
Bei Zhao yang mendengar tuduhan ini terkejut dan Lin Qiaofeng menangkap setiap reaksi yang ditimbulkan di wajah Bei Zhao, seperti tebakan nya sebelumnya.
Itu pastilah bukan Bei Zhao yang mengatakan nya, jika harus jujur, maka Bei Zhao pasti tahu perasaan Yang Xin untuknya.
Jika begitu, maka jika Bei Zhao mengatakan identitas nya pada Yang Xin, itu sama saja dengan tindakan untuk membantu saingan cinta.
Hal itu tidak masuk akal dan sulit untuk di terima oleh akal sehat, belum lagi Bei Zhao adalah orang yang sangat bangga pada diri sendiri.
Sulit untuk menemukan bahwa hal ini mengarah pada Bei Zhao jadi kemungkinan besar, bukan Bei Zhao yang mengatakan identitas nya pada Yang Xin.
Pada awalnya, dia ingin menyembunyikan identitas nya selamanya dari Yang Xin dengan begitu maka Lin Qiaofeng bisa bertindak dengan bebas.
Tapi, tidak menyangka bahwa seluruhnya terungkap m Jika dipikirkan lagi, maka jika memang orang yang di curigai olehnya ini adalah Lu Wang maka tidak heran orang ini tahu identitasnya.
"Aku tidak memberitahu apapun pada Si bodoh Yang Xin itu, belakangan ini dia terus mencari tahu tentang mu dan ini membuatku sangat kesal padanya. " Ucap Bei Zhao dengan kesal.
"Baiklah, ini semua sudah cukup untuk ku. " Jawab Lin Qiaofeng.
"Qiaofeng, apakah sibodoh itu membuat masalah padamu ? Apakah aku harus menyuruh orang untuk menyelesaikan nya ?" Tanya Bei Zhao dengan geram.
"Tidak perlu, tidak menganggu ku. Hanya saja itu sedikit melukai hati saudariku. Bei Wang, bagaimana dengan bawahan mu ?" Tanya Lin Qiaofeng pada Bei Zhao.
"Wen Yao sendiri terbukti melakukan kejahatan dan berhubungan dengan organisasi misterius yang kamu sebutkan, saat ini sedang di penjara di kediaman utama ku, jika kamu memiliki waktu maka datanglah ke kediaman utama ku. Untuk Yang Mulia sendiri, kemarahan nya sudah mulai mereda dan sebagian kekuatan ku sudah dikembalikan pada ku. " Cerita Bei Zhao.
"Aku akan datang ke Kota Wuming apabila pekerjaan ku sudah selesai, hanya saja Bei Wang anda harus waspada. Semua nya tidak sesederhana yang anda bayangkan. " Ujar Lin Qiaofeng karena khawatir.
"Aku tahu, sejak awal aku mengetahui ini. Jika ini adalah masalah sederhana maka aku sudah akan menyelesaikan hal ini sejak awal. " Balas Bei Zhao dengan tenang.
"Intuisi Bei Wang memang tidak pernah salah, aku benar benar kagum. Bei Wang, dimasa depan kita akan segera bertemu lagi jika memang berjodoh. Saat ini aku akan pamit terlebih dahulu. " Lin Qiaofeng berdiri dan bersiap untuk meninggalkan Bei Zhao.
"Tunggu sebentar !" Panggil Bei Zhao.
Lin Qiaofeng yang baru saja akan menyentuh pintu langsung berhenti dan dengan wajah senyum tipis, Lin Qiaofeng memandang ke belakang mengarah menuju Bei Zhao.
Tatapan nya mengandung kedalaman tanpa batas, tidak memiliki beban sedikitpun, siapapun orang yang menatap mata Lin Qiaofeng akan mengira bahwa Lin Qiaofeng adalah gadis muda yang polos dan lembut, serta mudah untuk ditipu.
"Qiaofeng, jaga dirimu baik baik, jika ada masalah maka aku adalah orang paling depan yang akan membantumu. " Ucap Bei Zhao dengan tatapan serius.
Senyum Lin Qiaofeng melebar tapi tidak sampai ke mata seolah olah senyum itu hanya untuk kesopanan saja, tidak benar benar tulus.
