
Di Kediaman Bei Wang
Setelah dua bulan berlalu, kediaman yang tampak seperti bangunan kosong yang menyeramkan itu berubah menjadi lebih suram dari hari ke hari.
Tidak ada tanaman yang bisa bertahan lebih dari 1 hari dan alhasil seluruh tanaman yang ada di kediaman Bei Wang mati.
Tempat itu berubah menjadi lebih gelap lagi daripada sebelumnya dan dipenuhi dengan aura membunuh yang suram.
Tapi, dari segala bangunan yang ada di dalam pekarangan itu, disana ada sebuah bangunan yang tampak cerah dengan bunga bunga oranye yang bermekaran.
Itu adalah kediaman Bei Wangfei atau lebih tepatnya mantan Bei Wangfei, tempat itu ditutup dan tidak ada orang yang boleh masuk kesana kecuali Bei Zhao.
Dari segala tanaman yang layu, hanya bunga bunga Jin Zhan Hua ini yang bertahan. Saat ini, seorang pria sedang duduk di sana sambil memegang setangkai bunga yang baru mekar sempurna.
Itu adalah Bei Zhao, tampak berubah dari sebelumnya. Jika sebelumnya hanya tampak dingin maka sekarang seperti tanpa kehidupan.
Tampak seperti serigala kesepian yang terjebak dalam kegelapan tanpa ujung, wajahnya yang sebelumnya gagah dan tegas berubah menjadi lebih kejam.
Pipinya berubah menjadi lebih tirus dan matanya lebih tajam sementara hidungnya tampak lebih mancung, yang menunjukkan ketampanan yang tidak bisa ditolak oleh siapapun.
Jika sebelumnya dia tidak bisa mengerti perasaan apa yang dimiliki olehnya untuk Zhou Beishang, maka mustahil untuknya tidak mengerti setelah 2 bulan.
Jika sampai dua bulan dia masih tidak mengerti maka dia adalah seorang idiot yang nyata, dia tanpa sadar telah jatuh cinta pada Zhou Beishang.
Tapi, sudah terlambat, Zhou Beishang sudah pergi bersama dengan segala jejaknya bahkan tidak menyisakan sedikitpun jejak.
Selama dua bulan ini dia meminta orang orang untuk mencari Zhou Beishang tapi tidak dapat menemukan gadis itu.
Ini membuatnya putus asa, dia kehilangan segala minatnya terhadap apapun bahkan orang orang menjulukinya sebagai awan gelap saat ini.
Karena kemanapun dia berjalan maka tempat itu akan berubah menjadi suram dan penuh dengan keputus asaan.
Semua orang sudah tahu bahwa dia dan Zhou Beishang sudah bercerai dan Kaisar beberapa kali ingin menjodohkannya dengan beberapa putri Pejabat.
Dia menolak semuanya tanpa pandang bulu, dia awalnya berpikir bahwa dia telah gila. Karena terus menerus berhalusinasi bahwa Zhou Beishang sebenarnya masih disini.
Sampai sampai dia harus meminta tabib kediamannya untuk meresepkan obat penenang yang harus di minumnya setiap hari.
Mungkin terdengar berlebihan, tapi memang sebesar inilah dampak yang dimiliki oleh Zhou Beishang dalam kehidupannya.
Itu seperti racun korosi, diawal awal tidak terasa tapi semakin lama, efeknya akan semakin dirasakan sebelum akhirnya hancur sepenuhnya.
Disisi lain, seorang wanita dengan pakaian gaun yang mewah dan wajah yang tertutup oleh cadar hitam yang menunjukkan kecantikan misterius.
Akan membuat orang terus menerus penasaran dengan wajah sempurna macam apa yang tersembunyi dibalik cadar itu.
Gaun hitamnya yang indah saat ini sedang melangkah beriringan dengan langkah kakinya yang anggun, menaiki tangga yang Agung dan duduk disebelah Kaisar.
"Yang Mulia Wei. " Panggil wanita itu dengan lembut.
"Nona Zhou akhirnya telah datang , sesuai dengan permintaanmu aku telah memutuskan kerja sama dengan Ibu Suri untukmu. Kamu harus tahu betapa aku menghargaimu. " Ucap Wei Xu dengan mata yang penuh harap.
Wei Xu, Kaisar Dinasti Song yang Agung dan di depannya adalah mantan Bei Wangfei yang terkenal, Zhou Beishang.
__ADS_1
Zhou Beishang melangkah keatas tangga dan duduk tepat di sebelah Wei Xu yang merupakan tempat Permaisuri.
