
Lin Beishang mengobrol dengan Lan Xiang dan Bei Zhao untuk waktu yang lama sampai akhirnya Lan Xiang pamit pulang karena sudah malam.
"Hati hati dijalan. " Ucap Lin Beishang memperingatkan Lan Xiang.
"He he, tenang saja. " Ucap Lan Xiang lalu berjalan keluar dari kamar tempat Lin Beishang dirawat.
Walaupun sudah sadar, Lin Beishang tidak akan bisa untuk kembali dari rumah sakit dalam waktu dekat karena luka bakar dan luka tembaknya yang sesekali masih nyeri.
"Bei Zhao, terimakasih karena telah datang. Aku takut jika kamu sedikit terlambat saja maka..... " Lin Beishang tidak melanjutkan kata katanya dan tampak sedih.
"Sudah jangan membahas nya lagi, karena kamu telah selamat sekarang maka kamu harus memikirkan pemulihanmu. Pada saat ini, kedua orang tuamu sedang dicari oleh Tim khusus. " Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis, seolah olah memberi semangat pada Lin Beishang.
Lin Beishang yang mendengar ini sedikit menghela nafasnya, mungkin takdir memang tidak dapat diubah, di kehidupan lalu, Lin Beishang tidak pernah mengingat bagaimana rupa ibunya secara langsung dan hanya bisa mengandalkan lukisan.
Tapi, dalam kehidupan ini, Lin Beishang melihatnya dan dirawat oleh Ibunya selama 17 tahun, ini membuat kesedihan mendalam bagi Lin Beishang.
"Aku akan menunggu kabar tentang mereka, sayang sekali bahwa aku tidak bertemu mereka untuk terakhir kalinya dan tidak bisa mendampingi mereka. Mereka pasti gugup untuk menghadapi kematian, tapi aku percaya dengan kebersamaan mereka maka semuanya baik baik saja, sama seperti aku dan kamu yang menghadapi kematian di kehidupan lalu. " Ucap Lin Beishang dengan senyum lebar.
Tangan Lin Beishang membelai wajah Bei Zhao dengan penuh kasih sayang, Bei Zhao memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Lin Beishang padanya.
Ini adalah kasih sayang yang langka, ketika dia menginginkannya di masa lalu, sulit untuk mendapatkannya.
Tapi, ketika dia mendapatkan ini, dia merasa bahwa ini sangat berharga layaknya nafasnya sendiri.
"Kamu pasti menderita, lihatlah tentang betapa kurusnya kamu. " Ucap Lin Beishang dengan prihatin.
"Tidak, tentu saja tidak. Aku adalah orang yang tahan banting, beberapa hal yang agak menyulitkan tidak akan menyulitkan bagiku. " Ucap Bei Zhao dengan cepat.
"Bei Wang ku yang tersayang, saat ini aku tidak memiliki apapun untuk membayarmu sebagai Dokter Pribadi, hanya memiliki jiwa dan tubuh ini, apakah kamu mau menerimanya ?" Tanya Lin Beishang menggoda Bei Zhao.
"Hmph ! Semuanya akan aku terima, jika kamu menyerahkan dirimu kepadaku. Maka, jangan khawatir akan bekerja keras, aku yang akan bekerja padamu pagi , siang, dan malam tanpa henti. " Ucap Bei Zhao.
Keduanya tertawa atas godaan yang tidak bermutu ini, siapa yang percaya bahwa Lin Beishang langsung jatuh miskin ? Tentu saja tidak.
__ADS_1
Dengan kemampuan dan kecerdasan Lin Beishang, bisakah sebuah gangguan kecil langsung menjatuhkannya ?
Lin Beishang melihat bahwa telepon Bei Zhao berdering dan menganggu suasana romantis di antara mereka.
"Kakakmu, Lin Yue. " Ucap Bei Zhao dan menyerahkan teleponnya.
Lin Beishang menerima telepon tersebut dan mengangkat telepon dengan memencet tombol hijau.
"Halo ? Dokter Bei ?" Tanya suara Lin Yue dengan suara orang khas menangis.
Lin Beishang menduga bahwa Lin Yue menangis keras dan berusaha untuk menahan isak tangisnya.
"Yue, jangan menangis. " Ucap Lin Beishang dengan nada rendah, tapi penuh dengan kehangatan.
"Beishang ?! Ini benar benar kamu ! Aku... aku... aku mendengar bahwa kamu... kamu.... " Lin Yue tidak bisa melanjutkan kata katanya dan terus menangis.
"Jangan menangis, sekarang aku baik baik saja. Jangan khawatirkan aku, khawatirkan tentang perusahaan dan kuliahmu. " Ucap Lin Beishang.