"Bei Wang, yang harus anda pikirkan adalah diri anda sendiri. Tentu saja aku tidak akan memaksakan diriku apabila kemampuan ku tidak cukup. " Ucap Lin Qiaofeng sebelum akhirnya benar benar keluar.
Bei Zhao terdiam dan memandang kepergian Lin Qiaofeng dengan tatapan kosong, seolah olah Lin Qiaofeng kembali meninggalkan nya seperti 2 tahun lalu.
Bei Zhao masih tidak bisa melupakan pada saat itu, selama ini Bei Zhao bukanlah orang yang suka nenyesali tindakan nya.
Selama ini, penyesalan yang dirasakan oleh Bei Zhao bisa dihitung dengan jari di satu tangan tapi kepergian Zhou Beishang atau yang sekarang dikenal dengan Lin Qiaofeng telah membuatnya merasa sangat menyesal sampai menemui mimpi buruk di setiap mimpinya.
Diluar kediaman Bei Wang, Lin Qiaofeng berdiri dan berlari menuju pepohonan dan berpegangan dengan nafas yang terengah engah seolah olah baru saja di kejar oleh orang jahat.
Wajahnya berubah pucat, darah mengalir dari sudut bibirnya, efek dari bubuk Pemakan Emosi Surga, rasa yang ditimbulkan tidak manusiawi.
Menyebabkan mimpi buruk, menyebabkan rasa sakit secara mental dan fisik. Darah yang dimuntahkan olehnya berwarna merah gelap.
Setelah selesai, Lin Qiaofeng menyeka darah di wajahnya dengan sapu tangan di wajahnya dan tampak terengah engah.
Tidak seperti saat sedang bersama dengan Bei Zhao sebelumnya, ini bahkan jauh lebih buruk daripada sebelumnya.
__ADS_1
Lin Qiaofeng berjalan pergi tapi langkah nya tidak menuju istana melainkan menuju suatu tempat yang tidak pernah sepi bahkan di tengah malam sekalipun.
Tempat itu dipenuhi dengan naga dan ular yang bercampur dan menjadi satu, tempat yang dianggap sebagai tempat yang kotor tapi semua orang masih datang ke sana.
Disisi lain, seorang gadis dengan pakaian sederhana yaitu gaun putih dengan ikat pinggang merah yang tampak sangat mencolok sedang berjalan di pekarangan Sekte Pedang Surgawi dengan senyum cerah.
Itu adalah Lin Yue, berjalan menuju kediaman Yang Xin dengan hati yang setengah terluka, darah masih mengalir disana tapi Lin Yue mengabaikan nya seolah mati rasa.
Kedua saudari ini mirip, sama sama memiliki kebiasaan untuk melakukan hal yang menyakiti sendiri, sama sama memiliki masa lalu buruk, sama sama kesepian, ketika mereka bertemu mereka akan saling melengkapi satu sama lain.
Sesampainya di kediaman Yang Xin, pemuda itu tampaknya sedang menunggu kedatangannya dan menyambutnya dengan ramah.
"Kemana saja kau belakangan ini ? Aku terus mencarimu." Ucap Yang Xin dengan perhatian.
"Maafkan aku Ketua Muda, ada masalah mendesak yang terjadi pada saudari ku. " Ucap Lin Yue dengan senyum tipis dan duduk di depan Yang Xin.
"Oh ? Siapa saudari mu ? Kamu sangat berbakat bukan, saudarimu pasti tidak kalah berbakat bukan ? Kenapa kau tidak mengajaknya bertemu denganku ?" Tanya Yang Xin.
Senyum Lin Yue membeku tapi kembali seperti semula seolah olah tidak ada masalah.
"Dia adalah orang yang pemalu dan tidak suka bertemu orang luar, Ketua Muda aku tidak tahu apakah dia ingin bertemu denganmu atau tidak. " Jawab Lin Yue.
Mendengar ini Yang Xin terlihat kecewa tapi dengan segera menyembunyikan nya, banyak yang berubah dari Yang Xin tapi Lin Yue terlihat tidak senang.
"Ketua Muda, sudah berapa lama sejak aku bergabung dengan Sekte Pedang Surgawi ? Mungkinkah sudah lebih dari 2 minggu ?" Tanya Lin Yue.