Karena sebelumnya Wei Xu tidak pernah memiliki Permaisuri dan hanya beberapa selir oleh karena itu tempat ini selalu kosong.
"Aku sangat menghargai betapa Yang Mulia Wei sangat memandang tinggi diriku. " Jawabnya dengan senyum tipis.
"Nona Zhou, tidak ada orang lain di ruangan ini, kamu bisa membuka cadar mu. " Ucap Wei Xu.
Dia tersenyum dan membuka cadar nya yang menunjukkan kecantikan yang langka dan hanya ada dalam seribu tahun.
"Kecantikan Nona Zhou memang sesuai dengan apa yang beredar di antara orang orang, tapi menurutku itu masih kurang, mereka mengatakan Nona Zhou mirip seperti Peri, tapi menurutku Nona Zhou tampak seperti Dewi !" Ucap Wei Xu dengan semangat.
Sementara dia tampak santai dan menuangkan teh pada Wei Xu, dia tersenyum penuh makna pada Wei Xu sementara dia melirik A Xiang dan A Ling.
Disana ada dua Kasim kepercayaan Wei Xu, semua nya adalah bawahannya yang setia. Jadi, bisa dibilang Wei Xu tidak memiliki siapapun di ruangan ini.
Ruangan ini tertutup rapat dan siapapun yang berada diluar tidak akan bisa mendengar apapun tidak peduli Wei Xu berteriak sampai pita suaranya putus.
"Silakan diminum Yang Mulia Wei. "Ucap nya dengan sopan.
"Nona Zhou tidak perlu terlalu sopan denganku, lagipula tidak ada orang luar. Bagaimana dengan memanggilku sebagai Wei Ge ?" Tanya Wei Xu dengan genit dan mengambil cangkir teh itu.
(Ge disini itu menandakan kakak laki laki, ini juga menandakan keintiman untuk laki laki dan perempuan. Sering dipakai oleh orang orang di rumah hiburan. )
Mendengar ini tidak membuatnya marah, untuk apa marah di depan orang yang akan segera mati ?
"Silakan diminum tehnya, Wei Ge. " Ucapnya dengan malu malu yang palsu.
Wei Xu tertawa senang dan menenggak seluruh teh tanpa tersisa apapun, mereka terus berbincang dan sementara itu dia memberikan teh demi teh untuk Wei Xu.
Wei Xu memegangi kepalanya dengan pusing dan memejamkan mata sebelum akhirnya tampak terganggu.
"Wei Ge, apa yang terjadi padamu ?" Tanya nya dengan khawatir.
"Kepalaku pusing, sangat pusing. " Ucap Wei Xu dengan mata yang terpejam.
"He he he, Wei Xu kamu terlalu bodoh bukan untuk menjadi seorang Kaisar. " Ucapnya sambil berdiri dan tidak repot repot untuk memasang topeng lain.
"Kau ?! Zhou Beishang, berani beraninya kau meracuni ku ?! Lin Wei, Lin Yan, bunuh dia untukku !" Teriak Kaisar Wei Xu dengan marah.
"Kenapa aku tidak berani ?" Tanya nya dengan seringaian.
Kembar Lin yang merupakan Kasim kepercayaan Kaisar Wei mengeluarkan pedang, tapi tidak mengarahkannya padanya melainkan pada Wei Xu.
"Kalian...... kalian adalah mata mata !" Teriak Wei Xu dengan marah.
"Kau pikir aku datang kemari tanpa persiapan ? Wei Xu, apakah kau pikir aku serendah itu ? Kau ingin aku sebagai penghangat ranjang mu bukan ? Kenapa kau pikir aku memilihmu jika memang itu tujuanku ? Kenapa tidak Qin yang lebih besar dari Song ?" Tanya nya sambil mengangkat dagu Wei Xu.
"Wei Xu, tidak ku sangka kau sebodoh ini. Pantas saja aku mendengar bahwa banyak pemberontakan di masa pemerintahanmu meskipun baru tiga tahun, ternyata kamu sangat tidak mampu. " Ejeknya dengan nyata.
Dia menarik tubuh Wei Xu yang telah dilumpuhkan dan menjatuhkannya dari atas tahkta, tubuh bulat itu bergelinding di anak tangga yang lebih dari 100 itu.
Sebelum akhirnya, mahkota yang ada di kepalanya juga ikut terjatuh dan ketika Wei Xu sampai di tanah, itu sudah tanpa nyawa.
