpikir dengan keras tapi tidak bisa menemukan kemungkinan yang menjadi akar permasalahan di antara kedua pria hebat itu.
__ADS_1
Dia memandang keduanya yang bertarung dengan sengit dan sama sama menggunakan pedang panjang sebagai senjata.
Dia mengerutkan dahi ketika melihat Bei Zhao tidak memberikan belas kasihan pada Yang Xin , ini lebih mirip dengan pertandingan hidup dan mati.