Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
50. Bei Zhao Kembali


__ADS_3

Dari luar pintu penjara, ada tiga orang yang sedang berdiri di depan pintu penjara dan mendengarkan jeritan demi jeritan yang di keluarkan oleh Sang Xun.


Ketiganya hampir tidak bisa mempertahankan ketenangan mereka, yang paling kacau adalah Song Yu yang masih muda.


Sedangkan yang paling tenang adalah A Xiang karena gadis itu sudah sangat lama mengikuti Zhou Beishang.


Wen Yao sendiri tidak kalah kacaunya dengan Song Yu, pemuda itu telah lama mengikuti Bei Wang.


Tapi, sekejam kejamnya Bei Wang, belum pernah Bei Wang membuat tahanan mengeluarkan teriakan menyedihkan semacam itu.


"Tuan Wen, sebaiknya anda mendengarkan Nona saya. Meskipun dia baik , itu bukan berarti dia tidak bisa melawan. Jika dia marah, maka tidak akan ada yang bisa menebak hal gila apa yang bisa di lakukan nya. " Ucap A Xiang sambil memejamkan mata.


Wen Yao tidak menjawab, hanya menatap ke pintu penjara dengan sorot mata takut.


"Nona saya jarang marah, tapi jika dia marah maka tidak akan ada yang bisa menahannya. " Lanjut A Xiang.


Ditempat Zhou Beishang, gadis itu masih melanjutkan tindakan nya dengan acuh tak acuh seolah olah dia sedang memberi makan pada ayam.


"Kamu pasti ingin merasakan lebih banyak rasa sakit. " Ucapnya dengan dingin.


Sudah lima menit dan efektivitas obat sudah habis dan racun melonjak dalam tubuh Sang Xun bahkan jauh lebih buruk dari sebelumnya.


Cambukan nya berubah menjadi lebih kuat , matanya gelap dan penuh dengan kedinginan yang tidak berujung.


"Kau ingin menjawab atau melanjutkan ini ?" Tanya nya.


"Aku, aku akan menjawab !" Ucap Sang Xun dengan tidak tahan.


"Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu ?" Tanya nya.


"Ibu Suri. " Ucap Sang Xun.


Dia mengangguk dan memberi Sang Xun satu pipi, Sang Xun dengan cepat menelannya.


"Apa yang disuruh oleh Ibu Suri ?"


"Ibu Suri memintaku untuk mengacaukan kediaman Bei Wang dan membuat hubungan antara Kaisar dan Bei Wang memburuk. " Ucap Sang Xun.


Dia mengangguk dan memasukkan pil lainnya, dia terus memberikan pertanyaan pada Sang Xun. Dia telah mengetahui apa yang ingin di ketahui olehnya dan dengan cepat berdiri.

__ADS_1


"Sekarang, kau sudah memakan 8 buah pil. Itu artinya kau bisa tenang selama 40 menit. Selamat menikmati hari harimu yang indah di dalam penjara, kau bisa tenang. Aku akan datang kemari lagi apabila aku memiliki kerja sama lain untuk di bicarakan dengan mu. " Ucapnya sambil tertawa malu malu.


Tindakan nya ini tidak cocok dengan pakaian putihnya yang bernoda darah , itu membentuk bunga begonia yang indah.


"Tunggu sebentar ! Setelah 40 menit, bagaimana dengan racun ini ?!" Tanya Sang Xun dengan ketakutan ketika dia akan segera pergi.


Dia yang telah membelakangi Sang Xun, menghentikan langkah nya dan menatap pria itu dengan senyum tipis.


"Itu mudah, kau hanya perlu menanggungnya. Karena kau tidak memiliki sesuatu untuk di perjual belikan denganku lagi, maka kau harus menanggungnya. " Ucapnya dengan tawa kecil.


"Kau... kau, iblis wanita yang jahat !" Ucap Sang Xun dengan marah.


"Kenapa kalau aku iblis wanita ? Berapa banyak orang yang memiliki kesempatan untuk melihat diriku ? Kau seharusnya merasa terhormat akan hal itu. " Ucapnya dengan seringaian.


Dia melangkah ke depan dan membuka pintu penjara, dia melihat tiga orang yang di usir nya tadi sedang menunggu di depan pintu.


"Nona, apakah anda telah selesai ?" Tanya A Xiang dengan sopan.


"Sudah, ayo pergi !" Ucapnya.