__ADS_1
Kondisinya penuh darah sementara dia memandang dari atas tahkta nya, keempat orang lain yang diam sejak tadi langsung berlutut di depannya.
"Kami menyambut Ratu baru !" Ucap keempat orang itu.
Kabar kematian Wei Xu menyebar layaknya api dan mayatnya digantung di depan gerbang perbatasan yang sangat panas di siang hari dan dingin di malam hati.
Orang orang tidak bisa melihat seperti apa rupa wajah penguasa baru , hanya mengetahui bahwa itu adalah seorang wanita.
Nama orang itu adalah Ratu Bei !
(Bei (悲) disini berbeda dengan Bei Wang (北王) atau Bei Zhao (呗着)。 Ini berasal dari Bei dari nama Zhou Beishang (周悲伤)。)
Bendera tentang Wei Xu telah dicabut di seluruh kota dan digantikan dengan nama Ratu Bei, beberapa menteri yang penasaran langsung datang ke aula.
Sementara disisi lain, Zhou Beishang yang sedang duduk dengan cadarnya sedang menyatukan ketiga giok Phoenix Abadi yang dicarinya dengan seringaian.
Bekas darah Wei Xu telah diberikan dan seperti yang diharapkan, beberapa menteri tua telah datang untuk melihat.
Dia menyipitkan matanya dan mengamati mereka satu persatu.
"Apa yang kalian inginkan dengan datang kesini ? Apakah kalian meragukan Kualifikasi ku sebagai Penguasa ?" Tanya nya dengan nada yang mendominasi.
Seluruh orang menggigil kedinginan dan tiba tiba melupakan apa yang ingin mereka periksa, para pejabat ini masing masing adalah pendekar hebat.
Tapi, sayangnya mereka tidak ingin bersatu untuk melawan orang luar , jika mereka bersatu maka mereka hanya akan kalah dari Dinasti Tang.
Dia mengamati setiap pejabat dengan datar sebelum akhirnya melihat menteri pertanian yang sama seperti sebelumnya dengan seringaian.
Orang itu langsung gemetar kedinginan dan pamit lebih dahulu, itu adalah mata mata Dinasti Qin. Kebetulan dia menghafal setiap nama mereka, karena berkat bantuan dari Bei Zhao.
Orang itu pernah bertemu dengannya di masa lalu, hanya sekali di aula Kekaisaran, tapi dia yakin orang itu tidak akan mengenalinya.
Bagaimanapun, dulu dia layaknya bunga indah yang akan hancur dengan satu injakan dan perlu mendapatkan perlindungan.
Tapi, sekarang dia telah berubah menjadi bunga yang sangat beracun dan mengeluarkan asap beracun, siapapun yang ingin mendekatinya akan mati karena keracunan.
Satu julukan yang cocok dengannya adalah Bunga indah yang beracun.
Dia sekarang adalah penguasa sebuah Dinasti, ambisi melintas dimatanya layaknya kilatan api. Tidak ada yang berani berbicara terlebih dahulu di depannya.
"Katakan apa yang ingin kalian tanyakan pada Yang Mulia ini, jangan membuang waktu ku !" Ucapnya dengan dingin dan angkuh.
Jika dia masih menggunakan temperamen dan cara bicaranya seperti sebelumnya maka itu akan sia-sia, orang orang akan meremehkan nya dan itu akan sangat buruk untuk rencananya.
"Hamba yang rendah ini ingin bertanya nama Yang Mulia dan asal Yang Mulia. " Ucap salah satu pejabat dengan takut takut.
"Namaku adalah Bei Hua (悲花) ,berasal dari pegunungan Dong'an bersama dengan mendiang guruku. " Ucapnya dengan dingin.
"Guru Yang Mulia Bei pastilah seseorang yang sangat hebat dan sangat beruntung untuk memiliki murid seberbakat anda. "Ucap pejabat itu dengan cepat.
"Maafkan aku yang lancang ini , aku ingin meminta pencerahan dari Ratu Bei untuk keahlianku !" Ucap salah satu pejabat lain yang merupakan seorang pendekar terkenal.
"Aku akan melawan mu apabila kau bisa melewati bawahan ku. "Ucapnya dengan sombong dan menunjuk A Xiang.
__ADS_1
A Xiang segera maju dan menarik pedangnya, selama 2 bulan belakangan ini A Xiang telah berkembang pesat.
Jadi, dia yakin A Xiang pasti bisa menyelesaikan orang ini. Dia sudah mendengar nama orang ini dan sudah mengantisipasinya.