"Ehm, mungkin sudah 3 minggu, minggu depan adalah satu bulan pertama mu. Biasanya murid murid disini akan di tes untuk menaikkan tingkat, tapi kamu tidak perlu lagi dengan bakatmu. Kamu akan dirayakan ketika mencapai 1 bulan. " Ucap Yang Xin dengan tenang.
Lin Yue tersenyum tapi pada akhirnya menghela nafas, tidak mengatakan apapun lagi.
"Kenapa kamu menghela nafas ?" Tanya Yang Xin.
"Apa yang kamu maksud ?" Tanya Yang Xin.
"Tidak apa apa, hanya omong kosong. Itu adalah salah satu isi puisi dari penyair terkenal, apakah Ketua Muda tidak mengetahuinya ?" Tanya Lin Yue dengan candaan.
"Menakutiku saja. " Balas Yang Xin dengan kesal.
Lin Yue tertawa kecil tapi setelah itu ketika Lin Yue memalingkan wajah, ekspresinya berubah menjadi berat. Tatapan nya sedih dan tidak ada kebahagiaan yang tersisa.
Disisi lain, Lin Qiaofeng mendatangi sebuah tempat yang ramai, itu adalah Paviliun Tianmei, tempat ibunya sebelumnya.
Lin Qiaofeng penasaran dengan asal usul ibunya jadi mau tidak mau harus datang ke tempat terkutuk ini, selusin pria berwajah putih datang dan menggandeng tangannya.
(Pria cantik yang bertugas untuk menghibur pelanggan wanita. )
"Aku ingin bertemu dengan pemilik tempat ini. " Ucap Lin Qiaofeng dengan tatapan acuh tak acuh.
"Jie jie, pemilik kami bukan orang yang bisa di temui begitu saja. " Ucap salah satu pria berwajah putih.
Lin Qiaofeng tidak marah dan mengeluarkan satu kantung penuh yang berisi Tael Emas, ini adalah hal yang sangat penting di tempat semacam ini.
Melihat bahwa Lin Qiaofeng bisa mengeluarkan uang sebanyak itu, para pria berwajah putih itu langsung yakin bahwa Lin Qiaofeng bukan orang biasa dan membawa Lin Qiaofeng menemui Pemilik Paviliun Tianmei.
Sampailah di depan satu ruangan dan Lin Qiaofeng berjalan masuk dengan acuh tak acuh, di dalam ruangan itu ada dua pelayan wanita yang mengenakan cadar dan seorang wanita yang membelakangi nya.
"Ada apa Xiaojie mencariku ?" Tanya suara halus yang sedang membelakangi nya.
__ADS_1
"Bagaimana aku memanggilmu Furen ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan tenang.
(Furen : Nyonya )
"Ye."
"Ye Furen, pendekar ini penasaran dengan Ye Furen yang dikatakan sangat tangguh dan mampu mengendalikan Paviliun Tianmei yang sangat besar ini. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Mulut Xiaojie sangat manis, Ye ini tidak berani untuk menerima pujian setinggi itu. " Ucap Nyonya Ye.
"Ye Furen, ada berapa banyak pria penghibur di Paviliun Tianmei mu ini ? Aku melihat beberapa dan merasa tertarik, aku ingin menyewa semuanya !" Ucap Lin Qiaofeng.
"Ada 14 orang, Xiaojie tampaknya masih sangat muda. Gairah anak muda memang sangat menakjubkan. " Goda Nyonya Ye sambil tertawa nakal.
"Ye Furen, aku juga ingin menanyakan tarif per orang mu ini berapa ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan tawa menggoda.
"Untuk Xiaojie yang menyewa banyak sekaligus, Ye ini tidak akan mengambil banyak keuntungan masing masing dari mereka 2 Tael Emas untuk sepanjang malam." Ucap Nyonya Ye.
"Ye Furen, aku juga tertarik dengan wanita penghibur di Paviliun Tianmei kalian. Reputasi Paviliun Tianmei memang luar biasa, aku tidak bisa tidak merasa kagum. " Puji Lin Qiaofeng.
"Silakan Xiaojie, ada banyak wanita penghibur di Paviliun Tianmei, dijamin Xiaojie tidak akan keluar tanpa kepuasan. Ye ini , akan mengirimkan sekelompok orang terbaik untuk melayani Xiaojie. "Balas Nyonya Ye.
"Ye Furen, sampai kapan kamu ingin terus bermain main menjadi seorang kepala Paviliun Tianmei ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan dingin.