"Disana, apakah ada Tuan Muda Ye ?" Tanya Lin Beishang.
"Dia adalah Teman dari Dokter ku, Dokter Bei. Tolong berikan telepon padanya. " Ucap Lin Beishang.
"Halo ?" Tanya Ye Xushi dengan bingung.
"Terimakasih banyak, atas semua yang telah kamu lakukan selama ini, aku tidak bisa mendampingi Lin Yue disana, hanya bisa berharap padamu. " Ucap Lin Beishang dengan jujur.
Disisi lain, Ekspresi Ye Xushi langsung berubah dan Ye Xushi berjalan menjauh dari Lin Yue.
"Nona ?" Tanya Ye Xushi dengan ragu.
"Sudah kubilang, jangan panggil aku Nona. Kamu benar benar keras kepala , saat ini Lin Yue tidak memiliki gambaran apapun, aku takut bahwa dia tidak akan sanggup untuk menerima semuanya, aku meminta tolong padamu untuk membantuku menjaganya. " Ucap Lin Beishang dengan lemah.
"Jangankan kamu mengatakannya, bahkan jika kamu tidak mengatakannya, aku masih akan melakukan hal yang sama. Beishang, bagaimana ingatan mu bisa pulih ?" Tanya Ye Xushi dengan penasaran.
__ADS_1
"Ceritanya panjang, tapi yang pasti Lan Xiang juga sama. Dia mengingat semuanya dan aku sangat senang melihat kalian semua sehat disini. " Ucap Lin Beishang dengan sedih.
"Kalau begitu, aku akan mematikan telepon atau Lin Yue akan curiga. " Ucap Lin Beishang lagi.
Ye Xushi memandang telepon Lin Yue yang berada ditangannya dan sambungan mereka telah diputuskan.
Di tempat Lin Beishang, Bei Zhao sedang mengupas buah untuk kekasih tersayangnya jadi, mereka berdua dalam suasana yang harmonis.
"Kamu tidak perlu terlalu khawatir, Ye Xushi adalah orang yang bisa diandalkan. Dengan dia disisi Lin Yue maka semuanya akan baik baik saja. " Ucap Bei Zhao menenangkan Lin Beishang.
Lin Beishang yang baru saja bertukar kabar dengan Lin Yue merasa tidak senang atau tidak puas, bukan karena apa, hanya saja Lin Beishang merasa takut.
"Aku hanya takut kalau dia tidak bisa mengendalikan diri ketika menghadapi pemakaman kedua orang tua kami. Di kehidupan lalu, dia sangat hancur ketika Ayah meninggal. " Ucap Lin Beishang sambil mengenang masa lalu.
"Apa yang akan terjadi di masa depan adalah Takdir, jangan salahkan dirimu sendiri tentang apapun yang akan terjadi di masa depan. Mari berjalan bersama dan saling menguatkan satu sama lain, dengan begitu kita tidak akan terkalahkan. " Ucap Bei Zhao dengan penuh kepercayaan diri.
Lin Beishang yang mendengar ucapan penuh percaya diri ini tiba tiba merasa bahwa dirinya terpengaruh oleh semangat yang baru ini.
"Apakah kamu akan menginap malam ini ?" Tanya Lin Beishang sambil melihat langit luar.
"Tentu saja. " Ucap Bei Zhao bahkan tanpa berpikir lagi.
"Lalu, bagaimana dengan Bibi Sha dan Paman Bei ?Kamu belum memberikan kabar pada mereka. " Ucap Lin Beishang dengan khawatir.
"Aku akan menelpon mereka nanti dan mereka akan mengerti tentang hal ini, kamu hanya perlu peduli tentang pemulihanmu. " Ucap Bei Zhao sambil mengacak rambut Lin Beishang.
Lin Beishang tertawa dengan kesal dan memukul tangan Bei Zhao dengan main main, mereka tertawa dengan bahagia, sudah sangat lama untuk tidak tertawa lepas seperti ina.
Siapa yang tahu bahwa ini hanyalah ketenangan sebelum badai besar ? Bahwa semua ketenangan ini hanyalah ilusi.
Sepertinya , badai besar enggan untuk meninggalkan Bei Zhao dan Lin Beishang, bahkan dalam dua kehidupan.
Kejahatan dan kebaikan akan bercampur menjadi satu, tidak hanya Lin Beishang dan Bei Zhao yang kesulitan untuk menghadapi ini, melainkan seluruh orang terdekat Lin Beishang dan Bei Zhao akan ikut terseret.
__ADS_1
Hal yang tidak terjadi di kehidupan sebelumnya, akan terjadi dalam kehidupan ini, baik hal buruk maupun hal baik.
Semuanya tergantung pada takdir mereka masing masing.