"Tuan Wen , aku merepotkan mu untuk mengabariku apabila Bei Wang sudah datang. " Ucapnya sekali lagi sebelum akhirnya berjalan.


"Nona, kami akan menunggu di depan. " Ucap A Xiang.


"Ya , jika kalian lelah maka kembali lah terlebih dahulu ke tempat kalian. " Ucapnya dengan nada lembut, dia berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mandi.


Dia memperkirakan bahwa dia sudah sekitar 2 atau 3 jam di dalam penjara untuk mencari informasi yang dia inginkan.


Dia berjalan masuk ke dalam bak mandi yang penuh dengan asap yang mengepul di atasnya, dia memandikan dirinya sendiri sambil memikirkan kebenaran yang berhasil dia dapatkan dari mulut Sang Xun.


Meskipun itu belum tentu sepenuhnya benar, tapi ini sudah mengkhawatirkan baginya. Ini mungkin akan mempengaruhi sebagian besar rencananya.


Dia menghela nafas lembut dan berjalan keluar dari bak mandi nya, kaki nya yang jenjang dan ramping tampak sangat indah ketika tetesan demi tetesan air melewatinya.


Dia menggunakan pakaian nya setelah mengeringkan tubuh nya, lalu berjalan ke luar untuk merapihkan rambutnya di depan cermin.


30 menit kemudian


Dia akhirnya sudah selesai merapihkan rambutnya yang sudah sepanjang pinggang sebelum pintunya di ketuk.

__ADS_1


"Nona, Bei Wang telah kembali. " Ucap A Xiang.


Dia menaikkan salah satu alisnya, bukankah ini terlalu cepat ? Dia melihat ke depan melalui jendela sebelum menyadari bahwa ini telah sore.


Dia terlalu tenggelam dalam pikiran nya sampai sampai tidak tahu sudah berapa lama di dalam bak mandi.


Dia berdiri dan berjalan ke depan untuk menyambut Bei Wang, sesampainya di depan, dia melihat pria itu yang menggunakan kuda.


Bei Wang menggunakan kuda untuk pulang dan hanya kembali dengan 1 prajurit muda, tampaknya sangat terburu buru.


"Maaf merepotkan Wangye. " Ucapnya dengan datar sambil menunduk kan kepala nya dengan sopan.


"Dimana pembunuh itu ?" Tanya Bei Zhao tanpa basa basi.


Wen Yao langsung menunjukkan jalan menuju penjara sedangkan dia mengikuti dari belakang tanpa suara.


Tatapan nya dingin dan tidak memiliki belas kasihan ketika dia melihat Sang Xun.


"Siapa yang menyiksa nya tanpa izin dariku ?" Tanya Bei Zhao dengan dingin.


"Aku." Jawabnya dengan tidak kalah dingin.


Mereka berdua saling bertatapan dan keduanya sama sama dingin, yang membuat Wen Yao gemetar.


"Kenapa kau menyiksa nya tanpa izin dariku ?" Tanya Bei Zhao.


"Kenapa aku tidak boleh ? Aku tidak ingat ada peraturan semacam itu ?" Tanya nya sambil menaikkan sudut bibirnya yang membentuk seringaian.


"Dia berani menganggu Yang Mulia ini, maka aku akan membuatnya membayar. Apakah Wangye akan mempermasalahkan ku hanya karena hal kecil ini ?" Tanya nya dengan seringaian yang sama.


Wen Yao berpikir dalam hati ketika mendengar Zhou Beishang mengatakan ini adalah hal kecil.


Tahanan telah di siksa sampai berada di ambang hidup dan mati dan Zhou Beishang mengatakan itu dengan mudah sebagai hal kecil.


Memikirkan nya saja sudah membuat kepala Wen Yao pusing.


"Tidak ada yang boleh melakukan sesuatu semacam ini tanpa perintah dariku. " Ucap Bei Zhao.


Dia yang mendengar ini tertawa dingin, tatapan nya mendingin. Dia melemparkan tatapan tajam pada Bei Zhao.

__ADS_1


"Kata kata Wangye ini kurang adil, mengatakan ini seperti aku yang sengaja menjebak pria ini ke dalam kamarku lalu membingkai nya seolah olah dia adalah penjahatnya. Jika aku bahkan tidak bisa memberi hukuman pada seorang penjahat rendahan, apakah aku harus dengan tenang menerima kematian ?" Tanya nya dengan nada mengejek.


__ADS_2