"Anda terus bermain bodoh sejak tadi, Ye Furen, ah ataukah aku harus memanggilmu sebagai Ye Xiansheng ?"Tanya Lin Qiaofeng lagi dengan dingin.
(Xiansheng : Tuan. )
"He he he, Xiaojie ini sangat pintar, aku penasaran darimana asalnya Xiaojie ini. Datang kemari hanya untuk mencari masalah ? Ye ini tidak keberatan untuk menemani Xiaojie bermain. " Ucap Ye Furen atau Ye Xiansheng itu berbalik dan yang terlihat adalah wajah pria dengan cakar merah yang tajam.
Lin Qiaofeng langsung menghindar sambil menyeringai dan mengambil Pedang Embun Bulan miliknya, kekuatan milik Ye ini tidak buruk.
"Mungkinkah Tuan ini adalah Ye Xushi yang dikatakan adalah pemain kecapi terbaik di Dinasti Qin selama 100 tahun belakangan ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Kata kata itu tidak salah, aku sangat senang ternyata Xiaojie mengenaliku hihihi. " Ucap Ye Xushi.
"Ye Xiansheng, dimana kepala Paviliun Tianmei ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Asalkan Xiaojie bisa mengalahkan ku maka Ye ini akan memberi tahu lokasi orang yang di cari oleh Xiaojie. "Balas Ye Xushi.
"Ye Xiansheng, kekuatan mu sama persis dengan yang dikatakan oleh orang orang. Orang orang mengatakan bahwa kamu sangat bersemangat ketika di tempat tidur, aku lihat sekarang bahwa kamu sangat bersemangat. " Puji Lin Qiaofeng.
"Kebanggaan Ye ini akan meningkat sampai ke langit ketujuh ketika mendengarkan pujian dari Xiaojie yang sangat cantik. " Ucap Ye Xushi dengan genit.
Disini, memiliki Selir pria tidak menjadi masalah, bahkan beberapa pejabat memiliki Selir pria seperti Kaisar tentunya memiliki beberapa Selir Pria di harem Kekaisaran.
Ye Xushi adalah salah satu pria yang senang digunakan oleh Kaisar, Lin Qiaofeng tahu hal ini saat sedang menyamar di istana.
Tidak semua menteri atau kepala biro yang mendukung kebiasaan buruk Kaisar ini, tapi Kaisar tetaplah Kaisar para orang tua itu tidak akan mencari masalah dengan Kaisar hanya masalah perkara semacam ini.
"Ye Xiansheng adalah orang yang disayangi oleh Putra Surga, Yang Rendah ini bahkan tidak berani untuk menyentuh ujung pakaian Ye Xiansheng. "Ucap Lin Qiaofeng.
"Kemampuan Xiaojie ini tidak buruk, tapi jika ingin menang dari Ye ini maka masih harus menggunakan sedikit lebih banyak tenaga. " Ucap Ye Xushi.
"Karena Ye Xiansheng telah mengatakan ini maka aku tidak akan segan untuk melakukan hal yang lebih kasar, maafkan atas kekasaran ku di masa depan, pedang tidak memiliki mata, mungkin bisa merusak penampilan menyegarkan mata milik Ye Xiansheng. " Ucap Lin Qiaofeng.
Mulutnya mengeluarkan kata kata penuh penyesalan yang menyentuh hati, tapi nyatanya wajah nya menunjukkan ekspresi yang berbeda.
__ADS_1
Itu sangat ceria seolah olah bisa melukai Ye Xushi adalah kebanggaan tersendiri, keduanya bertarung dengan sengit sementara dua orang pelayan yang tadinya berdiri di pinggir Ye Xushi sekarang telah berdiri di samping dengan anggun dan tenang seolah olah tidak terganggu.
"Pelayan pelayan yang di didik oleh Ye Xiansheng sama sekali tidak mengecewakan, mereka bahkan tidak panik ketika sedang bertarung disini. Ye Xiansheng ternyata memiliki banyak kemapuan ya ? Aku jadi penasaran dan ingin berguru pada Ye Xiansheng, tidak tahu apakah Ye Xiansheng menginginkan ku atau tidak. " Ucap Lin Qiaofeng berusaha untuk memprovokasi Ye Xushi.